Pemanfaatan Fauna Vertebrata dan Kondisi Lingkungan Masa Okupasi 8.000 – 550 BP di Situs Leang Jarie, Maros, Sulawesi Selatan

Authors

  • Fakhri Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan
  • Budianto Hakim Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan
  • Yulastri Universitas Hasanuddin
  • Salmia Universitas Hasanuddin
  • Suryatman Balai Arkeologi Provinsi Sulawesi Selatan
DOI     10.24832/amt.v39i1.17-34

Keywords:

fauna, vertebrata, environment, Leang Jarie Site

Abstract

Abstract. Utilization Of Vertebrate Fauna And Environmental Conditions Of Occupational Period 8.000 – 550 BP On The Site Of Leang Jarie, Maros, South Sulawesi. Vertebrate Remains from Leang Jarie Site at 8.000-550 BP Occupation in Maros Karst Area, South Sulawesi. The purpose of this study is to provide an overview of vertebrate fauna in Maros Pangkep karstic area, as one of the occupation areas at 8.000 years ago, Specifically, the purpose of this study is to describe of faunal remains found in the 2018-2019 excavation at Leang Jarie Site, Maros, South Sulawesi. This goal is achieved by using the Number of Identified Specimens (NISP) and Minimum Number of Individuals (MNI) calculation methods. The results of the study then showed that the fauna lived alongside human at this site included: fish, lizards, snakes, birds, frogs/toad, small Sulawesi cuscus, microchiroptera, megachiroptera, Sulawesi monkeys, rats, weasel/ferrets, babirussa and sus celebensis, anoa, buffaloes, and dogs. The results of the analysis and identification show that the presence of fauna on the Leang Jarie site is strongly influenced by humans who inhabit this site, this can be seen from the variety of fauna that lives following the changes of humans who inhabit Leang Jarie Sites at 8.000 to 550 BP. This study is one of the references of fauna that have lived and used as a food source or as human life support in this area.

 

Abstrak. Penulisan artikel ini bertujuan untuk memberikan deskripsi tentang fauna vertebrata di kawasan karst Maros Pangkep sebagai salah satu wilayah hunian sejak 8.000 tahun yang lampau, khususnya tentang jenis fauna pada ekskavasi 2018 dan 2019 di Situs Leang Jarie, Maros, Sulawesi Selatan. Penelitian ini menggunakan metode analisis penghitungan number of identified specimens dan penghitungan minimum number of individu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fauna yang hidup berdampingan dengan manusia di situs itu, antara lain ikan, kadal/biawak, ular, burung, katak/kodok, kuskus kecil Sulawesi, kelelawar pemakan serangga, kelelawar pemakan buah, monyet sulawesi, tikus, musang, babi rusa dan babi Sulawesi, anoa, kerbau, dan anjing. Hasil analisis dan identifikasi menunjukkan bahwa keberadaan fauna di Situs Leang Jarie sangat dipengaruhi oleh manusia yang menghuni situs itu. Hal itu terlihat dari variasi fauna yang hidup mengikuti
perubahan manusia yang mendiaminya pada 8.000 sampai 550 BP. Penelitian ini merupakan salah satu referensi informasi fauna yang pernah hidup dan dimanfaatkan sebagai sumber bahan makanan atau sisa fauna yang dimanfaatkan sebagai peralatan penunjang hidup manusia di wilayah tersebut.

References

Amin, Wilda. 2020. "Sisa Tulang Fauna Situs Cappa Lombo, Kec. Bontocani, Kab. Bone". Skripsi. Makassar: Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin.

Bellwood, Peter. 2000. Prasejarah Kepulauan Indo--Malaysia. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Bulbeck, David. 2004. “South Sulawesi in The Corridor of Island Populations along East Asia's Pacific Rim”. Dalam Quaternary Research in Indonesia oleh Susan G. Keates dan Juliette M. Pasveer. 221--258. Leiden: A. A. Balkema.

Clason, A. T. 1976. “A Preliminary Note About the Animal Remains from the Leang 1 Cave. South Sulawesi. Indonesia”. Modern Quaternary Res. South East Asia 2 53--67.

Clason, A. T. 1980. “Mesolithic Hunter--Gather in Sulawesi”. BIPPA Volume 2 65--68.

