Permukiman Kuna di Kawasan Way Sekampung, Lampung, Pada Masa Śriwijaya.

Nanang Nanang Saptono

Abstract


Abstract. Old Settlement in Way Sekampung Area, Lampung, during The Śrivijaya Period. Lampung had a Śrivijaya Empire. The inscriptions of Palas Pasemah, Bungkuk, and Batu Bedil are an inscriptions of the Śrivijaya Kingdoms. Inscriptions, especially inscriptions warning, definitely placed at the residential location. In addition to the location of the inscription, the settlement can be traced through the distribution of archaeological remains which have the same background with the inscription. Through spatial archaeological approaches settlement and community life along the Way Sekampung can be determined. Along the river there are two regions upstream and downstream areas. Upstream region end to be the Hindu community while downstream is a Buddhist society. Both groups are still running religious megalithic culture.

 

Abstrak. Lampung pernah menjadi bagian dari wilayah kekuasaan Śriwijaya. Hal ini ditandai oleh temuan Prasasti Palas Pasemah, Bungkuk, dan Batu Bedil yang merupakan prasasti dari masa Śriwijaya. Prasasti, terutama prasasti peringatan, pasti ditempatkan di areal permukiman. Selain lokasi prasasti, kawasan permukiman dapat dilacak melalui tinggalan arkeologis. Melalui pendekatan arkeologi keruangan dapat diperoleh gambaran tentang pola permukiman di sepanjang aliran Way Sekampung. Pada dasarnya kawasan di sepanjang sungai dapat dibedakan menjadi kawasan hulu dan hilir. Kawasan hulu cenderung merupakan kawasan masyarakat penganut Hindu, sedangkan di hilir merupakan masyarakat penganut Buddha. Pada kedua permukiman kelompok masyarakat tersebut juga terdapat jejak religi budaya megalitik.


Keywords


Prasasti, Permukiman, Arca, Kawasan Hulu, Kawasan Hilir, Hindu, Buddha, Religi, Way Sekampung

Full Text:

PDF

References


Bintarti, D.D. (ed.). 2010. “Zaman Prasejarah di Indonesia”, dalam R.P. Soejono dan R.Z. Leirissa (ed.). Sejarah Nasional Indonesia I. Jakarta: Balai Pustaka.

Boechari, 2012. “An Old Malay Inscription of Śriwijaya at Palas Pasemah (South Lampung)”, dalam Melacak Sejarah Kuno Indonesia Lewat Prasasti. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia: 361-84.

Clarke, David L. 1977. Spatial Information in Archaelogy, in Spatial Archaeology. London: Academic Press.

Cortesão, Armando. 1967. The Suma Oriental of Tomé Pires. Nendelnd iechtenstein: Kraus Reprint Limited.

Danasasmita, Saleh. 1987. Sewaka Darma, Sanghyang Siksakanda ng Karesian, Amanat Galunggung. Transkripsi dan

Terjemahan. Bandung: Bagian Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Sunda (Sundanologi).

Hardiati, Endang Sri (ed.). 2010. “Zaman Kuno”, dalam R.P. Soejono dan R.Z. Leirissa (ed.). Sejarah Nasional Indonesia II. Jakarta: Balai Pustaka.

Iskandar, Johan. 2001. Manusia, Budaya, dan Lingkungan. Bandung: Humaniora Utama Press.

Laili, Nurul. 2004. “Pola Penempatan Dolmen Pada Situs-situs Megalitik Lampung”. dalam Agus Aris Munandar (ed.),

Teknologi dan Religi dalam Perspektif Arkeologi, hal. 12-21. Bandung: Ikatan Ahli Arkeologi Indonesia.

Mangga, Andi S., Amiruddin, T. Suwardi, D. Gafoer, dan Sidarto. 1994. Geologi Lembar Tanjungkarang Sumatra. Bandung: Pusat

Penelitian dan Pengembangan Geologi.

Muljana, Slamet. 1979. Nāgarakrětāgama dan Tafsir Sejarahnya. Jakarta: Bhratara Karya Aksara.

Mundardjito. 2002. Pertimbangan Ekologis: Penempatan Situs Masa Hindu-Buda di Daerah Yogyakarta. Jakarta: Wedatama

Widya Sastra dan EFEO.

Purwanti, Retno. 1995. “Perang Pada Masa Śriwijaya: Tinjauan terhadap Prasastiprasasti Abad VII Masehi”, dalam Jurnal

Penelitian Balai Arkeologi Bandung No.3: 98-103. Bandung: Balai Arkeologi Bandung.

Soekatno, Endang Sri Hardiati. 1985. “Catatan Tentang Arca dari Masa Klasik dari Pugungraharjo, Lampung”, dalam Rapat

Evaluasi Hasil Penelitian Arkeologi II, hal 163-7. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Soekmono, R.1985. “Kisah Perjalanan ke Sumatra Selatan dan Jambi”, dalam Satyawati Suleiman dkk. Amerta 3.

Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Trigger, Bruce G. 1968. “The Determinants of Settlement Pattern”, dalam Kuang Chih Chang (ed.). Settlement Archaeology, hal 5-78. California: National Press.

Utomo, Bambang Budi. 2007. Prasasti-prasasti Sumatera. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.

Verstappen, H. Th. 1973. A Geomorphological Reconnaissance of Sumatra and Adjacent Islands (Indonesia). Wolters-Noordhoff

Publishing Groningen.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/amt.v31i2.162
Article Metrics

Abstract views: 147 | PDF views: 266 | Total views: 413




Copyright (c) 2013 AMERTA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

AMERTA INDEXED BY:

Copyright of AMERTA (e-ISSN 2549-8908 p-ISSN 0215-1324). Powered by OJS. ©Designed by Mujab.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.