Analisis Stakeholders dalam Pengelolaan Sumber Daya Arkeologi di Kota Cina, Medan.

Stanov Purnawibowo, Lucas Partanda Koestoro

Abstract


Analisis stakeholders bertujuan untuk mengetahui potensi dan kebijakan pengelolaan konflik antarpemangku kepentingan di kawasan Kota Cina, Medan. Metode yang digunakan berupa mengklasifikasikan sejumlah isu yang terkait dengan pengelolaan tinggalan arkeologis di Kota Cina. Isu tersebut memberikan gambaran umum tentang potensi konflik yang terjadi di Kota Cina. Potensi konflik itu selanjutnya dianalisis dengan menggunakan salah satu alat analisis konflik, yaitu
analisis bawang bombay. Hasil analisis menunjukkan adanya kesamaan kebutuhan yang menjadi simpul konflik, yaitu penggunaan lahan. Pengelolaan konflik yang baik untuk jangka panjang dalam proses pengelolaan Kota Cina adalah dengan negosiasi. Negosiasi dapat berupa musyawarah untuk
menemukan kesepakatan bersama yang mampu mengakomodasi para pemangku kepentingan. Kesepakatan tersebut terkait dengan pemberdayaan warga masyarakat di sekitar Kota Cina, khususnya para pemilik lahan, dalam mewujudkan sikap positif dan kesadaran mereka terhadap pelestarian sumber daya arkeologis di Kota Cina.

 

Abstract. Stakeholders Analysis in the Archaeological Resources Management at Kota Cina, Medan. Stakeholders analysis aims to determine the policies and potencies of conflict management among stakeholders in Kota Cina. The method used is classification of the issues related to the management of archaeological remains in Kota Cina. These issues provide a general overview of the potential conflicts that occurred in Kota Cina. The potential conflicts are then analyzed using one of the tools of conflict analysis, namely “onion analysis”. The analysis shows similarity of need that inflicts
conflict, which is land use. Better conflict management for the long term is to negotiate. Negotiations can be formed as a forum of discussion to reach a mutual agreement that can accommodate the stakeholders’ interests. Mutual agreement is linked to the empowerment of communities around Kota Cina, especially the land owners, to create awareness in preserving the archaeological resources in Kota Cina.


Keywords


Analisis stakeholders, Kota Cina, Konflik, Manajemen, Negosiasi

Full Text:

PDF

References


Ambary, Hasan Muarif. 1984. “Further Notes on Classification of Ceramics from the Excavation of Kota Cina.” In Studies on

Ceramic, 63–72. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Aceh. 2012. “Monitoring Pra Penataan Lingkungan di Kabupaten Samosir,

Monitoring Situs-Situs yang Dipelihara di Kota Medan dan Sekitarnya Tahun 2012.” Laporan Monitoring. Aceh Besar: BPCB

Aceh.

Chabot, Yohan, Y. Le Drezen, N. Limondin-Lozouet, and B. Sulistyanto. 2013. “Reconstitution Paleoenvironnementale Des Dynamiques Paysageres Durant Le Dernier Millenaire Aux Abordds Du Site Archaeologique de Kota Cina (Sumatera-Nord, Indonesie): Resultats Preliminaires.” Archipel 86: 113–30.

Fischer, Simon, Dekha Ibrahim, Richard Smith, Jawed Ludin, Steve Williams, and Sue Williams. 2001. Mengelola Konflik: Keterampilan dan Strategi untuk Bertindak. Terjemahan. Jakarta: The British Council.

Hodder, Ian. 2011. “Is a Shared Past Possible? The Ethics and Practice of Archaeology in the 21st Century.” In New Perspectives In Global Public Archaeology, edited by

Akira and Katsuyuki Okamura Matsuda, 19–18. New York: Springer.

Koestoro, Lucas Partanda. 2008. “Kota Cina dalam Sejarah Indonesia, Seminar Arti Penting Situs Kota Cina (Medan) dalam

Sejarah dan Pengintegrasiannya dalam Pengajaran di SMP/SMA. Universitas Negeri Medan 23 Februari 2008.” Medan.

