Interpretasi Pemaknaan Relief Tokoh Gaja-Lakșmī Koleksi Museum Sonobudoyo, Yogyakarta

  • Ashar Murdihastomo Pusat Penelitian Arkeologi Nasional
  • Yoses Tanzaq Balai Pelestarian Cagar Budaya Yogyakarta
  • Ayu Dipta Kirana Museum Sonobudoyo
  • Fitra Nur Fadhilah Museum Sonobudoyo
Keywords: Gaja-Lakșmī, Relief, Iconography, Ikonografi

Abstract

Abstract, The existence of Gaja-Lakșmī sculpture at Sonobudoyo Museum is interesting because it is rarely found in Indonesia. The figure of Gaja-Lakșmī is depicted in a sitting position. There are two elephants that carved on the right and left side of goddess. The elephants lift their trunks and showed that they are pouring water on the goddess. Certainly, the sculpture has a specific purpose, especially, because it was carved on media that indicated as the upper (dorpal) entrance of a temple building. The aim of disclosure of the sculpture is to find out the purpose and function of the depiction of the Gaja-Lakșmī  character in the past. Through the process of identifying iconography and literature studies, the purpose and function of the depiction of the Gaja-Lakșmī  figure is as a protector of people's welfare.

 

Abstrak, Keberadaan relief tokoh Gaja-Lakșmī di Museum Sonobudoyo merupakan salah satu hal menarik mengingat gambaran ini sangat jarang ditemukan di Indonesia. Tokoh Gaja-Lakșmī tersebut digambarkan dalam posisi duduk yang pada sisi kanan dan kirinya terdapat dua ekor gajah yang mengangkat belalai seolah-olah menuangkan air kepada sang dewi. Tentunya penggambaran tokoh dewi ini memiliki maksud tertentu, terlebih, karena tokoh ini diletakkan di tempat yang diindikasikan sebagai bagian atas (dorpal) pintu masuk suatu bangunan candi. Pengungkapan makna penggambaran ini adalah untuk mengetahui tujuan dan fungsi tokoh Gaja-Lakșmī pada masa Matarām Kuno. Melalui proses identifikasi ikonografi dan kajian pustaka, diperoleh informasi bahwa tujuan dan fungsi penggambaran tokoh Gaja-Lakșmī adalah sebagai pelindung kesejahteraan masyarakat.

References

Acri, Andrea; Jordaan, Roy. 2012. “The Dikpalas of Ancient Java Revisited: A New Identification for the 24 Directional Deities on the Siva Temple of the Loro Jonggrang Complex.” Bijdragen 168 (2/3): 274–313.

Budiarto, Eri; Nurcahyo, Gatut Eko; Junawan, M; Purbasari, Riris; Rohyani, Siti; Widayanti, Wiwing Wimbo. n.d. Dewa-Dewi Masa Klasik. Edited by Respati Nugrahani, D.S.; Azzah, Zaimul; Hardjajanta. Edisi Revi. Klaten: Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Tengah.

Chidananda, Swami. n.d. “The Eightfold Lakshmi.” Divyajivan.

Choate, Amba. 2014. “Lakshmi: Everything You Need To Know.” The White Hindu. 2014.

Dawson, Christopher. 1958. Religion and Culture. New York: Meridian Books.

Harto, Dwi Budi. 2005. “Tata Cara Pendirian Candi: Perspektif Negarakertagama.” Imajinasi 1 (2): 1–18.

Indradjaja, Agustijanto. 2005. “Awal Persentuhan Agama Buddha Di Daerah Pantai Utara Jawa Barat (Kompleks Percandian Batujaya).” In Religi Dalam Dinamika Masyarakat, edited by Supratikno Rahardjo, 45–59. Bandung: Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia.

Indradjaja, Agustijanto, and Endang Sri Hardiati. 2014. “Awal Pengaruh Hindu Buddha Di Nusantara.” Kalpataru 23 (1): 17–34.

Istari, T.M. Rita. 2015. Ragam Hias Candi-Candi Di Jawa: Motif Dan Maknanya. Yogyakarta: Kepel Press.

Istari, T M Rita. 2012. “Penemuan Sebuah Candi Bata Di Daerah Pantura Jawa Tengah.” Berkala Arkeologi 32 (1): 27–38.

Jordaan, Roy E. 1992. “Surya and Nairrta on the Siva Temple of Prambanan.” Bijdragen Tot de Taal-, Land- En Volkenkunde 148 (1): 59–66.

Lakonawa, Petrus. 2013. “Agama Dan Pembentukan Cara Pandang Serta Perilaku Hidup Masyarakat.” Humaniora 4 (45): 790–99.

Narayan, M.K.V. 2007. Flipside of Hindu Symbolism: Sociological and Scientific Linkages in Hinduism. Fultus Books.

Nastiti, Titi Surti. 2003. Pasar Di Jawa Masa Mataram Kuna Abad VIII - XI Masehi. Bandung: Pustaka Jaya.

———. 2014. “Jejak-Jejak Peradaban Hindu-Buddha Di Nusantara.” Kalpataru 23 (1): 63–64.

Pattanaik, Devdutt. 2003. Indian Mythology: Tales, Symbols, and Rituals From the Heart of the Subcontinent. Rochester: Inner Traditions Internations.

Poesponegoro, Marwati Djoened; Notosusanto, Nugroho, ed. 2010. Sejarah Nasional Indonesia II: Zaman Kuno. Jakarta: Balai Pustaka.

Prasetyo, Bagyo. 2006. “A Role of Megalithic Culture in Indonesian Cultural History.” In Archaeology: Indonesian Perspective, edited by Titi Surti Simanjuta, Truman; Hisyam, M; Prasetyo, Bagyo, Nastiti, 282–94. Jakarta: Indonesian Institute of Science (LIPI).

Ramanuja, Pandit Sri Rama. 2015. Hindu Iconology: The Study of the Symbolism and Meaning of Icon. Simha Publications. www.australiancouncilofhinduclergy.com.

Ramen, Fred. 2008. Indian Mythology. New York: The Rosen Publishing Group, Inc.

Restiyadi, Andri. 2006. “Analisis Sintaktik, Semantik, Dan Kreativitas Seniman Jawa Dalam Pembingkaian Tanda Visual-Naratif Pada Relief Cerita Krsna Di Candi Prambanan.” Universitas Gadjah Mada.

Soekmono. 1985. “Amertamanthana.” Amerta 1: 43–48.

Suantika, I Wayan. 2007. “Dua Buah Arca Perwujudan Koleksi Museum Negeri Siwalima Ambon.” Kapata Arkeologi 3 (5): 28–48.

Williams, George. 2003. Hanbook of Hindu Mythology. California: ABC-CLIO, Inc.

Yogi, Ida Bagus Putu Prajna. 2018. “Peran Pemukiman Pada Abad Ke-14 Hingga Abad Ke-20 Pada DAS Pawan, Kalimantan Barat Dengan Penerapan Model Dendritik.” Naditira Widya 12 (1): 39–54.

Yondri, Lutfi. 2006. “A Short Review on the Megalitihic Function in Indonesia.” In Archaeology: Indonesian Perspective, edited by Titi Surti Simanjutak, Truman; HIsyam, M; Prasetyo, Bagyo; Nastiti, 295–302. Jakarta: Indonesian Institute of Science (LIPI).

Zimmer, Heinrich. 1946. Myths and Symbols in Indian Art and Civilization. Edited by Joseph Campbell. Washington, D.C.: Pantheon Books, Inc.

Published
2020-02-14
Section
Articles