Representation of Kettledrums at Several Megalithic Sites in Indonesia: The Relation With Southeast Asia

Rr Triwurjani

Abstract


Abstract. Kettledrums, which were initially known as percussion instruments, are found in abundance in Southeast Asia. Their widespread distribution from Southeast Asia, with its centre in Dongson (Vietnam) up to Indonesia, in various shapes and sizes, shows that kettledrums were extensively known artifacts. Discoveries of kettledrums were represented in a range of shapes and manufacturing techniques, such as carved on a rocky hill as reliefs and sculpted into statues as ornamental motifs; or carved on a slab of stone, which is part of a stone burial chamber among the dispersed megalithic finds of Pasemah in South Sumatera. The historic aspect of kettledrums shows that they were not merely a musical instrument, a metal percussion, with sacred function to ask for rain, for example, but also one of the representations of the life of a certain society in a particular period. In respect of representation as a concept of representativeness, an interpretation is needed to reveal its meaning, at least one that comes close to the actual meaning. A qualitative method of interpretation used here is hoped to reveal why variation of kettledrums’ shapes came about. The aim was to understand why the the kettledrum representation varies. Results of research show that as sacred objects, kettledrums
can serve as the collective identity and memory of the communities that bear the Megalithic Culture of Pasemah where ancestor worships are strongly adopted.

 

Abstrak. Representasi Nekara pada Beberapa Situs Megalitik di Indonesia: Hubungannya dengan Asia Tenggara. Nekara pada awalnya dikenal sebagai alat tabuh banyak ditemukan di Asia
Tenggara. Persebarannya yang luas di Asia Tenggara dengan pusatnya di Dongson (Vietnam) sampai ke Indonesia dalam berbagai variasi bentuk serta ukuran menunjukkan bahwa nekara dikenal cukup luas. Penemuan nekara direpresentasikan dalam berbagai bentuk dan teknik pembuatan antara lain ada nekara yang digambarkan pada bukit batu sebagai relief dan arca batu sebagai motif hias; dan ada pula yang dipahat pada lempengan batu yang merupakan salah satu bagian dari dinding suatu kubur batu pada sebaran temuan megalitik Pasemah, Sumatera Selatan. Aspek historis nekara menunjukan bahwa ia tidak sekedar alat tabuh dengan bunyi-bunyian dan berfungsi sakral untuk mendatangkan
hujan misalnya, melainkan sebagai salah satu wujud representasi dari kehidupan suatu masyarakat tertentu pada masa tertentu pula. Berkenaan dengan representasi sebagai suatu konsep keterwakilan, maka diperlukan suatu interpretasi agar dapat diungkapkan maknanya, minimal mendekati makna yang sesungguhnya. Metode interpretasi bersifat kualitatif yang digunakan dalam bahasan ini setidaknya dapat menjawab mengapa variasi bentuk nekara tersebut terjadi. Tujuannya adalah untuk mengetahui mengapa gambaran nekara tersebut bervariasi. Hasil penelitian mengungkapkan nekara sebagai benda sakral dapat menjadi identitas dan memori kolektif bagi masyarakat pendukung budaya megalitik Pasemah, dimana kepercayaan kepada arwah leluhur dianut dengan sangat kental.


Keywords


Representasi, Nekara, Megalitik, Dongson, Pasemah

Full Text:

PDF

References


Aziz, Fadhila Arifin. 2010. “Potensi Situs Arkeologi Kawasan Kerinci, Jambi: Ikon Budaya Austronesia.” Amerta 28(1): 17-44. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional,

Badan Pengembangan Kebudayaan dan Pariwisata.

Bintarti, D.D. 2000. “Nekara Tipe Pejeng (Kajian Banding dengan Nekara Tipe Heger I).” Disertasi. Yogyakarta: Universitas Gajah Mada.

