Pola Makan Masyarakat Pendukung Budaya Megalitik Besoa, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah.

Restu Ambar Rahayuningsih

Abstract


Abstract. The Dietary Pattern of Megalithic People of Besoa, Poso District, Central Sulawesi. A dietary pattern is consisting of three fundamental elements, that is material feeding, nutrition, and
effect of consuming these foods. The dietary pattern can be seen in the presence of tartar (dental calculus) because there is a food deposit, which can be used to analyze the food material and nutrient
content. The problem of this article is related to the dietary pattern and illness as a result of the foods being consumed. The purpose of this study is to reconstruct of megalithic people in Besoa, which lived
in Poso, Central Sulawesi, based on human teeth found in kalamba No. 28 at the site of Wineki, Besoa Valley. Analysis was carried out to identify starch and nutrients (carbohydrates and proteins) from
the residue of human teeth, and paleopathology from the teeth. The results indicate that Besoa society in the past consume rice and tubers in different diatery pattern. This differences of dietary pattern
resulted some dental diseases, such as dental calculus, dental caries, and attrition.

 

Abstrak. Pola makan terdiri dari tiga hal yang mendasar, yaitu bahan makanan, nutrisi, dan efek jikamengkonsumsi makanan tersebut. Pola makan tersebut dapat dilihat pada keberadaan karang gigi (kalkulus) karena terdapat deposit makanan yang dapat digunakan untuk meneliti bahan makanan dan kandungan gizinya. Permasalahan dalam tulisan ini berkaitan dengan pola makan dan penyakit yang ditimbulkan dari bahan makanan yang dikonsumsi. Tujuan penelitian ini adalah untuk merekonstruksi pola makan manusia pendukung budaya megalitik Besoa yang tinggal di wilayah Poso, Sulawesi Tengah berdasarkan temuan gigi di dalam kalamba nomor 28 di Situs Wineki, Lembah Besoa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis butir pati dan zat gizi dari residu gigi manusia, serta analisis paleopatologi, dari gigi manusia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Besoa pada masa lalu mengkonsumsi padi dan umbi-umbian sebagai bahan makanan dengan pola makan yang berbeda-beda. Perbedaan pola makan tersebut mengakibatkan terjadinya beberapa penyakit gigi, seperti karang gigi, karies gigi, dan atrisi.


Keywords


Pola makan, Megalitik Besoa, Analisis residu, Paleopatologi

Full Text:

PDF

References


Almatsier, Sunita. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Baliwati, Yayuk Farida. 2004. Pengantar Pangan dan Gizi. Jakarta: Penebar Swadaya.

Berkovitz, B.K.B., Holland, G.R. dan B.J. Moxham. 2005. Oral Anatomy Histology Embryology. China: Mosby Elsevier.

Buckley, Stephen, Donatella Usai, Tina Jakob, Anita Radini, dan Karen Hardy. 2014. Dental Calculus Reveals Unique Insights

into Food Items, Cooking and Plant Processing in Prehistoric Central Sudan. PLoS ONE Vol. 9.

Depkes RI, Dirjen Binkesmas, Direktorat Gizi Masyarakat. 2007. Analisis situasi Gizi dan Kesehatan Masyarakat. Jakarta:

Departemen Kesehatan RI.

Howell, F. Clark dan para editor Pustaka Time-Life. 1982. Manusia Purba. Edisi Kedua. Jakarta: Tira Pustaka.

Kartasapoetra dan Marsetyo. 2005. Ilmu Gizi: Korelasi Gizi, Kesehatan, dan Produktivitas Kerja. Jakarta: PT Rineka

Cipta.

Levine, Martin. 2011. Topic in Dental Biochemistry. USA: Springer-Verlag Berlin Heidelberg.

Rahayuningsih, Restu Ambar. 2014. Makronutrien dalam Makanan Manusia Pendukung Situs Petawua Anditu dan

Wineki, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Yogyakarta: Skripsi Sarjana, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada.

Saktiyono. 2004. IPA Biologi. Penerbit: Esis. Santoso dan Ranti A.L. 2004. Kesehatan dan Gizi. Jakarta: PT Rineka cipta.

Screid Rickne C. dan Gabriela Weiss. 2011. Anatomi Gigi. Edisi 8. Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Sediaoetomo. 1989. Ilmu Gizi: untuk Mahasiswa dan Profesi. Jakarta: Penerbit Dian Rakyat.

Suhardjo. 1989. Sosio Budaya Gizi. IPB-PAU Pangan dan Gizi. Bogor.

Sudarmadji, Slamet, Bambang Haryono, dan Suhardi. 2010. Prosedur Analisa untuk Bahan Makanan dan Pertanian.

Yogyakarta: Penerbit Liberty.

Supariasa, I Dewa Nyoman, Bachyar Bakri, dan Ibnu Fajar. 2001. Penilaian Status Gizi. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran ECG.

Yuniawati Umar, Dwi Yani. 2010. “Stone Vats (Kalamba) as One of Megalitic Remains in The Lore Valley, Central Sulawesi”.

Berkala Arkeologi XXX. Yogyakarta: Balai Arkeologi Yogyakarta.

Yuniawati Umar, Dwi Yani dkk. 2013. Kajian

Pluralisme Budaya Austronesia dan Melanesia di Nusantara: Penelitian Peradaban Penutur Austronesia di Kawasan Lembah Besoa, Sulawesi Tengah. Laporan Penelitian Arkeologi.

Jakarta: Pusat Arkeologi Nasional.

Sumber Online:

Kautsar, Retina H. 2011. Kajian Hidrolisis

Enzimatis Selulosa dari Alga Merah

(Euchema spinosum dan Euchema cottoni)

Menggunakan Enzim Selulase dari

Aspergillus niger. http://ib.uin-malang.

ac.id/thesis/chapter_ii/06530008-retinahafimi-

kautsar.ps. diakses 4 April 2013.

Rahayu, Anna Suranto. 2005. Analisa Nutrisi

Kecap. http://uns.ac.id. diakses 5 April




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/amt.v33i1.210
Article Metrics

Abstract views: 283 | PDF views: 344 | Total views: 627




Copyright (c) 2017 AMERTA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

AMERTA INDEXED BY:

Copyright of AMERTA (e-ISSN 2549-8908 p-ISSN 0215-1324). Powered by OJS. ©Designed by Mujab.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.