Potensi Arkeologis Kepulauan Maluku: Penelitian dan Pemanfaatan*

Sarjiyanto Sarjiyanto

Abstract


Abstract. Archaeological Potency of Maluku Islands and Its Utilitations. Maluku islands is known to the world, especially European countries, as a producer, part of trade route, and destination of spices during the trade period in the past. Some countries such as Portugal, Spain, the Netherlands, and the United Kingdom have influenced the development of civilization in the Maluku islands. Several studies on the sites of the former kingdoms of Ternate, Tidore, Bacan, Jailolo, and the former site of the local authority of the rich society in Banda has given an overview of cultural resource potential and importance of the sites for the history of the archipelago. Not all the information or data obtained
can be utilized directly for the benefit of the wider community with diverse communication media. Therefore it is hoped that the available data and information can be utilized for various purposes by showing their important values of sites and their finds as well as the variety of proper uses, among others publications, issuance of regulations/policies, environmental management, tourism development, educational programs, development of new concepts, or establishing and improving museums. Regulations that provide more opportunity for public involvement in management and display of cultural heritage items – such as exhibitions, education, and events that are more community-oriented – also need to be made.

 

Abstrak. Kepulauan Maluku dikenal dunia sebagai tempat produksi, jalur, dan tujuan pencarian rempah oleh negara-negara Eropa pada periode perdagangan masa lampau. Beberapa negara seperti Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris telah memberi pengaruh perkembangan peradaban
di Kepulauan Maluku. Beberapa penelitian di situs-situs bekas kerajaan Ternate, Tidore, Bacan, Jailolo, dan bekas tempat kekuasaan lokal Orang Kaya di Banda telah memberi gambaran potensi sumberdaya budaya dan arti penting situs-situs itu bagi sejarah Nusantara. Belum semua informasi
atau data yang diperoleh langsung dapat dimanfaatkan untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas dengan berbagai media komunikasi. Untuk itu diharapkan data dan informasi yang ada dapat dimanfaatkan untuk kepentingan berbagai hal. Metodenya dengan memperlihatkan nilai penting dari hasil penelitian situs dan tinggalannya serta memberikan berbagai bentuk pemanfaatannya. Hasil pemanfaatannya antara lain melalui media penyaluran informasi publikasi, pengeluaran peraturan/kebijakan, tata lingkungan, pengembangan wisata, program pendidikan, pengembangan konsep baru, pengembangan museum. Regulasi yang lebih membuka peluang peran publik dalam pengelolaan dan penyajian benda budaya juga masih perlu dikembangkan.Termasuk di dalamnya peningkatan berbagai bentuk program pameran, pendidikan, dan event yang lebih berorientasi kepada masyarakat.


Keywords


Maluku, Rempah, Pengelolaan, Pemanfaatan, Media komunikasi

Full Text:

PDF

References


Balai Arkeologi Yogyakarta. 1994. Penelitian Arkeologi dalam Siklus pengelolaan Benda Cagar Budaya; Yogyakarta: Pusat

Penelitian Arkeologi Nasional, Balai Arkeologi Yogyakarta.

Clark, Grahame. 1960. Archaeology and Society, London: Univ. Paper Back.

Clercq. 1999. Ternate, The Residency and Its Sultanate (Bijdragen tot de kennis der Residentie Ternate, 1890). Washington, D.C.: Smithsonian Institution Libraries

Digital Edition.

Crowther, David. 1991. “Archaeology, Material Culture and Museum”, dalam Pearce, M Susan (Ed.), Museum Studies in Material Culture. Washington DC: Leicester University Press, hlm. 35-46.

Hall, Tim Schadla. 1999. “ Editorial: Public Archaeology” dalam European Journal of Archaeology. London, Thousand Oak

and New Delhi: European Association of Archaeologist and SAGE Publications, hlm. 147-158.

Hanna, W.A dan Des Alwi. 1983. Kepulauan Banda: Kolonisasi dan Akibatnya di Kepulauan Pala. Jakarta: PT. Gramedia.

Harkantiningsih, Naniek dkk. 2011. “Kajian Kewilayahan Pengaruh Kolonial di Nusantara: Penelitian dan Pengembangan”

dalam Kalpataru, Majalah Arkeologi. Jakarta: Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.

Harkantiningsih, Naniek dkk. 2012. “Ekomuseum Tambora, Nusa Tenggara Barat: Strategi Pengembangan Wilayah Pariwisata Berbasis Warisan Budaya”. Laporan Akhir Pelaksanaan Kegiatan PKPP 2012, Jakarta: Kementerian Riset dan Teknologi.

Lape, Peter Vanderford 2000. “Contact and Conflict in The Banda Island, Eastern Indonesia 11th-17th”. Dissertasion.

Department of Anthropology at Brown University.

Sarjiyanto. 2010. Pembentukan Museum Arkeologi Indonesia. Tesis. Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Program Studi Magister Arkeologi.

Tim Penelitian. 2006. “Jaringan Perdagangan Masa Kesultanan Ternate, Tidore, Bacan dan Jailolo, di wilayah Maluku Utara

abad XIV-XIXI M”. Laporan Penelitian Arkeologi. Jakarta: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Pusat Penelitian

dan Pengembangan Arkeologi Nasional.

Tim Penelitian. 2007. “Penelitian Arkeologi di Pulau Kasiruta dan Bacan, Halmahera Selatan, Maluku Utara”. Laporan Penelitian

Arkeologi. Jakarta: Departemen Kebudayaan dan Pariwisata, Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.

Tim Penelitian. 2009. “Kota Kuna Banda Neira, Maluku”. Laporan Penelitian Arkeologi. Jakarta: Departemen Kebudayaan

dan Pariwisata, Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.

Tim Penelitian. 2010a. “Pengaruh Kolonial di Tidore, Maluku Utara: Permukiman, Perniagaan, dan Pertahanan”. Laporan Penelitian Arkeologi. Jakarta: Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Badan Pengembangan Sumberdaya Kebudayaan

dan Pariwisata, Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.

Tim Penelitian. 2010b. “Kepulauan Banda, Maluku Tengah, Pusat Perdagangan Pala Abad ke-16-19 M”. Laporan Penelitian

Arkeologi. Jakarta: Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata, Badan Pengembangan Sumberdaya Kebudayaan dan Pariwisata, Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.

Tim Penelitian. 2011. “Kepulauan Banda, Maluku Tengah, Pusat Perdagangan Pala Abad ke-16-19 M”. Laporan Penelitian Arkeologi. Jakarta: Kementerian Kebudayaan

dan Pariwisata, Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.

Tim Penelitian. 2012. “Kesultanan Jailolo, Halmahera Barat, Maluku Utara: Permukiman, Perniagaan, dan Pertahanan”.

Laporan Penelitian Arkeologi. Jakarta: Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.

Tim Penelitian. 2013. “Kepulauan Banda, Maluku Tengah, Pusat Perdagangan Pala Abad ke-16-19 M”. Laporan Penelitian Arkeologi. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan

Kebudayaan, Pusat Arkeologi Nasional.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/amt.v33i1.212
Article Metrics

Abstract views: 217 | PDF views: 294 | Total views: 511




Copyright (c) 2017 AMERTA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

AMERTA INDEXED BY:

Copyright of AMERTA (e-ISSN 2549-8908 p-ISSN 0215-1324). Powered by OJS. ©Designed by Mujab.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.