Bellwood, Peter. 2000. Prasejarah Kepulauan Indo-Malaysia. Edisi Revisi. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Hall, Suart. 2003. “The Work of Representation” In Representation: Cultural Representation and Signifying Prcatises, edited by StartHall. London: Sage Publication: 17–25.

Heekeren, H R. van. 1958. The Bronze-Iron Age of Indonesia. Verhandelingen, Matijnuss Nijhoff, KITLV.

Hodder, Ian. 1997. “The Interpretation of Documents and Material Culture,” In Handbook of Qualitative Research, edited by: Norman K. Denzin and Yvonna S. Lincoln, 399-402. California: Sabe Publication.

Hoop, A.N.J.Th. a. Th. van der. 1932. Megalithic Remain in South Sumatra. Book. Translated by William Shirlaw. Zuthpen

Netherland: W.J. Thieme and Cie.

Geldern, Heine. von. 1945. “Prehistoric Research in the Netherlands Indies.” Science and Scientists in the Netherlands Indies. New York: Cambridge, Massachusets. The Riverside Press. the Hoskins, Janet., 129–67.

Kempers, A.J. Bernet. 1988. "The Kettledrums of Southeast Asia A Bronze Age World and Its Aftermath", In Modern Quaternary Research in Southeast Asia, edited by:

Barstra Gert-Jan, Willem Amold Casparie. Rotterdam: A.A. Balkema.

Koentjaraningrat. 1993. "Asas-Asas Ritus, Upacara dan Religi” In Ritus Peralihan di Indonesia. Jakarta: P.N. Balai Pustaka.

Magetsari, Noerhadi. 2003. “Teori dan Arkeologi.” In Cakrawala Arkeologi: Persembahan Untuk Prof. Dr. Mundardjit, edited by: Chaksana A.H. Said, Cecep Eka Permana, Wanny Rahardjo W., 147–162. Depok: Jurusan Arkeologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia.

---------. 2016. Perspektif Arkeologi Masa Kini dalam Konteks Indonesia, edited by Ali Akbar & Irmawati Marwoto. Jakarta:

Kompas Gramedia.

Poesponegoro, Marwati Djoened and Nugroho Notosusanto. 1984. Sejarah Nasional Indonesia I, edited by R.P Sojoeno.

Jakarta: P.N Balai Pustaka.

Simanjuntak, Truman; Retno Handini, and Dwi Yani Yuniawati. 2012. “Nekara, Moko dan Jati Diri, Alor.” Kalpataru 21 (2): 65–

Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Soejono, R.P. 2008. "Zaman Prasejarah di Indoensia". In Sejarah Nasional Indonesia.I, edited by Marwati Djoened

& Nugroho Notosusanto. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan P.N. Balai Pustaka.

Triwurjani, Rr. 2015. “Arca-Arca Megalitik Pasemah, Sumatera Selatan: Kajian Semiotik.” Disertasi. Depok: Fakultas

Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.

Wiyana, Budi. 1996. "Survei Situs-Situs Megalitik di Kabupaten Lahat, Provinsi Sumatera Selatan." Laporan Penelitian

Arkeologi. Palembang: Balai Arkeologi Palembang.

Wiyana, Budi. 2015. "Pasemah dalam Arus Globalisasi Masa Perundagian". In Eksotisme Megalitik Nusantara, edited

by: Bagyo Prasetyo. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Sumber Online:

Arcandiago. 2011/04. “Nekara-Benda-Upacara-Zaman-Perunggu.html” diunduh 13052016

http://www.learnersdictionary.com/definition/

representation diunduh12122016

https://www.google.co.id/nekara+tipe+pejeng

diunduh 12122016




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/amt.v34i2.178
Article Metrics

Abstract views: 235 | PDF views: 431 | Total views: 666




Copyright (c) 2017 AMERTA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

AMERTA INDEXED BY:

Copyright of AMERTA (e-ISSN 2549-8908 p-ISSN 0215-1324). Powered by OJS. ©Designed by Mujab.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.