Little, B.J. 2002. “Archaeology as a Shared Vision.” In Public Benefits of Archaeology, edited by Barbara J Little, 3–19. Florida: University of Florida Press.

McKinnon, Edmund Edwards. 1984. “Kota Cina Its Context and Meaning in The Trade of Southeast Asia in The Twelfth to Fourteenth Centuries.” Disertasi. London: Cornell University.

Miksic, John N., and Yap Choon Teck. 1992. “Compositional Analysis of Poettry from Kota Cina, North Sumatera: Implications for Regional Trade During the Twelfth to Fourteenth Centuries A.D.” In Asian Perspectives 31:57–76.

Notohadiprawiro, Tejoyuwono. 1996. “Pemanfaatan Lahan Basah: Kontroversi yang Tidak ada Habisnya.” Berita HITI IV

(12) : 20–22.

Oetomo, Repelita Wahyu, Deni Sutrisna, and Churmatin Nasoichah. 2015. Perataan Situs Kota Cina, Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Laporan Peninjauan Arkeologi. Medan: Balai Arkeologi Medan.

Okamura, Katsuyuki and Akira Matsuda. 2011. “Introduction: New Perspective in Global Public Archaeology.” In New Perspectives In Global Public Archaeology, edited by

Akira Matsuda and Katsuyuki Okamura,

–18. New York: Springer.

Perret, Daniel, Heddy Surachman, Ery Soedewo, Repelita Wahyu Oetomo, and Mudjiono. 2013. “The French-Indonesian

Archaeological Project in Kota Cina (North Sumatera): Preliminary Results and Prospects.” Archipel 86: 73–111.

Purba, Jonny. 2002. Pengelolaan Lingkungan Sosial. Edited by Jonny Purba. Jakarta: Yayasan Obor dan Kantor Menteri Negara

Lingkungan Hidup. Purnawibowo, Stanov. 2013. “Studi Kelayakan Arkeologi di Situs Kota Cina, Medan (Studi Awal dalam Kerangka Penelitian Arkeologi”. Berkala Arkeologi

Sangkhakala XVI (2):170–18.

Purnawibowo, Stanov. et al. 2008. Laporan Remaping Situs Kota Cina di Kelurahan Paya Pasir, Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Provinsi Sumatera Utara. Laporan Remaping. Medan: Balai Arkeologi Medan.

Setyowati, Endah. 2012. “Modul Workshop Analisis Konflik untuk Isu-Isu Arkeologi Publik.” Yogyakarta: Program Studi S-2 FIB Universitas Gadjah Mada, 25--26 Juni 2012.

Soedewo, Ery, Erond Damanik, Hernauli Sipayung, and Ater Budiman Sinaga. 2011. “Penelitian Situs Dunia di Sumatera

Utara Situs Kota Cina. Medan.” Laporan Penelitian Arkeologi. Medan: Balai Arkeologi Medan.

Sonjaya, Jajang Agus. 2005. “Pengelolaan Warisan Budaya di Dataran Tinggi Dieng: Kajian Lansekap, Sejarah Pengelolaan,

dan Nilai Penting.” Tesis. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada.

Tim Penyusun. 2008. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Kementerian Pendidikan Nasional.

Undang Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 Tentang Cagar Budaya.

Wibisono, Sonny Chr. 1981. “Tembikar Kota Cina: Sebuah Analisis Hasil Penggalian Tahun 1979 di Sumatera Utara.” Skripsi. Jakarta: Fakultas Sastra, Universitas Indonesia.

Sumber online:

Daryono, Herman, Atok S., and Tajudin E.K. 2010. “Pengembangan Sumber Benih Unggul Nipah (Nypa Fruticans Wurb) Penghasil Nira yang Produktif sebagai Sumber Bioetanol”. http://km.ristek.go.id/assets/files/Kehutanan/376%20D%20n/376.pdf. Diakses Selasa, 01 Juli 2014.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/amt.v34i1.77
Article Metrics

Abstract views: 299 | PDF views: 536 | Total views: 835




Copyright (c) 2016 AMERTA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

AMERTA INDEXED BY:

Copyright of AMERTA (e-ISSN 2549-8908 p-ISSN 0215-1324). Powered by OJS. ©Designed by Mujab.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.