Alat Tukar Lokal dan Impor Di Papua.

M. Irfa Mahmud

Abstract


Abstract. Local and Imported Mediums of Exchange in Papua. This paper reveals the forms, values, and functions of the mediums of exchange, which were used in trade transactions in the past in Papua. The purpose is to show the monetary system of Papua citizens since hundreds of years ago; in fact it is still being used as the apparatus of traditional ceremonies and social gatherings in some ethnic groups until today. Based on archaeological survey method and ethno-archaeological approach, it is known that the presence of the mediums of exchange in inland and coastal areas of Papua was
introduced within trade alliances. Stone axes, currency, shells, dog’s tooth, and earthenware were the mediums of exchange that were first developed independently in Papua. The trade in 14th – 20th
Centuries also introduced luxury items as imported mediums of exchange in coastal area, such as beads, porcelains, Timor fabrics, iron tools of iron, and coins or banknotes. It can be concluded that
not all of Papua cirtizens live depend entirely on the nature; some of the ethnics have developed the trade alliances and they also have standard medium of exchange which is used in goods/service
transaction, also affirm their identities, social status, and authorities.

 

Abstrak: Tulisan ini mengungkapkan bentuk, nilai dan fungsi alat tukar yang pernah digunakan dalam transaksi dagang di Papua pada masa lalu. Tujuannya untuk memperlihatkan sistem moneter penduduk Papua sejak ratusan tahun silam, bahkan masih digunakan sebagai ‘apparatus’ upacara dan
pesta adat beberapa suku hingga sekarang. Berdasarkan metode survei arkeologi dan pendekatan etno-arkeologi diketahui bahwa kehadiran alat tukar di pedalaman dan pesisir Papua diperkenalkan oleh jaringan aliansi dagang. Kapak batu, uang kerang, gigi anjing, dan tembikar merupakan alat
pembayaran tradisional yang mula-mula dikembangkan secara mandiri di Papua. Perdagangan abad XIV-XX juga memperkenalkan alat tukar impor dari barang mewah di daerah pesisir, berupa: manikmanik, porselin, kain Timor, peralatan besi, dan mata uang logam atau kertas. Dapat disimpulkan bahwa penduduk Papua tidak semuanya sekedar menggantungkan hidup dari kemurahan alam; sebagian dari kelompok suku sudah mengembangkan aliansi dagang dan memiliki standar alattukar yang digunakan dalam transaksi barang/jasa, sekaligus menegaskan identitas, status sosial, dan wibawa.


Keywords


Papua, Alat tukar, Perdagangan, Komoditi, Suku

Full Text:

PDF

References


Alua, Agus A. 2003. “Sekilas Sejarah Kontak Orang Dani Dengan Dunia Luar”, dalam Nilai-nilai Hidup Masyarakat Hubulah

di Lembah Balem Papua. Jayapura: Biro Penelitian STFT Fajar Timur Jayapura, Februari, hal. 1-20.

Boelaars, Jan. 1986. Manusia Irian. Cet. 1. Jakarta: Gramedia.

Damsar dan Indrayani. 2013. Pengantar Sosiologi Ekonomi. Edisi Kedua. Cet. 3. Jakarta: Kencana.

Dick-Read, Robert. 2008. Penjelajah Bahari: Pengaruh Peradaban Nusantara di Afrika. Cet.1 Bandung: Mizan.

Fairyo, Klementin. 2009. “Gerabah Situs Mansinam, Kajian Etnoarkeologi”, Jurnal PAPUA vol. 1, No. 2, hal. 93-98.

Itlay, Simeon, etoal. 1994. Kebudayaan Jayawijaya dalam Pembangunan Bangsa. Cet. 1. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Mansoben, J.R. 2013. “Budaya Material Papua Untuk Penguatan Jati Diri Bangsa”, dalam Simon Abdi K. Frank dan Bau Mene

(ed.), Kebudayaan Papua: Tradisi, Sistem Pengetahuan, dan Pembangunan Jati Diri. Cet. 1. Makassar: Masagena Press

dan Balai Arkeologi Jayapura, hal. 105-116.

