MENGHADIRKAN KEMBALI SITUS KUBUR TAJAU DI GUNUNG SELENDANG, SANGASANGA KABUPATEN KUTAI KERTANEGARA

Hartatik Hartatik, Hartatik Hartatik

Abstract


Abstract. Representing Jar Burial Site in Selendang Mountain, Sangasanga District, Kutai Kertanegara.

The jar burial site in Selendang Mountain is one of the unique sites because it is a secondary burial site with 52 tajau containers that cluster tightly and without funeral gifts. The radio carbon dating from two bone samples from the jar it reveal that this burial is originated from the late 17th century (1682-1999). That is in accordance with the relative dating of the Martavan jar and ceramic plate (jar cover) from the Ming Dynasty in 16th-17th centuries AD. The identities of the people who were buried in the jars are not known yet, because of limitated DNA comparing data of the tribes in Kalimantan. What are the important values contained in the jar burial site in Mount Selendang, and how can it be understood by the people? This article aims to explain the important value of jar burial sites in Mount Selendang and strategies to presenting the jar burial site in order to be known and understood by society. This article is result a descriptive one with inductive reasoning. The primary data used are from Sangasanga jar burial researches in 2010 and 2011, reviewing research recommendations and follow-up of those recommendations. The results of the research of the jar burial site in Sangasanga is expected to be known and provide benefits for the society, in form of  knowledge about the burial system and social aspects of the past religion and the history of community life in Sangasanga. Thus it will raise an understanding the diversity of society in Sangasanga since since a long time ago until now.

 

Abstrak.

Situs Kubur Tajau di Gunung Selendang Sangasanga merupakan salah satu situs yang unik karena merupakan situs penguburan sekunder dengan wadah 52 tajau yang mengelompok rapat dan tanpa bekal kubur. Hasil uji radiokarbon dari dua sampel tulang dari dalam tajau diketahui bahwa kubur ini berasal dari akhir abad ke-17 (tahun 1682 s.d. 1699). Hal tersebut sesuai dengan pertanggalan relatif dari wadah kubur jenis tajau Martavan dan piring keramik (tutup tajau) yang berasal dari masa Dinasti Ming sekitar abad 16-17 M. Identitas manusia yang dikuburkan dalam tajau belum diketahui karena keterbatasan data pembanding DNA suku-suku di Kalimantan. Nilai penting apa yang terkandung dalam Situs Kubur Tajau di Gunung Selendang dan bagaimana caranya supaya nilai penting itu dapat dipahami oleh masyarakat? Tulisan ini bertujuan untuk menjelaskan nilai penting Situs Kubur Tajau di Gunung Selendang dan strategi untuk menghadirkan Situs Kubur Tajau tersebut supaya dapat dikenal dan dimaknai oleh masyarakat. Penelitian ini merupakan hasil penelitian deskriptif dengan penalaran induktif. Data primer yang digunakan berasal dari penelitian kubur tajau Sangasanga tahun 2010 dan 2011, telaah rekomendasi penelitian, dan tindak lanjut dari rekomendasi tersebut. Hasil dari penelitian Situs Kubur Tajau Sangasanga diharapkan dapat dikenal dan memberikan manfaat bagi masyarakat, berupa pengetahuan tentang sistem penguburan dan aspek sosial religi masa lalu serta sejarah kehidupan masyarakat Sangasanga. Dengan demikian akan diperoleh pemahaman tentang keberagaman masyarakat di Sangasanga sejak zaman dahulu hingga kini.


Keywords


Kubur tajau, Kutai Kertanegara, Arkeologi publik, Multikultural

Full Text:

PDF_INDONESIA

References


Adham, D. 1981. Salasilah Kutai. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Ambrose, Timothy, dan Crispin Paine. 2012. Museum Basic. Third edition. New York: Roudledge.

Arifin, Karina. 1999. “Penelitian Etnoarkeologi terhadap Praktik Penguburan Kedua dan Tipe Monumennya di Kayan Mentarang”. Kebudayaan dan Pelestarian Alam, Penelitian Interdisipliner di Pedalaman Kalimantan. hlm. 447-457. Cristina E dan Bernard Sellato, Ed.. Jakarta: WWF, PHPA dan The Ford Foundation.

Funari, Pedro Paulo A. 2001. “Public Archaeology from a Latin American Perspective.” Public Archaeology 1 (4):239-243. https://doi.org/10.1179/146551801793157269.

Grima, Reuben. 2016. But Isn’t All Archaeology. Public Archaeology. Vol. 15 (1): 50-58.

Hartatik. 2011. “Kubur Tajau Sangasanga dan Variasi Tradisi Budaya Austronesia di Asia Tenggara.” Naditira Widya 5 (1): 61-78.

-----------. 2015. “Religi dan Upacara Adat Suku Dayak Bawo: Kajian Arkelogi dengan Pendekatan Etnoarkeologi.” Kebudayaan 10 (3): 173-187.

Kostarigka, Eleni. 2009. “Learning History in an Open-Air Museum: Historical Re- Enactment and Understandings of History at St Fagans, National History Museum of Wales.” The International Journal of the Inclusive Museum 2 (3): 89-102.

