Sebaran dan Karakteristik Situs Arkeologi di Kalimantan Tengah

Nia Marniati Etie Fajari

Abstract


Kalimantan Tengah landscape consists of the Schwaner-Muller Mountain, the coastal area, and plain on the river bank.  This environment supplies the abundant resources as a cultural area inhabited by humans since the prehistoric times.  The researches in Kalimantan Tengah havefound archaeological sites which spread in each landscape.  This article discusses how the characteristic of archaeological sites in Kalimantan Tengah based on the geographical location.  This research begins with data collecting from archaeology research report fromcentral Kalimantan region at Balai Arkeologi Kalimantan Selatan during 1993-2018.  This research aims to find out the site characteristics on the different geographical location.  The method classify the sites based ongeographic location.  The next step is identifiying the sites based on geographicparameters and environment condition, characteristics of artifacts, cultural characteristics, and its chronology.  This research result is indicating that the site distribution in Kalimantan Tengah region tend to be at watersheds, starting  from the upstream to the coastal area, and the characteristic of the site is affected by its geographical locational.  

 

Provinsi Kalimantan Tengah memiliki bentang alam berupa pegunungan, wilayah pesisir, dan dataran di tepi sungai.  Lingkungan tersebut menyediakan sumber daya alam yang melimpah sehingga menjadi kawasan budaya yang dihuni oleh manusia sejak masa prasejarah sampai dengan masa sekarang.  Penelitian arkeologi di wilayah Provinsi Kalimantan Tengah menemukan situs arkeologi yang tersebar pada tiap satuan lahan.  Artikel ini mengangkat permasalahan mengenai bagaimana karakteristik situs arkeologi yang berada di Kalimantan Tengah berdasarkan kondisi geografisnya. Tulisan ini diawali dengan pengumpulan data berdasarkan “Laporan Penelitian Arkeologi (LPA)” dari 1993--2017 yang dilakukan di wilayah administrasi Provinsi Kalimantan Tengah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik situs pada setiap lokasi geografis yang berbeda. Tulisan ini menggunakan metode dengan membuat klasifikasi situs berdasarkan lokasi geografis. Langkah selanjutnya adalah identifikasi situs berdasarkan parameter letak geografis dan kondisi lingkungan, karakteristik temuan, karakteristik budaya, dan kronologi waktu, baik absolut maupun relatif. Hasil analisis menunjukkan bahwa sebaran situs arkeologi di wilayah Kalimantan Tengah cenderung berada di daerah aliran sungai, mulai dari hulu sampai ke pesisir. Keletakan geografi juga memberi pengaruh pada karakteristik situs yang ditemukan. 


Keywords


Situs arkeologi; Kalimantan Tengah; daerah aliran sungai; permukiman; Dayak

Full Text:

PDF

References


Birawa, Cakra, and Raden Mas Sukarna. 2016. “Zonasi Ekowisata Kawasan Konversi Pesisir Di Kecamatan Katingan Kuala, Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah Melalui Pendekatan Ekologi Bentang Lahan.” Jurnal Ilmu Kehutanan 10 (1): 19–32.

Erviantari, Dian, and Muhammad Sarkowi. 2014. “Erviantari, Dian Sarkowi, Muhammad.” Jurnal Geofisika Eksplorasi 2 (1): 13–20.

Fadillah, Ali. 2006. “Kotawaringin.” In Permukiman Di Indonesia Perspektif Arkeologi, 259–67. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.

Fajari, Nia Marniati Etie. 2017. “Karakteristik Situs-Situs Arkeologi Kalimantan Selatan Berdasarkan Lokasi Geografis.” Naditira Widya 11 (1): 61–79.

Harkantiningsih, Naniek, and Vida Pervaya Rusianti Kusmartono. 1995. “Survei Eksploratif Arkeologi Di Provinsi Kalimantan Tengah.” Banjarmasin.

Hartatik. 2000. “Survei Arkeologi Di Kotawaringin Timur, Provinsi Kalimantan Tengah.” Banjarmasin.

———. 2009a. “Kontinuitas Budaya Di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah.” Banjarmasin.

———. 2009b. “Kontinuitas Budaya Di Kabupaten Kotawaringin Barat , Kalimantan Tengah.” Berita Penelitian Arkeologi Balai Arkeologi Banjarmasin 3 (1): 2012.

Hartatik, Nugroho Nur Susanto, Harry Octavianus Sofian, Eko Herwanto, Restu Budi Sulistyo, and Gauri Vidya Dhaneswara. 2017. “Jejak Pengerjaan Logam Montalat Di Kabupaten Barito Utara Kalimantan Tengah.” Banjarmasin.

Ibrahim, Dahlan. 2001. “Penyelidikan Pendahuluan Endapan Bitumen Padat Di Daerah Kandui Dan Sekitarnya Kabupaten Barito Utara, Propinsi Kalimantan TengahNo Title.” Jakarta.

Kusmartono, Vida Pervaya Rusianti. 2012. “Cultural Development: The Archaeology of Kalimantan Tengah and Kalimantan Selatan.” Naditira Widya 6 (2): 153–69. https://naditirawidya.kemdikbud.go.id/index.php/nw/article/view/89/56.

