Situs Kapal Karam Gelasa di Selat Gaspar, Pulau Bangka, Indonesia.

Harry Octavianus Sofian

Abstract


Abstract. Gelasa Shipwreck Site at Gasper, Bangka Island, Indonesia. The territorial waters of the archipelago is a cultural, economic and political since hundreds of years ago. Archipelago waters serve as an interaction of various ethnic, traders and spread the influence of each other. Interaction-pass remains underwater archaeological remains scattered in various waters of the Archipelago. This discussion will inform the research to look underwater archaeological remains of the shipwreck in the waters of the Straits of Gaspar. This study produced evidence of archaeological remains of a ship using wood and copper, ceramics, bottles, bones, cannon, ship ballast, pegs and some artifacts that cannot be identified.


Abstrak. Wilayah perairan Nusantara merupakan budaya, ekonomi dan politik sejak beratus tahun yang lalu. Perairan Nusantara berfungsi menjadi penghubung interaksi berbagai etnis, pedagang dan menyebarkan pengaruh satu sama lain. Interaksi itu mewariskan tinggalan-tinggalan arkeologi bawah air yang tersebar di perairan Nusantara. Pembahasan ini akan menginformasikan hasil penelitian untuk melihat tinggalan arkeologi bawah air, yaitu kapal karam di perairan Selat Gaspar. Penelitian ini menghasilkan bukti-bukti tinggalan arkeologi bawah air berupa kapal karam yang menggunakan bahan kayu dan tembaga, keramik, botol-botol, tulang, meriam, batu pemberat kapal (ballast) pasak, dan beberapa artefak yang belum dapat diidentifikasi.


Keywords


Arkeologi Bawah Air, Situs Kapal Karam Gelasa, Selat Gaspar, Bangka

Full Text:

PDF

References


Bowens, Amanda. 2009. Underwater Archaeology The NAS Guide to Principles and Practice; The Nautical Archaeology

Society. United Kingdom: Blackwell Publishing.

Erman, Erwiza. 2009. Dari Pembentukan Kampung ke Perkara Gelap Menguak Sejarah Timah Bangka-Belitung. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Groeneveldt, W.P. 2009. Nusantara dalam Catatan Tionghoa. Jakarta: Komunitas Bambu.

Helmi, Surya. 2010. “Warisan Budaya di Dasar Laut, Data Arkeologi yang Dilupakan”. Presentasi pada Seminar Semarak

Arkeologi 2010. Bandung: Direktorat Peninggalan Bawah Air. Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

Mirabal, Lic. Alejandro. 2008. Archaeological Survey Report of Wreck Sites Located in The Areas of Baginda and Belvedere

Reefs and Bangka and Belitung Islands During 2007 Season. Portugal: Arqueonautas.

Mirabal, Lic. Alejandro. 2011. Expedition Report of the “BUDPAR-Arqueonautas” Project in the Area BABEL during 2009-2010

seasons. Portugal: Arqueonautas.

Tanudirjo, Daud Aris. 1989. “Ragam Penelitian Arkeologi”, dalam Skripsi Karya Mahasiswa Arkeologi Universitas Gadjah

Mada. Yogyakarta: Fakultas Sastra Universitas Gadjah Mada.

Utomo, Bambang Budi. 2009. “Tantangan dan Musibah di Laut” dalam Bambang Budi Utomo dkk. (ed.), Ekspedisi Śrīwijaya

Mencari Jalur yang Hilang. Palembang: Balai Arkeologi Palembang.

Utomo, Bambang Budi. 2010. “Bangka Belitung dalam Lintas Niaga”, Buletin Relik No.07 Juni 2010. Jambi: Balai Pelestarian

Peninggalan Purbakala Jambi.

Wells, Tony. 1995. Shipwrecks and Sunken Treasure in Southeast Asia. Singapore: Times Editions.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/amt.v31i2.160
Article Metrics

Abstract views: 113 | PDF views: 209 | Total views: 322




Copyright (c) 2013 AMERTA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

AMERTA INDEXED BY:

Copyright of AMERTA (e-ISSN 2549-8908 p-ISSN 0215-1324). Powered by OJS. ©Designed by Mujab.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.