Clason, A. T. 1989. “Late Pleistocene / Holocene Hunter Gatherers of Sulawesi”. Paleohistoria volume 29 67--76.

Davis, Simon J. M. 2002. The Archaeology of Animals. USA and Canada: Routledge.

Duli, Akin, Stephen Chia, Muhammad Nur, Suryatman, Andi Muhammad Saiful, Hasanuddin, Budianto Hakim, Bernadeta AKW, dan Nani Somba. 2015. Laporan Ekskavasi di Situs Panningnge, Mallawa, Sulawesi Selatan. Makassar: Universitas Hasanuddin.

Fagan, Brian M. dan Nadia Durrani. 2014. In the Beginning An Introduction to Archaeology. New York: Routledge Taylor and Francis Group.

Fakhri. 2017. Penelitian Prasejarah Kawasan Situs Bontocani: Situs Gua Hunian Manusia Purba Masa Pra neolitik di Kabupaten Bone. Laporan Penelitian. Makassar: Balai Arkeologi Sulawesi Selatan.

Fakhri. 2018. “Arkeofauna Kawasan Karst Bontocani Kabupaten Bone, Sulawesi”. Walennae volume 2 1--38.

Fakhri. 2018a. Eksplorasi Gua--Gua Prasejarah Kawasan Karst Bontocani: Fase Hunian dan Lapisan Budaya dari Pleistosen Akhir Hingga Holosen di Dataran Tinggi Sulawesi Selatan. Laporan Penelitian. Makassar: Balai Arkeologi Sulawesi Selatan.

Fakhri. 2018b. “Vertebrate Fauna From Gua Sambangoala. South East Sulawesi”. Dalam Tera Australis: Archaeology of Sulawesi. Current Research on the Plestocene to The Historic Period, oleh Sue O' Connor, David Bulbeck, dan Juliet Meyer, 153----169. Australia: Australian National University.

Fakhri. 2019. “Identifikasi Awal dan Rekonstruksi Aspek Biologis Temuan Rangka Manusia LJ--1 Situs Leang Jarie, Maros, Sulawesi Selatan”. Walennae 113----124.

France, Diane L. 2009. Human and Nonhuman Bone Identification a Color Atlas. United States of America: CRC Press Taylor and Francis Group.

Hakim, Budianto, Fakhri, Suryatman, Delta Bayu Murti, Muhammad Nur, Rosmawaty Akin Duli, Asmunandar, Dewi Susanti, dan Hernianti. 2019. Sebaran dan Jejak Hunian Manusia Prasejarah Wallacea di Kawasan Karst Simbang, Maros, Sulawesi Selatan (Tahap II). Makassar: Balai Arkeologi Sulawesi Selatan.

Hakim, Budianto, M. Irfan Mahmud, Fakhri, Muhaeminah, Hernianti, Andi Muh, Saiful, dan Suryatman. 2018. Penelitian Situs Gua Prasejarah di Wilayah Maros dan Pangkep Sulawesi Selatan (Tahap I). Makassar: Balai Arkeologi Sulawesi Selatan.

Harrison, Terry. 1998. “Vertebrate Faunal Remains from Madai Caves (MAD 1/28) Sabah. East Malaysia”. Indo Pacific Prehistory Association Bulletin No. 17 85--92.

Hasanuddin. 2017. “Gua Panningnge di Mallawa. Maros: Kajian tentang Gua Hunian Berdasarkan Artefak Batu dan Sisa Fauna”. Naditira Widya Volume 11 81--96.

Heekeren, H. R. van. 1972. Stone Age of Indonesia 2nd edition. The Hague -- Martinus Nijhoff,

Kinnaird, M. F. 1997. Sulawesi Utara: Sebuah Panduan Sejarah Alam. Jakarta: Percetakan Redikencana.

Lee, R. J. dan R. Merrill. 2001. Keanekaragaman Hayati dan Konservasi di Sulawesi Bagian Utara. Jakarta: Wildlife Coservation Societies (WCS). Natural Resources dan Departemen Kehutanan.

Lyman, R. Lee. 2008. Quantitative Paleozoology. Cambridge. New York. Melbourne, Madrid, Cape Town, Singapore, Sao Paulo: Cambridge University Press.

