TEMUAN KAPAL TENGGELAM DARI SITUS KARANG KENNEDY: GAMBARAN PERAIRAN BELITUNG BAGIAN SELATAN DALAM JALUR PERDAGANGAN MARITIM PADA AWAL ABAD XX

Aryandini Novita

Abstract


This  paper  discusses  about  maritime  trade  routes   in southern Belitung waters in the past based on archaeological remains found  at  Karang  Kennedy Reef by South Sumatra Archaeological Center in 2018. Inductive method was used in this study and the main data were the cargo found in the shipwreck. Data was collected through underwater survey and mapping and then went into specific and contextual analysis. Written sources was also used for data interpretation. The result indicates that Karang Kennedy Site shipwreck is an evidence that Belitung used to be a part of international trade routes. Although the southern Belitung waters are protected from direct wind gusts Java sea or Belitung island, those are also relatively shallow and overgrown with coral reefs that limited the movement of ships and large boats to sail in this area.

 

 

Keywords: Wrecksite, Maritime trade, Underwater archaeology

 

Tulisan ini membahas tentang gambaran jalur perdagangan maritim di wilayah perairan Belitung bagian selatan pada masa lalu. Data yang digunakan dalam tulisan ini berupa tinggalan arkeologi yang ditemukan di Situs Karang Kennedy hasil penelitian Balai Arkeologi Sumatera Selatan tahun 2018. Metode penalaran yang digunakan pada tulisan ini adalah metode induktif. Data yang digunakan adalah temuan arkeologi hasil penelitian tahun 2018  berupa  sisa kapal tenggelam dan muatannya. Pengumpulan data pada kegiatan tersebut dilakukan dengan cara survei dan pemetaan bawah air. Analisis temuan dilakukan baik secara khusus maupun kontekstual, sementara interpretasi data menggunakan analogi sejarah dari sumber-sumber tertulis. Hasil kajian ini menunjukkan temuan kapal tenggelam di Situs Karang Kennedy merupakan bukti bahwa Belitung juga merupakan bagian dari perdagangan internasional. Selain itu penemuan sisa kapal di Karang Kennedy ini juga dapat dijadikan bukti tentang gambaran pelayaran di perairan bagian selatan Belitung. Meskipun posisi perairan bagian selatan Belitung terlindung dari hembusan angin langsung yang berasal dari arah laut Jawa atau daratan pulau Belitung namun perairan tersebut relatif dangkal dan banyak ditumbuhi terumbu karang sehingga membatasi gerak kapal-kapal dan perahu-perahu berukuran besar yang melintasinya.

 

Kata Kunci: Situs kapal tenggelam, Perdagangan maritim, Arkeologi bawah air

Keywords


Situs kapal tenggelam, Perdagangan maritim, Arkeologi bawah air

Full Text:

PDF

References


Daftar Pustaka

Barke, Michael. 1997. “La Que Ho de Ser No Puede Faltar” (What Has to Be Cannot Be Avoid”): Phylloxera and The Demise of The Malaga Wine Industry.” Journal of Wine Research 8 (3): 139–58.

Beauvoid, Emmi. 2018. “The Johnston- Vieillard Manufactory (19th Century, Bordeaux, France): Preliminary Result on ‘White Earthenware’ Production.” In 42th International Symposium on Archaeometry. Merida, Mexico.

Flecker, Michael. 2004. “A Ninth-Century Arab or Indian Shipwreck in Indonesia.” In The Belitung Wreck Sunken Treasures from Tang China, 2–39. New Zealand: Seabed Exploration.

Gould, Richard A. 2011. Archaeology and The Social History of Ships. New York: Cambridge University Press.

Hamid, Abdrahman. 2013. Sejarah Maritim Indonesia. Yogyakarta: Penerbit Ombak.

Hutton, Ian. 2002. “Myth, RealityandAbshinte.” 2002. http://www.absintheonline.com/ myth_reality_absinthe.pdf.

Iskandar, Mohammad. 2005. “Nusantara Dalam Era Niaga Sebelum Abad Ke- 19.” Wacana 7 (2): 175–90.

Novita, Aryandini. 2010. “Mercusuar- Mercusuar Di Perairan Bangka Belitung.” Siddhayatra 15 (1): 47–53.

Pascali, Luigi. 2017. “The Wind of Change: Maritime Technology, Trade and Economic Development.” American Economic Review 107 (9): 2821–2854. https://doi.org/10.1257/aer.20140832.

Penyusun, Tim. 2015. “Survei Cagar Budaya Bawah Air Di Perairan Lembasar, Desa Mentigi, Kecamatan Membalong, Kabupaten Belitung Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.” Jambi.

Poesponegoro, Marwati Djoened, and Nugroho Notosutanto. 2008a. Sejarah Nasional III. Zaman Pertumbuhan Dan Perkembangan Kerajaan-Kerajaan Islam Di Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka.

---------. 2008b. Sejarah Nasional Indonesia V Zaman Kebangkitan Nasional Dan Masa Hindia Belanda. Jakarta: Balai Pustaka.

Reid, Anthony. 2011. Asia Tenggara Dalam Kurun Niaga 1450-1680. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Romadhona, Meggi. 2016. “Jejak Laut Holosen Di Pulau Belitung.” Geomagz, September 2016.

Stroomberg, J. 2018. Hindia Belanda 1930.

Yogyakarta: IRCiSoD.

Sulistiyono, Singgih Tri. 2016. “Paradigma Maritim Dalam Membangun Indonesia: Belajar Dari Sejarah.” Lembaran Sejarah 12 (2): 81–108.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/kpt.v28i1.573
Article Metrics

Abstract views: 10 | PDF views: 3 | Total views: 13




Copyright (c) 2019 KALPATARU

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

KALPATARU INDEXED BY:

 

 


Copyright of KALPATARU (e-ISSN 2550-0449 p-ISSN 0126-3099). Powered by OJS. ©Designed by Mujab.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.