ARKEOLOGI BAWAH AIR: TEMUAN TEMBIKAR SITUS TERENDAM DI DANAU MATANO, SULAWESI SELATAN

Main Article Content

Rr. Triwurjani
Shinatria Adhityatama

Abstract

Abstract. Underwater archaeological research usually talks about archaeological remains under the sea like a sinking ship. The issue of sinking ships concerns the cargo, the type of ship, shipping lines, trade routes, and the origin and technology of shipbuilding. The problem is that archeological findings are not only in the sea, but also in lakes, swamps, or rivers. Therefore underwater archeology not only studies archeological findings in the sea but also on the lake. Archaeological findings originating from within the Matano lake include in the form of pottery both intact and fractions mixed with metal objects. Lake Matano located in Luwu Regency in South Sulawesi is an ancient lake and is the deepest lake in Southeast Asia. How and why these pottery findings arrived inside the lake, are the problems that will be answered in this study. The aim is to find out the function and role of pottery in the sites of Lake Matano and what factors influence it. With the method of inductive reasoning and underwater exploration and land and an analogy with the findings of similar pottery in the terrestrial area of the lake, we can find a connection between the findings of pottery and the same activities related to the manufacture of metal objects, and strong suspicion of tectonic activity that affects the site's existence.

Keywords: Pottery, Underwater, Terrestrial, Metal, Lake Matano

Abstrak. Penelitian arkeologi bawah air biasanya berbicara tentang tinggalan arkeologi di bawah laut seperti kapal tenggelam. Isu kapal tenggelam ini menyangkut tentang muatan, jenis kapal, jalur pelayaran, jalur perdagangan, dan asal muasal dan teknologi pembuatan kapal. Permasalahannya, temuan arkeologi tidak saja berada di dalam laut, tetapi juga terdapat di perairan danau, rawa, ataupun sungai. Oleh karena itu, arkeologi bawah air tidak saja mempelajari temuan arkeologi di dalam laut, tetapi juga di danau. Temuan arkeologi yang berasal dari dalam Danau Matano antara lain berupa tembikar, baik utuh maupun pecahan yang bercampur dengan benda logam. Danau Matano yang terletak di Kabupaten Luwu di Sulawesi Selatan adalah danau purba dan merupakan danau terdalam di Asia Tenggara. Bagaimana dan mengapa temuan tembikar ini sampai berada di dalam danau adalah permasalahan yang hendak dijawab dalam penelitian ini. Tujuannya adalah untuk mengetahui fungsi dan peran keberadaan tembikar di situs-situs Danau Matano dan faktor-faktor apa yang mempengaruhinya. Dengan metode penalaran induktif dan ekplorasi bawah air dan daratan serta analogi dengan temuan tembikar serupa di area terrestrial danau dapat diketahui adanya hubungan antara temuan tembikar dengan aktivitas yang sama berkaitan dengan pembuatan benda logam, dan dugaan kuat adanya aktivitas tektonik yang mempengaruhi keberadaan situs.

Kata kunci: Tembikar, Bawah air, Terrestrial, logam, Danau Matano

Article Details

Section
Articles
Author Biographies

Rr. Triwurjani, Pusat Penelitian Arkeologi Nasional

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Shinatria Adhityatama, Pusat Penelitian Arkeologi Nasional

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Badan Penelitian dan Pengembangan, Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