Maryone, Rini. 2009. “Fungsi Keramik Cina bagi Masyarakat Biak”, Jurnal PAPUA vol. 1, No. 2/November 2009, hal. 83-90.

------------. 2013. “Noken: Identitas Orang Papua yang Memperkokoh Jati Diri Bangsa”, dalam Simon Abdi K. Frank dan Bau Mene (ed.), Kebudayaan Papua: Tradisi, Sistem Pengetahuan, dan Pembangunan Jati Diri. Cet. 1. Makassar: Masagena Press dan Balai Arkeologi Jayapura, hal.19-29.

Muller, Kal. 2008. Mengenal Papua. Daisy World Books.

------------. 2011. Pesisir Selatan Papua. Edisi I. Daisy World Books Osborne, Robin. 1985. Indonesias Secret War: The Guerilla Struggle in Irian Jaya. Sydney: Allen & Unwin.

Pekei, Titus Christ. 2008. Manusia Mee di Papua. Cet. 1. Mimika-Papua: Pusat Studi Ekologi Papua Pigou, A.C. 1917. “The Veil of Maney”, The Quarterly Journal of Economics, Vo. 32. No. 1 (Nov, 1917), hal 38-65. MIT Press.

Prasetyo, Bagyo. 2011. “Budaya Pantai dan Pedalaman Masa Prasejarah di Papua”, dalam M. Irfan Mahmud dan Erlin Novita

Idje Djami, Austronesia dan Melanesia di Nusantara: Mengungkap Asal-Usul dan Jati-Diri dari Temuan Arkeologis. Cet. 1. Yogyakarta: Penerbit Ombak, hal. 75-91.

Purnomo, dkk. 2010. Uang dalam Komunitas Asli Kabupaten Jayapura di Papua. Yogyakarta: Bima Sakti.

Ritzer, George & Douglas J. Goodman. 2008. Teori Sosiologi. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Sanggenafa, N dan Koentjaraningrat. 1992. “Pertukaran Kain Timur di Daerah Kepala Burung”, dalam Koentjaraningrat dkk,

Irian Jaya: Membangun Masyarakat Majemuk. Jakarta: Djambatan, hal. 156-172.

Schoorl, P. 2001. Belanda di Irian Jaya: Amtenar di Masa Penuh Gejolak 1945-1962. Jakarta: Penerbit Garba Budaya.

Soejono, R.P. 1994. “Prasejarah Irian Jaya”, dalam Koentjaraningrat (ed.), Irian Jaya Membangun Masyarakat Majemuk. Jakarta: Djambatan, hal. 23-43.

Suroto, Hari. 2013. “Revolusi Ubi Jalar di Lembah Baliem”, dalam Simon Abdi K. Frank dan Bau Mene (ed.), Kebudayaan

Papua: Tradisi, Sistem Pengetahuan, dan Pembangunan Jati Diri. Cet. 1. Makassar: Masagena Press dan Balai Arkeologi

Jayapura, hal. 79-94.

Tanudirjo, Daud Aris. 2011. “Interaksi Austronesia–Melanesia: Kajian Interpretasi Teoritis”, dalam M. Irfan Mahmud dan Erlin Novita Idje Djami, Austronesia dan Melanesia di Nusantara:

Mengungkap Asal-Usul dan Jati-Diri dari Temuan Arkeologis. Cet. 1. Yogyakarta: Penerbit Ombak, hal. 23-41.

Tim Penelitian. 2012. “Penelitian Pusat Peradaban Pantai Barat Papua: Asal-Usul, Perkembangan dan Interaksi Penutur

Austronesia dan Austromelanesid” (Laporan Penelitian). Jayapura: Balai Arkeologi Jayapura.

Tolla, Marlin. 2010. “Alat Tukar di Papua dan Komoditasnya”, Jurnal PAPUA vol. 2, No 1/Juni 2010, hal 55-65.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/amt.v32i2.170
Article Metrics

Abstract views: 163 | PDF views: 471 | Total views: 634




Copyright (c) 2014 AMERTA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

AMERTA INDEXED BY:

Copyright of AMERTA (e-ISSN 2549-8908 p-ISSN 0215-1324). Powered by OJS. ©Designed by Mujab.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.