PERTANGGALAN RELATIF CANDI RONGGENG DI KABUPATEN CIAMIS, JAWA BARAT

  • Rus Yanti Balai Arkeologi Jawa Barat
  • Nanang Saptono Balai Arkeologi Jawa Barat
  • Endang Widyastuti Balai Arkeologi Jawa Barat
Keywords: Ronggeng Temple, Hindu Temple, West Java

Abstract

Abstract. The Relative Dating of Candi Ronggeng in Ciamis, West Java. Ronggeng temple is one of the Hindu temples in West Java. The temple was first discovered in 1976 and was excavated again in 1984, 1985, and 2016. The aim of excavations was to follow up on local government requests for zoning as an effort to preserve the temple. The early publication in 1984 placed the temple from the 8th -16th centuries whilst in the latest publication in 2011 placed the temple as a sacred ancient Sundanese building from the 13th-16 Th centuries. The purpose of this paper is to review the Ronggeng temple dating based on comparison with other temples in which the shapes and dates are known namely with Pananjung, Indihiang, and Bojongmenje temples. By comparing the excavations data and reviewing the historical context, the relative chronology of the Ronggeng temple was analyzed again. The results show that the Ronggeng temple is a Hindu temple built by a shallow foundation with tuff material. This temple is presumed to be originated from the 7 th-14th centuries according to the context of the time when Hinduism influenced Ciamis as seen in Tarumanagara and Kawali inscriptions. The range of this period is included in pre-Sunda or the times before the name of Sunda was first mentioned in the Rakryan Juru Pangambat inscription in 932 CE to Sunda period. At this time, the Hindu influence had already reached the hinterland of Sunda before the Buddha’s.

 

Abstrak. Candi Ronggeng merupakan salah satu candi Hindu di Jawa Barat. Candi itu pertama kali ditemukan pada 1976 dan digali kembali pada 1984, 1985, dan 2016. Penggalian bertujuan untuk menindaklanjuti permintaan pemerintah daerah untuk dilakukan zonasi sebagai upaya awal pelestarian. Publikasi awal yang dilakukan pada tahun 1984 menempatkan kronologi candi dari abad ke-8—16, sedangkan publikasi terakhir pada tahun 2011 menempatkan Candi Ronggeng sebagai bangunan suci Sunda Kuno berkurun waktu abad ke-13--16. Tujuan penulisan makalah ini adalah untuk mengkaji ulang pertanggalan Candi Ronggeng berdasarkan perbandingan dengan candi lain yang sudah diketahui bentuk dan kronologinya, yaitu dengan Candi Pananjung, Candi Indihiang, dan Candi Bojongmenje. Dengan melakukan perbandingan hasil ekskavasi dan tinjauan konteks kesejarahan, kronologi Candi Ronggeng dianalisis kembali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Candi Ronggeng adalah candi yang dibangun dengan konstruksi fondasi dangkal dengan material tufa. Candi itu diduga berasal dari kisaran masa abad ke-7--14 sesuai dengan konteks saat Ciamis mendapat pengaruh Hindu yang terlihat dari prasasti masa Tarumanagara dan Kawali. Kisaran masa ini termasuk ke dalam masa pra-Sunda atau masa sebelum nama Sunda disebut pertama kali dalam Prasasti Rakryan Juru Pangambat pada 932 hingga memasuki masa Sunda. Pada masa itu, pengaruh Hindu diduga sudah lebih dahulu memengaruhi wilayah pedalaman Sunda sebelum Buddha.

References

Arief, Johan, Harry Nugroho, dan Sigit Budiagung. 2015. “Geoarkeologi Teras Purba Bengawan Solo di Sekitar Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur”. Purbawidya: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi 4 (2): 71--82.

Arief, Johan. 2019. “Geomorphological Identification at Padang Candi Site Kuantan Singingi Regency Riau Province”. Purbawidya: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi 8 (1): 43--54.

Ayatrohaedi. 1986. "Niskalawastukancana (1348--1475): Raja Sunda Terbesar?" In Pertemuan Ilmiah Arkeologi IV. 25--36.

Djafar, Hasan. 2011. "Prasasti Batutulis Bogor". Amerta Penelitian dan Pengembangan Arkeologi 29 (1): 1--13.

Djubiantono, Tony & D.D. Bintarti. 1986. "Laporan Penelitian Arkeologi dan Geologi di Jawa Barat". Berita Penelitian Arkeologi. Jakarta. Proyek Penelitian Purbakala Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Ferdinandus, Peter. 1984. "Penelitian Arkeologi di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat tanggal 1 s/d 15 Agustus 1984". Laporan Penelitian Arkeologi. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Ferdinandus, Peter. 1990. "Situs Batu Kalde di Pangandaran Jawa Barat". Monumen, Karya Persembahan Untuk Prof. Dr. Soekmono, Seri Penerbitan Ilmiah No.11 Edisi Khusus, edited by Supratikno Rahardjo, Edi Sedyawati, dan Ingrid H.E Pojoh: 285--301. Depok: Universitas Indonesia.