Lyman, R. 1994. Vertebrate Taphonomy. Cambridge: Cambridge University Press.

Medway, Lord. 1966. “Animal Remains from Lobanng Angus, Niah”. Sarawak Museum Journal 14 185--216.

O'Connor, Terry. 2000. The Archaeology of Animal Bones. Sparkford. Great Britain: Sutton Publishing.

Pillans, B. dan P. Gibbard. 2012. “The Quaternary Period”. The Geologic Time Scale 2012 979--1010.

Prayoga, Kibagus Maulana. 2020. Artefak Tulang Pada Situs Bulu Sipong 1. Kecamatan Minasa Te'ne. Kabupaten Pangkep. Skripsi. Makassar: Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Hasanuddin.

Reitz, Elizabeth J. dan Elizabeth S. Wing. 2008. Zooarchaeology. New York. United States of America: Cambridge University Press.

Rustan. 2001. "Sistem Perolehan Moluska pada Leang Jarie Kabupaten Maros". Skripsi. Makassar: Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin.

Saiful, A. Muh. 2019. "Suidae dalam Strategi Subsistensi Penghuni Liang Panningnge. Maros. Sulawesi Selatan". Tesis. Jogjakarta: Fakultas Ilmu Budaya. Universitas Gadjah Mada.

Salmia. 2020. "Jejak Pakai Alat Tulang di Situs Leang Jarie. Kecamatan Simbang. Kabupaten Maros (Kajian Eksperimental Alat Tulang)". Skripsi. Makassar: Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin.

Sarasin, Paul dan Fritz Sarasin. 1905. Reisen in Celebes I. Wiesbaden, Jerman: Erster Band.

Schmid, Elisabeth. 1972. Atlas of Animal Bones, for Prehistorians, Archaeologists and Quaternary Geologists. Amsterdam. London. New York: Elsevier Publishing Company.

Simons, A. dan D. Bulbeck. 2004. “Late Quaternary Faunal Succesion in South Sulawesi. Indonesia”. Dalam Quaternary Research in Indonesia oleh S. G. Keate dan J. M. Pasvee. 177--184. London. UK: Taylor and Francis Group.

Siska. 2019. "Teknologi Alat tulang di Situs Cappa Lombo Kawasan Karst Bontocani. Kabupaten Bone". Skripsi. Makassar: Fakultas Ilmu Budaya Universitas Hasanuddin.

Stavrova, T., A. Borel. C. Daujeard. dan D. Vettese. 2019. “A GIS Based Approach to Long Bone Breakage Patterns Derived From Marrow Extraction”. Plos ONE 14 (5) 1--26.

Suryatman, Budianto Hakim, Muhammad Irfan Mahmud, Fakhri, Basran Burhan, Adhi Agus Oktaviana, Andi Muhammad Saiful, dan Fardi Ali Syahdar. 2019. “Artefak Batu Preneolitik Situs Leang Jarie: Bukti Teknologi Maros Point Tertua di Kawasan Budaya Toalean. Sulawesi Selatan”. Amerta 37 (1): 1--17.

Syahrumi. 2001. "Tulang--Tulang Binatang Situs Leang Jarie Kabupaten Maros". Skripsi. Makassar: Fakultas Sastra Universitas Hasanuddin.

Ubelaker, Douglas H. 2008. "The Forensic Evaluation of Burned Skeletal Remains : A Synthesis”. Forensic Science International (Elsevier) 183 (1--3): 1--5. doi:https://doi. org/ 10. 1016/j. forsciint. 2008. 09. 019.

Yulia, M. Yulastri. 2020. "Perubahan Konsumsi Fauna pada Tiap Lapisan Budaya di Leang Jarie. Kabupaten Maros". Skripsi. Makassar: Fakultas Ilmuu Budaya. Universitas Hasanuddin.

Published

2021-07-13

How to Cite

Fakhri, Budianto Hakim, Yulastri, Salmia, and Suryatman. 2021. “Pemanfaatan Fauna Vertebrata Dan Kondisi Lingkungan Masa Okupasi 8.000 – 550 BP Di Situs Leang Jarie, Maros, Sulawesi Selatan”. AMERTA 39 (1):17-34. https://doi.org/10.24832/amt.v39i1.17-34.

Issue

Section

Articles