References

Daftar Pustaka
Adhityatama, Shinatria, Rr. Triwurjani,
Priyatno H. Sulistyarto, Bambang Budi
Utomo, Suryatman 2017 “Underwater
Archaeological Study on Prehistoric
Material Culture in Matano Lake, South
Sulawesi, Indonesia” , dalam Journal of
Southeast Asian Archaeology No. 37
(2017).
Adhityatama, Shinatria; Rr. Triwurjani;
Priyatno Sulistyarto; Bambang Budi
Utomo; Suryatman. 2016. “Laporan
Penelitian Arkeologi Eksplorasi Maritim
Di Danau Matano, Sorowako.”
Bowens, Amanda. 2009. Underwater
Archaeology The NAS Guide Tio
Principles and Practises. Edited by
Amanda Bowens. The Fisrt. United
Kingdom: Blackwell Publishing Ltd.
Bulbeck, David; Bagyo Prasetyo. 1998.
“Survey of Pre-Islamic Historical Sites
in Luwu, South Sulawesi.” Walennae
No 1/I: 29–42.
Bullbeck, David and Ian Caldwell. 2000. Land
of Iron The Historical Archaeological
of Luwu and the Cenrena Valley.
OXIS, Centre for South-East Asian
Studies University of Hull, School
of Archaelogical and Anthropology
Australian National University.
Caldwell, Ian dan David Bullbeck. 2000.
““Negeri Besi: Tafsir Historis Leluhur
Masyarakat Kompleks Di Sulawesi
Selatan, Bab III, (Terjemahan).” In .
ww.oxis.org/terjemahan/negeri-besi.pdf,.
Geopark Indonesia. 2015. Danau Atano, Danau
Terdalam Asia Tenggara Yang Dihuni
IKan Purba Part 1. Indonesia. https://
youtu.be/mSEA9uMoIV0.
google.com 2019. n.d. Ancient Iron. https://
www.google.com/search?safe=ancient+
iron&chips.
Green, Jeremy. 2004. Maritime Archaeology:
A Technical Handbook. Secong edi.
New York: Routledge. https://doi.
org/10.4324/9781315424897.
Han, Rooseboom. 2015. Soroako – Home
of Indonesia’s Deepest Lake”.
indonesiaexpat.biz/travel/soroakohome-
of-indonesias-deepest-lake/
diunduh 22 Janauri 2019.
Indonesia Bagus. 2010. “Danau Matano’’
Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan.”
Indonesia. ttp//www youtube.com/
watch?v=JYudj1bVo2K.
Lukman, M.Nasir; Kharista Adyatma
Lamaliwa, Salahuddin Hesien, Agung
Setianto, Saptono Budi Samodra, Sugeng
Sapto Surjono. 2016. “Understanding
Matano Fault, Southeast Arm of
Sulawesi, Indonesia”.
Arkeologi Bawah Air: Temuan Tembikar Situs Terendam Di Danau Matano, Sulawesi Selatan, Rr. Triwurjani dan Shinatria Adhityatama
27
Megaihyamus. 2007. “Menelusuri Jejak
Eksploitasi Bijih Besi Prasejarah
Di Matano.” Indonesia. https://
m e g a i h y a m u i s . w o r d p r e s s .
com/2007/08/20/menelusuri-jejak/.
Muckelroy, Keith. 1978. Maritime Archaeology.
New Studies in Archaeology. Fisrt.
London: Cambridge University Press.
Pratama, Henki Rika. 2018. “Pembentukan
Data Arkeologi Bawah Air Kapal Liberty
Di Tulamben.” Berkala Arkeologi 38:
60–78.
Sharer, Robert J., Wendy Ashmore. 2005.
Discovey Our Past A Brief Introduction
to Archaeology. Mcgraw.Hill: Mcgraw.
Hil High Education.
Sofyan, Harry Octavianus. 2010.
“Permasalahan Arkeologi Bawah Air Di
Indonesia.” Kapata 6 no. 11.: 49–65.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif
Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Surono. 2010. “Geologi Lengan Tenggara
Sulawesi.” In Publikasi Khusus, edited
by Dr. Hermes Panggabean Dr. Nana
Suwarna, 139–59. Bandung: Badan
Geologi Kementerian Energi dan
Sumber Daya Mineral.
Tamuntuan, G., Bijaksana, s., Gaffar, E.,
Russell, J., Safiuddin, L. O., Huliselan,
E. 2012. “The Magnetic Properties of
Indonesian Lake Sediment: A Case
Study of a Tectonic Lake in South
Sulawesi and Maar Lakes in East Java.”
ITB J.SCI 42 A: 31–48.
Triwurjani. Rr.; Shinatria A, Priyanto Hadi S.,
Suryatman, Dida Yurnaldi, Abdullah
Abbas, Muslim Dimas Khoiru Dony.
2018. “‘Laporan Penelitian Arkeologi
Eksplorasi Potensi Arkeologi Maritim
Di Danau Matano, Sorowako’.” Jakarta.
Triwurjani, Rr. 2018. “‘Ragam Hias
Tembikar Matano Korelasinya Dengan
Tradisi Tembikar Sahuyn-Kalanay’.”
Purbawidya 7: 1–20. doi:DOI: https://
doi.org/10.24164/pw.v7i1.261.
Tuddenham, David Berg. 2010. "Maritime
Culture Landscape, Maritymi and Quasi
Objects.” Maritime Archaeology 3:
5–16. doi: DOI 10.1007/s11457-010-
9055-0. Springer.