Inskripsi Pernyataan Kematian pada Kompleks Makam Qadhi Jafri, Sosok Ulama dan Ahli Waris Syekh Muhammad Arsyad Al-Banjari.

Wajidi Wajidi

Abstract


Kajian ini bertujuan untuk (1) mengetahui riwayat hidup Qadhi Jafri; (2) menggambarkan tata letak Kompleks Makam Qadhi Jafri; (3) mendeskripsikan pernyataan kematian pada Kompleks Makam Qadhi Jafri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif yang menggabungkan penelitian sejarah dengan pendekatan Arkeologi Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Qadhi Jafri adalah seorang ulama, buyut dari ulama besar Kalimantan, Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. Kompleks Makam Qadhi Jafri berisi 36 makam yang berada dalam beberapa jirat. Selain makam Qadhi Jafri, tulisan yang berupa pernyataan kematian juga terdapat pada makam mertua Qadhi Jafri, yakni Haji Abdul Aziz (Kiai Demang Wangsa Negara) dan istri, dan makam Haji Muhammad Nur bin Haji Mustafa. Adanya tulisan pernyataan kematian tidak terlepas dari agama Islam serta pemahaman bahwa kematian bukanlah akhir dari kehidupan. Orang yang meninggal tetap hidup, tetapi rohnya berpindah tempat dari alam dunia ke alam barzakh.

 

Abstract. The Inscription of Death Statement on the Burial Complex of Qadi Jafri, The Heir of Islamic Scholar Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. This study aims to: (1) understand the life history of Qadi Jafri; (2) describe the layout of the burial area of Qadi Jafri; (3) describe the statement of death on the tombs at the burial complex of Qadi Jafri. The researcher uses the descriptive qualitative method, which combines historical research and Islamic archaeology approach. The result shows that the Qadi Jafri was a scholar and great-grandson of the great scholar in Kalimantan, Syekh Muhammad Arsyadal-Banjari. The burial area of Qadi Jafri comprises a total of 36 tombs. Besides om the tomb of Qadi Jafri, the written statement of death are also found the tombs of Qadi Jafri’s father in law, named Haji Abdul Aziz, and his wife, as well as on the tomb of Haji Muhammad Nur bin Haji Mustafa. The written statements of death on the tombs cannot be separated from the professed religion of Islam, which perceived the understanding that deathis not the end of life.


Keywords


Inskripsi, Pernyataan kematian, Kompleks Makam Qadhi Jafri

Full Text:

PDF

References


Al-Hilal, Pondok Yatim (penyusun). 2010. Al- Qur’an Terjemah dan Tafsir per Kata, Ringkasan Tafsir Ibnu Katsir Asbabun Nuzul Jalaluddin As-Suyuthi. Bandung: Pondok Yatim Al-Hilal bekerjasama dengan Penerbit Jabal.

Atmojo, Bambang Sakti Wiku. 1999. “Penelitian Arsitektur Makam Raja-Raja di Kabupaten Kutai, Kalimantan Timur”. Berita Penelitian Arkeologi 6.

---------. 2003. “Penulisan Pernyataan Kematian pada Makam Raja-Raja di Kalimantan Timur.” Naditira Widya 10: 24–34.

Azra, Azyumardi. 1998. Jaringan Ulama: Timur Tengah dan Kepulauan Nusantara Abad XVII dan XVIII. Bandung: Mizan.

Daudi, Abu. n.d. “Alimul Allamah Qadhi H. Abdussamad Bin Alimul Allamah Mufti H.”

Gottschalk, Louis. 1985. Mengerti Sejarah. Translated by Nugroho Notosusanto 4th ed. Jakarta: UI Press.

Hendraswati, et al. 2012. Upacara Daur Hidup Masyarakat Suku Banjar di Kalimantan Selatan. Pontianak: STAIN Pontianak Press bekerja sama dengan Balai Pelestarian Nilai Budaya Pontianak.

Hidayat, Komaruddin. 2012. Psikologi Kematian: Mengubah Ketakutan Menjadi Optimisme. Jakarta: Noura Books.

Ideham, M. Suriansyah, et al. 2007. Sejarah Banjar. Banjarmasin: Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Kalimantan Selatan.

Maskuni, et.al. 2006. Sejarah Perjuangan Rakyat Barito Kuala. Marabahan: Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, Pariwisata, dan Budaya Kabupaten Barito Kuala.

Pelaksana. n.d. Jamaluddin Bin Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari. Haul ke 116 “Datu H. Abdussamad.”

Sedyawati, Edi. 2012. Budaya Indonesia: Kajian Arkeologi, Seni, dan Sejarah. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

---------. 2014. Kebudayaan di Nusantara: Dari Keris, Tortor, Sampai Industri Budaya. Jakarta: Komunitas Bambu.

Sjamsuddin, Helius. 2001. Pagustian dan Temenggung Akar Sosial, Politik, Etnik dan Dinasti: Perlawanan di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah 1859- 1906. Jakarta: Balai Pustaka.

---------. 2012. Metodologi Sejarah. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Soekanto, Soerjono. 1987. Sosiologi: Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.

Steenbrink, Karel S. 1985. Beberapa Aspek Tentang Islam di Indonesia Abad Ke-19. Jakarta: Bulan Bintang.

Susanto, Nugroho Nur. 2004. “Beberapa Kasus Pseudo Makam di Kalimantan.” Naditira Widya 12: 21–34.

Tim Sahabat. 2013. Datu-Datu Terkenal Kalimantan Selatan. Kandangan: Penerbit Sahabat Mitra Pengetahuan.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/amt.v34i1.75
Article Metrics

Abstract views: 248 | PDF views: 325 | Total views: 573




Copyright (c) 2016 AMERTA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

AMERTA INDEXED BY:

Copyright of AMERTA (e-ISSN 2549-8908 p-ISSN 0215-1324). Powered by OJS. ©Designed by Mujab.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.