Aktivitas Masa Lalu Masyarakat Pendukung Situs Doro Mpana, Dompu

  • Ni Putu Eka Juliawati Balai Arkeologi Bali
  • Sonny Chr. Wibisono Pusat Penelitian Arkeologi Nasional
  • Luh Suwita Utami Balai Arkeologi Bali
  • Ati Rati Hidayah Balai Arkeologi Bali
  • Nyoman Rema Balai Arkeologi Bali
Keywords: Doro Mpana, Dompu, Batu Dimpa

Abstract

Abstract, Research at Doro Mpana Site started with a report from the Head of Kandai Satu Village about the findings of a number of objects which are suspected of being archaeological remains in the form of earthenware fragments, ceramics, metal objects, human bone fragments, and Batu Dimpa. Batu Dimpa is a term given by the community for flat stones which are believed to be ancient grave markers. The purpose of this study was to determine the activities carried out by the community of Doro Mpana Site in the past. Data was collected through excavation, survey, and interview methods. Data were analyzed using specific analysis that focused on the physical characteristics of artifacts and contextual analysis related to the connection between archeological data. Three excavation squares were opened in this first phase of research. The results of excavation are earthenware fragments, foreign ceramic fragments, andesite stones, Batu Dimpa, brick structures, and human bone fragments. In the past, Doro Mpana site was once used for burial. Foreign ceramics findings show that the community in the past had been in contact with the outside world in trade relations. Utilization of Doro Mpana as a settlement in more recent time is supported by brick findings and some historical records.

 

Abstrak, Penelitian di Situs Doro Mpana diawali dengan laporan Lurah Kandai Satu tentang temuan sejumlah benda yang diduga merupakan tinggalan arkeologi berupa fragmen gerabah, keramik, benda logam, fragmen rangka individu manusia, dan Batu Dimpa. Batu Dimpa adalah sebutan masyarakat untuk batu pipih yang dipercaya merupakan penanda kubur kuno. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas masyarakat pendukung Situs Doro Mpana pada masa lalu. Pengumpulan data dilakukan dengan metode ekskavasi, survei, dan wawancara. Data dianalisis dengan menggunakan analisis khusus yang menitikberatkan ciri fisik artefak dan analisis kontekstual yang berkaitan dengan hubungan antardata arkeologi. Tiga buah kotak ekskavasi dibuka dalam penelitian tahap pertama ini. Adapun hasil ekskavasi adalah berupa fragmen gerabah, fragmen keramik asing, batu andesit, Batu Dimpa, struktur bata, dan fragmen tulang individu manusia. Pada masa lalu Situs Doro Mpana pernah dimanfaatkan untuk penguburan. Temuan keramik asing menunjukkan bahwa masyarakat pada masa lalu telah mengadakan kontak dengan dunia luar dalam hubungan perdagangan. Pemanfaatan Doro Mpana sebagai permukiman pada masa yang lebih muda didukung temuan bata dan catatan sejarah.

References

Ambarawati, Ayu. 2003. “Keramik dari Situs Kubur Ta’a, Kecamatan Kempo, Kabupaten Dompu”. Forum Arkeologi 16 (2): 98–106.

Anonim. 2008. Metode Penelitian Arkeologi. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Ardhana, I Ketut. 2005. Penataan Nusa Tenggara Pada Masa Kolonial 1915-1950. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Bagus, AA Gde. 2003. “Keramik Asing dari Dorompana Dompu Nusa Tenggara Barat”. Forum Arkeologi 16 (3): 44–55.

Geria, I Made. 2004. “Ekskavasi Situs Warukali, Kampung Kandai Satu, Kelurahan Kandai Satu, Dompu, NTB”. Denpasar.

———. 2011. “Permukiman Tradisional Masyarakat Kesultanan Tambora”. Forum Arkeologi 24 (2): 128–38.

Grant, Jim, Sam Gorin, and Neil Fleming. 2002. The Archaeology Coursebook: An Introduction to Study Skills, Topics and Methods. London: Routledge.

Hagerdal, Hans. 2017. Held’s History of Sumbawa. Amsterdam: Amsterdam University Press. https://doi.org/10.5117/9789462981614.

Harkantiningsih, Naniek. 2010. “Keramik Muatan Kapal Karam Di Perairan Utara Cirebon: Bukti Jaringan Pelayaran Kuna”. Amerta, Jurnal Penelitian Dan Pengembangan Arkeologi 28: 95–110.

———. 2013. “Muatan Intan Shipwreck Abad Ke-10: Variabilitas Dan Kronologi”. Amerta, Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi 31 (2): 81–97.

Kasmin, Yohanis. 2017. “Arkeologi Pemukiman Situs Pongka, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan”. Jurnal Walennae 15 (1): 43–58.

Rahmawan, Muhammad, Wiwin Djuwita, and Sudjana Ramelan. 2014. “Pemukiman Kutai Lama Masa Kerajaan Kutai Kartanegara Kalimantan Timur”. Universitas Indonesia. http://www.lontar.ui.ac.id/ naskahringkas/ 2017-03/S58371-Muhammad Rahmawan.

Reid, Anthony. 2014. Asia Tenggara dalam Kurun Niaga 1450-1680 (Jilid 1: Tanah di Bawah Angin). Jakarta: Yayasan Pustaka Obor Indonesia.

Rema I Nyoman, Ni Putu Eka Juliawati, Hedwi Prihatmoko. 2018. “Doro Bata Site in Dompu, Nusa Tenggara Barat: Study on Form, Space and Time”. Kapata Arkeologi 14 (1): 79–88. https://doi.org/10.24832/kapata.v14i1.505.

Saleh, Israil M. 1985. Sekitar Kerajaan Dompu. Dompu: Pemerintah Daerah Tingkat II Dompu.

Sumerata, I Wayan. 2014. “Jejak Peradaban Islam di Situs Doro Bata, Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat”. Forum Arkeologi 27 (3): 229–38.

Susetyo, Sukawati. 2014. “Pengaruh Peradaban Majapahit di Kabupaten Bima dan Dompu”. Forum Arkeologi 27 (2): 121–34.

Published
2020-02-14
Section
Articles