Manajemen Pengelolaan Warisan Budaya: Evaluasi Hasil Penelitian Pusat Arkeologi Nasional

Bambang Sulistyanto

Abstract


Abstract. Management of Cultural Heritage: Evaluation of Results of Researches Carried Out by The National Centre of Archaeology. Within the last decade, the perspective of the Cultural Resource Management (hereinafter is referred to as CRM), has a fundamental change. CRM is no longer considered merely a part of management efforts, but an important and strategic role in scientific theoretical discourse. The performance of CRM does not stop at the aspects of conservation and research; it is a management effort that takes into account the interests of many parties. In this reformation era, the CRM position as an approach plays an important and strategic role in managing, governing, and directing cultural heritages, which are recently become objects of conflicts. The CRM performance includes utilization, in a sense that it is able to generate the social significance of a cultural heritage in the community life. It is the ability to regenerate the social significance that is the real essence of CRM performance.

 

Abstrak. Dalam dasawarsa belakangan ini, pandangan Cultural Resource Management selanjutnya disingkat CRM, mengalami perubahan mendasar. CRM tidak dipandang hanya merupakan bagian dari upaya pengelolaan, melainkan dianggap justru sebagai bagian penting dari wacana teoritis ilmiah. Kinerja CRM tidak berhenti pada aspek pelestarian dan penelitian semata, melainkan lebih dari itu, merupakan upaya pengelolaan yang memperhatikan kepentingan banyak pihak. Dalam era reformasi seperti sekarang ini, posisi CRM sebagai suatu pendekatan memiliki peranan penting dan strategis di dalam menata, mengatur dan mengarahkan warisan budaya yang akhir-akhir ini seringkali menjadi objek konflik. Kinerja CRM memikirkan pemanfaatan dalam arti mampu memunculkan kebermaknaan sosial suatu warisan budaya di dalam kehidupan masyarakat. Menghadirkan kembali kebermaknaan sosial inilah yang sebenarnya merupakan hakekat kinerja CRM.


Keywords


Kepentingan eksternal, Kebermaknaan sosial, Solusi.

Full Text:

PDF

References


Anonim, 1994. Rancangan Induk Penelitian Arkeologi Nasional. Jakarta: Asdep Urusan Arkeologi Nasional.

Anonim, 2009. Undang-Undang R.I. Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Berling, dkk. 1986. Pengantar Filsafat Jakarta.

Byrne, Denis, Helen Brayshaw, Tracy Ireland. t.t. Social Significance. A Discussion Paper. NSW National Parks & Wildlife

Service, Research Unit, Cultural Heritage Devision.

Carman J. etoal. 1995. “Introduction: Archaeological Management”, dalam M.A. Copper, et al. (eds.), Managing

Archaeology. Routledge: 1-15.

Cleere, Henry F. 1989. “Introduction: the rationale of archaeological management”, dalam dalam Henry F. Cleere (ed.)

Archaeological heritage management in the modern world. London: Unwin-Hyman.

Dunn, William N. 2003. Analisis Kebijakan Publik. Yogyakarta: Hanindita Graha. diterjemakan dari Public Policy Analysis,

an Introduction.

Handoko, T. Hani. 1998. ”Sumber daya Budaya di Mata Manajemen”, Artefak No. 19: 5-7. Yogyakarta: HIMA Fakultas sastra UGM.

Haryono, Timbul. 2005. ”Pengembangan dan Pemanfaatan Aset Budaya dalam Pelaksanaan Otonomi Daerah”, Buletin Cagar Budaya, No. 4: 12-16. Jakarta: Asdep Urusan Kepurbakalaan dan Permuseuman.

Hodder, I. 1999. The Archaeological Process: An Introduction. London: Blackwell.

Intan, S. Fadhlan M., 1996 Dampak Pertambangan Terhadap Situs Gua-gua Prasejarah di Kawasan Kras (Karst) Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan. EHPA Ujung Pandang, 20-26 September 1996.

-----------. 2012. “Pemetaan Potensi Situs-situs Gua di Kawasan Kars Maros-Pangkep, Sulawesi Selatan: Kajian Arkeologi Publik, Tahap I”, Laporan Penelitian Arkeologi. Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan. (tidak terbit).

Kleden, Ignas. 1988. Sikap Ilmiah dan Kritik Kebudayaan. Jakarta : LP3ES. Cetakan ke 1.

Kompas, 3 Januari 2003. “Ditolak, Pembangunan Jagat Jawa Borobudur”.

Kompas, 5 Januari 2009. Situs Majapahit dirusak Pemerintah. Hal. 1. Layton, Robert. 1989. :Introduction: Who needs

the past”, dalam Robert Layton (ed), Who needs the past?. London: Unwin Hyman.

Nawawi, Hadari. 2005. Penelitian Terapan. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press. (tidak terbit).