Murjani. 2012. “Interaksi Agama dan Politik Hukum Kesultanan Kutai Kartanegara: Studi Keagamaan Etnik Dayak - Kutai.” Mazahib. Jurnal Pemikiran Hukum Islam 10 (1): 15-26.

Renfrew, Colin & Paul Bahn. 2012. Archaeology, Theories, Methods, and Practice . London: Thames & Hudson. London: Thames & Hudson.

Restiyadi, Andri. 2009. “Identitas Budaya, Kreativitas, dan Kajian Arkeologi Publik.” Berkala Arkeologi Sangkhakala 12 (23): 1-7.

Salim, Agus. 2001. Teori dan Paradigma Penelitian Sosial (Dari Denzin Guba dan Penerapannya). Yogyakarta: PT Tiara Wacana.

Saputra, Alanindra; Maridi; dan Putri Agustina. 2016. “Persepsi Mahasiswa Calon Guru tentang Pemanfaatan Situs Sangiran sebagai Sumber Belajar Evolusi.” Seminar Nasional Pendidikan Sains, 121-126. Surakarta.

Sulistyanto, Bambang. 2014. “Evaluasi Hasil Penelitian Pusat Arkeologi Nasional.” Amerta, Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi 32 (4): 137-154.

Sunarningsih, Wasita, Vida Pervaya R.K, Hartatik, Nia MEF, Ulce O, Bambang Sugiyanto, Eko H, Imam H, Yuka N.C, Abdul Rahma, Bambang Sakti W.A, Tri Atmoko. 2014. Jejak Arkeologi di Wilayah Perbatasan Utara Kalimantan. Banjarbaru: Balai Arkeologi Banjarmasin.

Susanto, Nugroho Nur. 2008. “Tata Kota Sangasanga Sebuah Kota Tambang Masa Kolonial.” Berita Penelitian Arkeologi, Vol. 2 (1): 92-117.

Syar’i, Makmun. 2010. “Undang -Undang Panji Selatin dan Beraja Niti tentang Hukum Islam di Kesultanan Kutai Kertanegara.” Islamica 5 (1):142-151.

Tanudirjo, DA. 2003. “Warisan Budaya untuk Semua: Arah Kebijakan Pengelola Warisan Budaya Indonesia di Masa Mendatang.” Makalah disampaikan pada Kongres Kebudayaan V, Bukit Tinggi. http://arkeologi.fib.ugm.ac.id/old/download/1211776349daud-kongres kebud.pdf.

Tim Peneliti. 2010. “Kubur Tajau Sangasanga Kabupaten Kutai Kertanegara Kalimantan Timur.” Laporan Penelitian Arkeologi. Banjarbaru: Balai Arkeologi Banjarmasin dan Disbudpar Kabupaten Kutai Kertanegara.

-----------. 2011. “‘Kubur Tajau Sangasanga Kabupaten Kutai Kertanegara Kalimantan Timur (Tahap II)’. Laporan Penelitian Arkeologi. Banjarbaru: Balai Arkeologi Banjarmasin dan Disbudpar Kabupaten Kutai Kertanegara.

Tim Penelitian. 2008. “Permukiman dan Industri Pertambangan: Pengaruh Kolonial di Kalimantan Timur. Laporan Penelitian Arkeologi. Banjarbaru: Balai Arkeologi Banjarmasin.

Usman, A. Gazali. 1989. Urang Banjar dalam Sejarah Banjarmasin. Banjarmasin: Lambung Mangkurat University Press.

Wahyudi, Wany Raharjo dan Kuswanto. 2014. “Kajian Konsep Open-Air Museum : Studi Kasus Kawasan Cagar Budaya Trowulan” Berkala Arkeologi 34 (1): 65-84.

Wahyuono, Vinsensius Ngesti, Etha Sriputri, Andika Arief D.P, Dian Purnamasari. 2017. Ragam Wadah Kubur di Indonesia. Samarinda: BPCB Kalimantan Timur.

Wasita. 2002. "Ekskavasi ubur Masyarakat Kaharingan Pendukung Budaya Paja Sepuluh Awal di Situs Haringan dan Megantis Kecamatan Dusun Timur, Kabupaten Barito Timur, Kalimantan Tengah". Laporan Penelitian Arkeologi. Banjarbaru: Balai Arkeologi Banjarmasin.

Wasita. 2016. “Strategi Pelestarian Peralatan dan Infrastruktur Pertambangan Minyak dari Masa Kolonial di Sangasanga Kalimantan Timur.” Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan 1 (April): 117-139.

Wulandari, Anak Agung Ayu. 2014. “Dasar-Dasar Perencanaan Interior Museum.” Humaniora 5 (9): 246-257.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/amt.v36i1.390
Article Metrics

Abstract views: 162 | PDF_INDONESIA views: 116 | Total views: 278




Copyright (c) 2018 AMERTA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

AMERTA INDEXED BY:

Copyright of AMERTA (e-ISSN 2549-8908 p-ISSN 0215-1324). Powered by OJS. ©Designed by Mujab.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.