Tambang Batu Bara Oranje Nassau, Kalimantan Selatan, Dalam Pandangan Arkeologi Industri

Libra Hari Inagurasi

Abstract


Abstract. Oranje Nassau Coal Mine, South Kalimantan, in view Industrial Archaeology. Coal mining activities in Indonesia started in the 19th century. In the paper is presented archaeological
remains on the site of the oldest coal mine in Indonesia, which is the Oranje Nassau coal mine. The site is located in the village of Pengaron, District Pengaron, Banjar regency, South Kalimantan. The
chronology of the site is 1849 (mid-19th century). Oranje Nassau is a coal mine operated by the Dutch government. When established, the mine occupied the territory of the Sultanate of Banjarmasin. The
intent of this paper is to provide an overview of the early industrial development in Indonesia through the oldest coal mine, Oranje Nassau, while the purpose is to identify the type, function, and the
relationship between the remains of coal mines by using the approach of Industrial Archaeology. The method used is descriptive, historical and contextual analyses. The results have been obtained by the
identification of the relics of the ancient coal mine dating from the Dutch East India period. The relics of the coal mine are part of the coal mining activity facilities such as monumental building to put the
machine, the coal pit wells, hallways, tunnels, floors made of brick, and iron wheels. Based on the survey results, it is revealed that coal mining is a technology that comes from outside, or technology
imported from Europe, not originated in Indonesia.

 

Abstrak. Aktivitas pertambangan batu bara di Indonesia dimulai pada abad ke-19. Dalam tulisan ini dikemukakan tinggalan arkeologi dari situs tambang batu bara tertua di Indonesia, yakni tambang batu bara Oranje Nassau. Lokasi situs berada di Desa Pengaron, Kecamatan Pengaron, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Kronologi situs berasal dari tahun 1849 (abad ke-19). Oranje Nassau merupakan tambang batu bara yang diusahakan oleh pemerintah Hindia Belanda.
Ketika didirikan, lokasi tambang itu menempati wilayah milik Kesultanan Banjarmasin. Tulisan ini bermaksud memberikan gambaran mengenai awal perkembangan industri di Indonesia melalui tambang batu bara tertua Oranje Nassau. Adapun tujuan tulisan ini adalah mengidentifikasi jenis, fungsi, dan hubungan antar tinggalan tambang batu bara dengan menggunakan pendekatan Arkeologi Industri (Industrial Archaeology). Metode yang digunakan adalah deskriptif, historis, dan analisis kontekstual. Hasil yang telah diperoleh yakni teridentifikasinya peninggalan-peninggalan tambang
batu bara kuno berasal dari masa Hindia Belanda. Peninggalan-peninggalan tersebut merupakan fasilitas kegiatan penambangan batu bara seperti bangunan monumental untuk menempatkan mesin, sumur lubang galian batu bara, lorong, terowongan, lantai dibuat dari bahan bata, dan roda besi. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa tambang batu bara merupakan teknologi yang berasal
dari luar atau teknologi yang diimpor dari Eropa, bukan asli Indonesia.


Keywords


Tambang batu bara, Oranje Nassau, Arkeologi Industri

Full Text:

PDF

References


Ahyat, Ita Syamtasiyah. 2012. Kesultanan Banjarmasin pada Abad Ke-19 Ekspansi Pemerintah Hindia-Belanda di Kalimantan. Tangerang: Serat Alam Media.

ANRI. 1965. Surat-surat Perdjandjian antara Kesultanan Bandjarmasin dengan Pemerintahan VOC, Bataafse Republik,

Inggris dan Hindia Belanda 1635-1680. Jakarta: Arsip Nasional Republik Indonesia.

Bemmelen, R.W. van. 1949. The Geology of Indonesia Vol. II Economic Geology., The Hague: Martinus Nijhoff.

Giacosa, Paola von Wyss dan Andreas Isler. 2013. Memori dari Kalimantan 1921-1927 Dokumentasi oleh Ahli Geologi Swiss Wolfgang Leupold. Swiss: Museum Etnografi Universitas Zurich.

Hudson, Kenneth. 1976. Industrial Archaeology A New Introduction. London: John Baker.

Leirissa, R.Z (Ed.). 1996. Sejarah Nasional Indonesia IV Edisi Ke-4. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

dan Balai Pustaka.

Lindblad, J. Thomas. 2012. Antara Dayak dan Belanda, Sejarah Ekonomi Kalimantan Timur dan Selatan. Jakarta: KITLV

bekerjasama dengan Malang: Lilin Persada Press.

Nuralang, Andi. 2004. “Penambangan Batu bara di Pengaron dan Semblimbingan Kalimantan Selatan Abad XVIII-XIX Masehi”. Naditira Widya Buletin Arkeologi No. 12, April 2004. Banjarmasin: Balai Arkeologi Banjarmasin: 35-42.

Palmer, Marilyn and Peter Neaverson. 1998. Industrial Archaeology Principles and Practice. London: Routdlege.

Stibbe, D.B. 1919. Encyclopaedia van Nederlandsch Oost Indie (ENI) Tweede Druk Derde Deel. Leiden: S’Gravenhage Martinus Nijhoff.

Tim Penelitian. 2004. Arkeologi Industri Pabrik Gula Tinggalan Belanda di Wilayah Pantai Utara Jawa Tengah. Laporan Penelitian Arkeologi. Jakarta: Kementerian Kebudayaan

dan Pariwisata Asisten Deputi Urusan Arkeologi Nasional.

Tim Penelitian Balai Arkeologi Banjarmasin. 2012. Situs Pengaron, Kabupaten Banjar, Provinsi Kalimantan Selatan. Laporan Penelitian Arkeologi. Banjarbaru: Balai Arkeologi Banjarmasin dan Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan

Olahraga Kabupaten Banjar.

Tim Penelitian. 2012. Arkeologi Trans Jawa: Pembangunan Sistem Jaringan Kereta Api di Wilayah Semarang dan

Sekitarnya Pada Akhir Abad Ke-19. Laporan Penelitian Arkeologi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

Pusat Arkeologi Nasional.

Sumber online

h t t p s : / / b e r n a d e t h a w i d i .wor d p r e s s .

com/2009/06/06/penambangan-batu

bara/ diunduh 22 September 2015,

pukul 14.40 WIB; Sukandarumidi

https://zozongeologeous.wordpress.

com/2014/08/13/metode-penambanganbatu

bara/ posted 13 Agustus 2014,

diunduh 22 September 2015.

http://callbrick.netfirms.com/brick.brown.html

diunduh 27 Januari 2015 pukul 10.00

WIB.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/amt.v33i2.219
Article Metrics

Abstract views: 360 | PDF views: 361 | Total views: 721




Copyright (c) 2017 AMERTA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

AMERTA INDEXED BY:

Copyright of AMERTA (e-ISSN 2549-8908 p-ISSN 0215-1324). Powered by OJS. ©Designed by Mujab.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.