Mahmud. M. Irfan. 2004. “Sungai Dalam Ritual Dan Eksistensi Kehidupan Orang Dayak.” In Sungai Dan Kehidupan Masyarakat Di Kalimantan, edited by Gunadi Kasnowihardjo. Banjarmasin: Balai Arkeologi Banjarmasin.

Noor Hamidah, R. Rijanta, Bakti Setiawan, Muh. Aris Marfai. 2016. “ANALISIS PERMUKIMAN TEPIAN SUNGAI YANG BERKELANJUTAN KASUS PERMUKIMAN TEPIAN SUNGAI KAHAYAN KOTA PALANGKARAYA.” INformasi Dan Ekspose Hasil Riset Teknik SIpil Dan Arsitektur 12 (1): 13–24. doi:10.21831/INERSIA.V12I1.10343.

Oktrivia, Ulce. 2011. “Potensi Dan Karakteristik Situs Arkeologi Di Pegunungan Muller.” Banjarmasin.

Subagyo, H. 2006a. “Klasifikasi Dan Penyebaran Hutan Rawa.” In Karakteristik Dan Pengelolaan Lahan Rawa, Pertama. Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. Departemen Pertanian.

———. 2006b. “Lahan Rawa Lebak.” In Karakteristik Dan Pengelolaan Lahan Rawa, 99–116. Bogor: Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan Pertanian.

Subarnas, Agus. 2005. “Inventarisasi Dan Evaluasi Endapan Gambut Di Daerah Kotawaringin Barat Dan Sukamara Provinsi Kalimantan Tengah Lembar Peta No. 1513-12.” Jakarta.

Sunarningsih. 2012. “Tahapan Proses Kebudayaan Di Kawasan Hilir Sungai Kapuas, Kalimantan Tengah.” Berita Penelitian Arkeologi 6 (1): 33–66.

———. 2013. “Penelitian Arkeologi DAS Kahayan, Kalimantan Tengah.” Laporan Penelitian Arkeologi 10 (1–65).

———. 2015a. “Karakteristik Situs Pesisir Di Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat.” Kalpataru. Majalah Arkeologi 24 (2): 103–16.

———. 2017. “Kuta Hantapang, Benteng Masyarakat Ngaju Di Kalimantan Tengah.” Kindai Etam: Jurnal Penelitian Arkeologi 3 (1). doi:10.24832/KE.V3I1.13.

Sunarningsih, Hartatik, Bambang Sugiyanto, Ulce Oktrivia, Mudjiono, Toni Riyanto, Sundoko, and Gauri Vidya Dhaneswara. 2016. “Penelitian Pemukiman Kuno Di Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah.” Banjarbaru.

Sunarningsih, Sunarningsih. 2015b. “Keramat Batu (Patahu) Di Masyarakat Ngaju, Kalimantan Tengah.” Naditira Widya 9 (2): 121. doi:10.24832/nw.v9i2.124.

Sunarningsih, Ida Bagus Putu Prajna Yogi, Widyati, and Nina Mayasari. 2014. “Survei Potensi Arkeologi Di DAS Arut Dan Identifikasi Temuan Keramik Di Rumah Mangkubumi Dan Astana Alnursari Kabupaten Kotawaringin Barat, Provinsi Kalimantan Tengah.” Banjarbaru.

Susanto, Nugroho Nur. 2009. “Penelitian Peninggalan Masa Kolonial Di Kabupaten Barito Utara Dan Kabupaten Murung Raya Provinsi Kalimantan Tengah.” Laporan Penelitian Arkeologi.

———. 2016. “Peninggalan Arkeologi Dan Tradisi Di Daerah Aliran Sungai Barito, Kabupaten Barito Selatan Dan Barito Timur, Provinsi Kalimantan Selatan.” Kindai Etam: Jurnal Penelitian Arkeologi 2 (1). doi:10.24832/KE.V2I1.8.

Wasita. 2002a. “Ekskavasi Situs Kubur Masyarakat Kaharingan Pendukung Budaya Paju Sepuluh Awal Di Situs Haringen Dan Magantis, Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah.” Laporan Penelitian Arkeologi.

———. 2002b. “Sistem Penguburan Dan Upacara Marabia Pada Masyarakat Paju Sepuluh Di Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah.” Laporan Penelitian Arkeologi.

———. 2006. “Sistem Penguburan Umat Kaharingan Dayak Lawangan.” Berita Penelitian Arkeologi 16: 11–17.

Wasita, and Sunarningsih. 2004. “Sistem Penguburan Dan Upacara Ijambe Pada Masyarakat Barito Timur, Kalimantan Tengah.” Laporan Penelitian Arkeologi 15: 1–73.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/amt.v36i2.81-100
Article Metrics

Abstract views: 67 | PDF views: 36 | Total views: 103




Copyright (c) 2019 AMERTA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

AMERTA INDEXED BY:

Copyright of AMERTA (e-ISSN 2549-8908 p-ISSN 0215-1324). Powered by OJS. ©Designed by Mujab.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.