Indradjaja, Agustijanto dan Endang Sri Hardiati. 2014. "Awal Pengaruh Hindu Buddha di Nusantara". Kalpataru 23 (1): 17--33.

Krom, N. J. 1967. Laporan Kepurbakalaan Djawa Barat Tahun 1914. Terjemahan. Batavia: Projek Penundjang Kesenian Sekolah Dasar Propinsi Djawa Barat, 1970--1971.

Laili, Nurul. 2015. "Pola Keletakan Situs-Situs Neolitik di Kawasan Cineam, Tasikmalaya". Purbawidya, Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi, 4 (2): 97--108.

Poesponegoro, Marwati Djoened, dan Nugroho Notosusanto. 1993. Sejarah Nasional Indonesia II. Jakarta: Balai Pustaka. Edisi Ke-4.

Prijono, Sudarti. 2015. "Aspek Adaptasi dan Akulturasi Budaya di Situs Bumi Rongsok, Tasikmalaya". Purbawidya, Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi, 4 (2): 109--123.

Munandar, Agus Aris. 2011. Bangunan Suci Sunda Kuna. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

Nastiti, Titi Surti. 1996. Prasasti Kawali, Jurnal Penelitian Balai Arkeologi Bandung, 4 (November): 19--37.

Nastiti, Titi Surti dan Hasan Djafar. 2016. "Prasasti-Prasasti dari Masa Hindu--Buddha (Abad ke-12--16 Masehi) di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Purbawidya, Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi 5 (2):101--116.

Rusyanti, Nurul Laili., Endang Widyastuti., Desril Riva Shanti., dan Effie Latifundia. 2017. "Rekonstruksi Bentuk Candi Indihiang Kota Tasikmalaya Jawa Barat". Laporan Penelitian Arkeologi. Bandung: Balai Arkeologi Jawa Barat.

Santiko, Hariani. 1996. "Seni Bangunan Sakral Masa Hindu-Buddha di Indonesia (Abad VIII--XV Masehi): Analisis Arsitektur dan Makna Simbolik". Jurnal Arkeologi Indonesia, No.2 (Maret): 136--158.

Saptono, Nanang. 1994. “Religi pada Masa Kerajaan Sunda Kawali (Telaah atas Prasasti Pendek di Situs Astana Gede Kawali)”. Berkala Arkeologi Tahun XIV Edisi Khusus Evaluasi Data dan Interpretasi Baru Sejarah Indonesia Kuna (dalam rangka purnabakti Drs. M.M. Soekarto Karto Atmodjo): 68--72.

Saptono, Nanang., Endang Widyastuti., dan Rusyanti. 2017. "Laporan Penelitian Ekskavasi di Situs Candi Ronggeng Desa Sukajaya, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat". Berita Penelitian Arkeologi. Bandung: Balai Arkeologi Jawa Barat.

Saptono, Nanang. 2012a. "Penelitian Puncak-puncak Peradaban di Pantai Utara Jawa Barat dan Proses Perjalanan Masyarakat Hindu". Kalpataru Majalah Arkeologi 21(1): 30--38.

Saptono, Nanang. 2012b. "Peranan Anjing pada Masyarakat yang Bermukim di sekitar Candi Bojongmenje Rancaekek, Bandung Abad VIII--1X". Arkeologi Ruang: Lintas Waktu sejak Prasejarah hingga Kolonial di Situs-situs Jawa Barat dan Lampung, edited by Heriyanti Ongkodharma Untoro: 93--112. Bandung: Alqa Print Jatinangor.

Soeroso. 1995. Pola Persebaran Situs Bangunan Masa Hindu-Buddha di Pesisir Utara Wilayah Batujaya dan Cibuaya Jawa Barat: Tinjauan Ekologis. Tesis. Depok: Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Utomo, Bambang Boedi. 2004. Arsitektur Bangunan Suci Masa Hindu-Buddha di Jawa Barat. Jakarta: Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Proyek Penelitian dan Pengembangan Arkeologi: Asisten Deputi Urusan Arkeologi Nasional (2004--2005).

Undang-Undang Republik Indonesia tentang Cagar Budaya. No. 11 tahun 2010.

Widyastuti, Endang. 2017. "Arsitektur Bangunan Suci di Situs Indihiang Kota Tasikmalaya". Purbawidya: Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi 6 (1):19--31.

Widyastuti, Endang. 2014. “Bentuk Bangunan Suci pada Akhir Masa Klasik”. In Prosiding Seminar Nasional Arkeologi Kesatuan dalam Keberagaman. 79--87.

Published
2020-12-08
How to Cite
Yanti, Rus, Nanang Saptono, and Endang Widyastuti. 2020. “PERTANGGALAN RELATIF CANDI RONGGENG DI KABUPATEN CIAMIS, JAWA BARAT”. AMERTA 38 (2), 145-60. https://doi.org/10.24832/amt.v38i2.145-160.
Section
Articles