The Settlement Pattern of Rubber Plantation Areas from the Dutch-Indie’s Period in Bogor.

Libra Hari Inagurasi

Abstract


Abstrak.

 

Tulisan ini dilatarbelakangi oleh pemikiran, bahwa Bogor merupakan sebuah daerah yang kaya akan potensi perkebunan masa Hindia Belanda. Meskipun demikian belum ada tulisanyang membahas seperti apa dan bagaimanakah pemukiman di kawasan perkebunan karet masa Hindia Belanda di Bogor. Dilatarbelakangi oleh pemikiran tersebut maka tulisan ini bertujuan menampilkan kembali gambaran pola pemukiman di kawasan perkebunan karet melalui jejak-jejak yang ditinggalkan. Tulisan ini disusun melalui tahap penelusuran literatur, survei arkeologi dan
lingkungan di lokasi penelitian, analisis, sintesa antara data arkeologi dan data sejarah. Gambaran pola pemukiman di kawasan perkebunan karet di Bogor dapat dibuktikan secara fisik melalui tinggalan-tinggalan arkeologi. Bangunan-bangunan yang berfungsi sebagai rumah tempat tinggal pemilik kebun,bangunan kantor perkebunan, pengolahan getah karet, dan mausoleum, serta artefak genteng lamadan botol Eropa merupakan petunjuk keberadaan pemukiman di perkebunan karet Hindia Belanda di
Bogor. Pola pemukiman perkebunan tersusun atas bangunan tempat tinggal pemilik kebun misalnya landhuis atau kantor perkebunan yang dikelilingi oleh tempat tinggal pegawai dan pekerjanya, tempat pengolahan karet. Adapun mausoleum ditempatkan berjauhan dari pusat pemukiman.

 


Abstract. The Settlement Pattern of Rubber Plantation Areas from the Dutch-Indie’s Period in Bogor.


This article is based on a notion that Bogor is an area rich in potency of plantations during the Dutch-Indie’s Period. However, there has not been an article that discusses what were the settlements in the rubber plantations in Bogor during the Dutch-Indie’s period like and how were life there at that time. Based on such thought, this article will reconstruct the settlement patterns in the rubber plantations through their remains, by conducting literature study, archaeological and environmental surveys in the research area, analyses, and synthesis between archaeological and historical data. The depiction of the settlement patterns in rubber plantations in Bogor can be physically proven through their archaeological remains. Buildings that were functioned as residences of plantation owners, administration building (plantation office), rubber-latex processing building, and mausoleum, as well as artefacts in forms of old roof tiles and European bottles are indications of the presence of settlements in Dutch Indie’s rubber plantations in Bogor. The settlement pattern consists of residence of plantation owner, known as landhuis, plantation office surrounded by residences of plantation workers, and rubber-latex processing building. Mausoleum is located far from the centre of settlement.


Keywords


Bogor, The Dutch-Indie, Settlement, Rubber Plantation.

Full Text:

PDF

References


Barlow, Colin dan John Drabble. 1988. “Pemerintah dan Industri Karet yang Muncul di Indonesia dan Malaysia 1900—1940”, dalam Sejarah Ekonomi Indonesia. Jakarta: LP3ES (Lembaga Penelitian, Pendidikan, dan Penerangan Ekonomi dan Sosial).

Danasasmita, Saleh. 1983. Sejarah Bogor Bagian I. Bogor: Panitia Penyusun dan Penerbitan Sejarah Bogor bekerjasama dengan Paguyuban Pasundan Cabang Kotamadya DT II Bogor.

Encyclopaedia Van Nederlandsch -Indie Tweede Druk. 1917. Eerste Deel, ‘s-Gravenhage Martinus Nijhoff.

Kartodirdjo, Sartono dan Djoko Suryo. 1991. Sejarah Perkebunan di Indonesia Kajian Sosial Ekonomi. Yogyakarta: Aditya Media.

Lohanda, Mona. 2007. Sejarah Para Pembesar Mengatur Batavia. Depok: Penerbit Masup Jakarta.

Mundardjito. 1990. “Metode Penelitian Permukiman Arkeologis”, dalam Monumen Karya Persembahan Untuk Prof. Dr. R. Soekmono, Lembaran Satra, Seri Penerbitan Ilmiah No. 11. Edisi Khusus. Depok: Fakultas Sastra, Universitas Indonesia: 21-22.

Museum Sejarah Jakarta, Dinas Kebudayaan & Permuseuman. 2007. Pameran Koleksi Lukisan Gubernur Jenderal dan Tokoh VOC di Batavia 31 Oktober-30 November 2007.

Said, Chaksana A.H. dan Bambang Budi Utomo. 2006. “Permukiman Dalam Perspektif“, dalam Arkeologi Permukiman di Indonesia dalam Perspektif Arkeologi. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional: 12-15.

Subroto, Ph. 1985. “Studi Tentang Pola Pemukiman Arkeologi Kemungkinan-Kemungkinan Penerapannya di Indonesia“, dalam Pertemuan Ilmiah Arkeologi (PIA) III, Ciloto, 23-28 Mei 1983. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional:1176.

Sukirno. 2004. “Karet Alam, Karet Pohon”, dalam Ensiklopedi Nasional Indonesia Jilid 8.Jakarta Delta Pamungkas:171-173.

Tim Penelitian. 2010. Pengaruh Kolonial DAS Ciliwung dan Sekitarnya Tahap II Regentschap Buitenzorg-Depok: Pengembangan Abad Ke-17-19. Laporan Penelitian Arkeologi (LPA) Jakarta: Pusat

Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional (tidak terbit).

Vissering, C.M. 1923. Buitenzorg. Nederlandsch Indie Oud & Nieuw (NION) 7E Jaargang, AFL. 12 April 1923. “The Gerrit Willem Casimir van Motman’s Family Great at Djamboe”. Mahandisyoganata.blogspot.com.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/amt.v32i1.377
Article Metrics

Abstract views: 65 | PDF views: 189 | Total views: 254




Copyright (c) 2018 AMERTA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

AMERTA INDEXED BY:

Copyright of AMERTA (e-ISSN 2549-8908 p-ISSN 0215-1324). Powered by OJS. ©Designed by Mujab.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.