Nazir, Moh. 1988. Metode Penelitian, Jakarta: Ghalia Indonesia.

Neumann, T.W dan R.M. Sanford. 2001. Cultural Resources Archaeology: An Introduction. Altamira Press.

Pearson, M. dan Sulivan, S. 1995. Looking after Heritage Place. Melbourne University Press,Carlton-Victoria, Australia.

Rangkuti, Nurhadi. 1996. ”Arkeologi Terapan dan Masa Depannya di Indonesia”. Pertemuan Ilmiah Arkeologi VII: 52-

Proyek Penelitian Arkeologi Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.

Schiffer, Michael. B. dan George J. Gummerman (ed.). 1977. Conservation Archaeology, A Guide for Cultural Recources Management Studies. New York: Academic Press.

Siswanto. 2011. “Peran Publik dalam Pengelolaan Situs Patiayam”. dalam Sumiati Atmosudiro, dan Tjahyono Prasojo editor. Arkeologi dan Publik. Yogyakarta, PT

Jentera Intermedia. Hal. l.

Sonjaya, Jajang Agus. “Pengelolaan Warisan Budaya di Dataran Tinggi Dieng”, Tesis Jurusan Arkeologi UGM, Yogyakarta.

(tidak terbit).

Sulistyanto, Bambang. 2004. Laporan Pelatihan Pengelolaan Sumber Daya Arkeologi. Asdep Urusan Arkeologi, Kementerian

Pendidikan dan Kebudayaan. Trowulan, Mojokerto 27 Agustus – 1 September 2004.

-----------. 2006a. “The pattern of conflict of benefeting in Indonesia”, di dalam: Truman Simanjuntak. Muhammad

Hisyam, Bagyo Prasetyo, Titi Surti Nastiti, (red.), Archaeology; Indonesian Perspective; R.P. Soejono’s festschrift,577-594 Jakarta: LIPI Press.

-----------. 2006b. “Konflik Pemanfaatan Warisan Budaya Candi Dieng”, Laporan Penelitian Arkeologi. Pusat Penelitian

dan Pengembangan Arkeologi Nasional, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. (tidak terbit).

-----------. 2006c. “Konflik Pengelolaan Sumber Daya Arkeologi Situs Sangiran”, Laporan Penelitian Arkeologi. Pusat Penelitian

dan Pengembangan Arkeologi Nasional, Departemen Kebudayaan dan Pariwisata. (tidak terbit).

-----------. 2007. “Model Resolosi Konflik dalam Pengelolaan Sumberdaya Arkeologi Situs Candi Dieng”, Laporan Penelitian Arkeologi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional. (tidak terbit).

-----------. 2008. “Resolusi Konflik Dalam Manajemen Warisan Budaya Situs Sangiran”, Disertasi. Fakultas Ilmu

Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia).

-----------. 2009a. “Warisan Dunia Situs Sangiran: Persepsi Menurut Penduduk Sangiran”, Jurnal Ilmu Pengetahuan Budaya, Vol. 11. No. 1 (April 2009). Jakarta: Yayasan Obor. Hlm. 57-80.

-----------. 2009b. “Penerapan Cutural Recource Management dalam Arkeologi”, Jurnal Penelitian dan Pengembangan Arkeologi, vol.27 No. 1. Jakarta: Pusat Penelitian dan

Pengembangan Arkeologi Nasional.

-----------. 2011. “Situs Candi Lumbung Terancam Lahar Dingin Gunung Merapi”, Laporan Penelitian Arkeologi. Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional. (tidak terbit).

Tanudirjo, Daud Aris. 1998. “Cultural Resource Management sebagai Manajemen Konflik”. Buletin Artefak No. 19: 14 –18.

Yogyakarta: HIMA Fakultas Sastra UGM.

-----------. 2003. “Benda Cagar Budaya Milik Siapa,” Kata Pengantar dalam Bambang Sulistyanto, Balung Buto: Warisan Budaya Dunia Dalam Masyarakat Sangiran. Yogyakarta: Kunci Ilmu.

-----------. 2004. “Pengelolaan Sumber Daya Arkeologi: Sebuah Pengantar”, Makalah pada Pelatihan Pengelolaan Sumber

Daya Arkeologi di Trowulan, Mojokerto. 27 Agustus – 1 September 2004.

-----------. 2007. “Arkeologi dan Jatidiri bangsa: Refleksi bagi Arkeologi Indonesia”, Relik. September 5th, 2007.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/amt.v32i2.171
Article Metrics

Abstract views: 476 | PDF views: 725 | Total views: 1201




Copyright (c) 2014 AMERTA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

AMERTA INDEXED BY:

Copyright of AMERTA (e-ISSN 2549-8908 p-ISSN 0215-1324). Powered by OJS. ©Designed by Mujab.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.