Subak sebagai Benteng Konservasi Peradaban Bali

I Made Geria, nfn Sumardjo, Surjono H. Sutjahjo, nfn Widiatmaka, Rachman Kurniawan

Abstract


The degradation of nature has potential to weaken the harmony between humans and their environment in a number of subak. Subak culture is only effective at the level of the superstructure, but the level of implementation is that subak have begun to be degraded due to land conversion, transfer of professions, poor economies, and young people who do not want to continue subak tradition. The purpose of this research is to see the existence of subak civilization then creates the policy strategy to develop Subak’s role as an ecological civilization tourism destination. The effectiveness method was used to see the existence of subak and AWOT Method as subak developing strategy to an ecoculture-tourism. Based on the results of effectiveness analysis and AWOT, it shows that subak culture as Bali civilization at the superstructure level is still exists and strong. However, at implementation level, there had been a weakening especially in urban areas. The implementation and preservation of the Sarbagita community based on the three components study was quite effective even for the superstructure component into a very effective category with an effectiveness value of 83.84%. So the components of the superstructure need to be maintained as a fortress of civilization in Sarbagita. However, the components of the social structure and infrastructure had quite low values, which are 59.55 percent and 50.32 percent respectively, which was included in the effective category but located in critical value. So it needs to improve level of social structure and infrastructure so that the three components of the subak civilization run effectively.

Degradasi alam berpotensi melemahkan harmonisasi antara manusia dan lingkungannya di sejumlah subak. Budaya subak hanya efektif pada tingkat suprastruktur, tetapi dalam implementasinya subak telah mulai terdegradasi karena konversi lahan, pengalihan profesi, ekonomi miskin, dan kaum muda yang tidak ingin melanjutkannya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melihat keberadaan peradaban subak, kemudian strategi kebijakan dalam mengembangkan peran subak sebagai tujuan wisata peradaban ekologis. Metode efektivitas digunakan untuk melihat keberadaan subak dan metode AWOT sebagai strategi pengembangan subak untuk wisata peradaban ekologi. Berdasarkan hasil analisis efektifitas dan AWOT menunjukkan bahwa budaya subak sebagai peradaban Bali di tingkat suprastruktur masih ada dan kuat. Namun, pada level implementasi telah terjadi pelemahan, terutama di daerah perkotaan. Pelaksanaan dan pelestarian masyarakat Sarbagita berdasarkan tiga komponen (sebutkan komponennya) yang diteliti efektif bahkan untuk komponen superstruktur masuk kedalam kategori sangat efektif dengan nilai efektivitas sebesar 83.84%. Sehingga komponen superstruktur perlu dipertahankan sebagai benteng peradaban di Sarbagita. Namun untuk komponen struktur sosial dan infrastruktur mempunyai nilai cukup rendah yaitu berturut-turut 59.55 persen dan 50.32 persen yang termasuk dalam kategori efektif tetapi berada pada titik kritis. Sehingga perlu dilakukan perbaikan pada tataran struktur sosial dan infrastruktur agar ketiga komponen peradaban subak berjalan efektif.


Keywords


AWOT; peradaban subak; efektivitas

Full Text:

PDF

References


Elkington, J. 1997. “Cannibals with Forks, the Triple Bottom Line of Twentieth Century Business”. CSR: Sebuah Keharusan (Investasi Sosial). Nugraha, Setia Benny dkk., ed. 2005, hlm. 19--20. Jakarta: Pusat Penyuluhan Sosial (Pusensos) Departemen Sosial RI.

Fajar, P.K. 2015. “Penerapan Tri Hita Karana untuk Keberlanjutan Sistem Subak yang Menjadi Warisan Budaya Dunia: Kasus Subak Wangaya Betan, Kecamatan Penebel, Kabupaten Tabanan”. Jurnal Manajemen Agribisnis. 3(1), 22—33.

Geria, I Made. 2007 “Tinggalan Arkeologi pada Bentangan Alam Jati Luwih”. Laporan Penelitian Arkeologi. Denpasar: Balai Arkeologi Bali.

Gibson JL. 1994. Organisasi dan Manajemen, Perilaku, Struktur dan Proses. Erlangga: Jakarta.

Marimin, 2005. Teknik dan Aplikasi Pengambilan Keputusan Kriteria Majemuk. Jakarta: PT Gramedia Widiasarana Indonesia.

Nurmianto, Nasution A.H. dan S. Syafar. 2004. “Perumusan Strategi Kemitraan Menggunakan Metode AHP dan SWOT: Studi Kasus pada Kemitraan PT INKA dParasoengan Industri Kecil Menengah di Wilayah Karesidenan Madiun”. Jurnal Teknik Insdustri. 6(1): 47--60.

Paraso, A. 2013. “Efektivitas Badan Permusyawaratan Desa dalam Penyelenggaraan Pengaisan Pemerintahan di Desa Sereh: Suatu Studi di Desa Sereh Kecamatan Lirung Kabupaten Kepulauan Talaud”. Jurnal Eksekutif. 2(1): 1--10.

Rabindra, I.B. 2009. “Nilai Kearifan Lokal Tri Hita Karana dalam Penataan Ruang Kota Berkelanjutan di Bali”. Jurnal Arsitektur Lanskap. 2(3): 16--31.

Rangkuti, F. 2014. Analisis SWOT: Teknik Membedah Kasus Bisnis. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Saaty, T.L. 1991. Pengambilan Keputusan bagi Para Pemimpin. Penerjemah L Setyono. Jakarta: PT Pustaka Binaman Pressindo.

Setiawan, I.K. 1995. “Subak: Organisasi Irigasi pada Pertanian Padi Sawah Masa Bali Kuno”. Tesis. Depok: Universitas Indonesia.

Silalahi, U. 2009. Metode Penelitian Sosial. Bandung: PT Rafika Adiama.

Steers RM. 1985. Efektivitas Organisasi. Erlangga: Jakarta.

Sudarta, W. 2005. Beragam Nilai Tradisional Subak (Revitasilasi Subak dalam Memasuki Era GloBalisasi). Yogyakarta: Penerbit Andi.

Sudiana, I.M. dan G.I. Sudirgayasa. 2015. “Integrasi Kearifan Lokal Bali dalam Buku Ajar Sekolah Dasar”. Jurnal Kajian Bali. 5(1):181--200.

Turban, E., J. Aronson, dan P.T. Liang 2005. Decision Support Systems and Intellegent Systems. New Jersey: Pearson Education, Inc.

Windia, W. dan R.K. Dewi 2011. Analisis Bisnis Berlandaskan Tri Hita Karana. Denpasar: Udayana University Press.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/amt.v37i1.39-54
Article Metrics

Abstract views: 25 | PDF views: 12 | Total views: 37




Copyright (c) 2019 AMERTA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

AMERTA INDEXED BY:

Copyright of AMERTA (e-ISSN 2549-8908 p-ISSN 0215-1324). Powered by OJS. ©Designed by Mujab.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.