Hunian “Pra-Sriwijaya” di Daerah Rawa Pantai Timur Sumatera.

Nurhadi Rangkuti

Abstract


Keberadaan Śrīwijaya di Sumatera ditandai oleh adanya prasasti-prasasti dari abad ke- 7 M. di Palembang, Jambi dan Lampung. Sebagian besar prasasti dan situs-situs arkeologi dari masa Śrīwijaya (abad ke-7-13 M.) terdapat di daerah lahan basah sebagai bagian dari wilayah pantai timur Sumatera. Penelitian arkeologi selama dua puluh tahun terakhir di daerah tersebut berhasil menemukan situs-situs arkeologi pada masa pra-Śrīwijaya antara lain berupa situs kubur tempayan dan situs hunian. Penemuan situs-situs masa pra-Śrīwijaya itu menunjukkan bahwa sebelum Śrīwijaya berkembang di Palembang dan Jambi, daerah rawa telah dimukimi oleh komuniti-komuniti kuno. Penelitian mengkaji lebih jauh pola hidup masyarakat kuno tersebut dalam berinteraksi dengan lingkungan rawa. Penelitian dilakukan dengan pendekatan “landscape archaeology”, survei dan ekskavasi untuk pengumpulan data, serta analisis carbon dating (C-14) dan tipologi artefak untuk mengetahui pertanggalan situs. Hasil penelitian memberikan gambaran mengenai pola persebaran situs antara situs kubur tempayan dan situs hunian di daerah rawa.

 

Abstract. “Pre- Śrīvijaya” Settlements in The Swamp Area of The East Coast of Sumatera. The presence of Śrīvijaya in Sumatera was marked by the existence of inscriptions dated from  7th Century AD in Palembang, Jambi and Lampung. Most of the inscriptions and archaeological sites from Śrīvijaya era (7th – 13th Century) were located in the wetlands as part of the east coast region of Sumatera. The last two decades of archaeological researches in the region succeeded in finding archaeological sites from pre-Śrīvijaya era, among others jar burial and settlement sites. The discovery of pre-Śrīvijaya sites indicates that before Śrīvijaya was developed in Palembang and Jambi, the marshland area had already been inhabited by ancient communities. The research carried out further studies on the pattern of living of the ancient communities in interacting with marshy environment. The research was carried out using “landscape archaeology” approach, surveys and excavations in collecting data, as well as carbon dating (C-14) analysis and artifact typology to determine the age of the sites. The results of the research provide an illustration about the distribution pattern of the sites between the jar burial sites and the settlement sites in the wetland.


Keywords


pra-Śrīwijaya, Rawa, Situs Kubur Tempayan, Situs Hunian

Full Text:

PDF

References


Bellwood, Peter. 2000. Prasejarah Kepulauan Indo-Malaysia. Edisi Revisi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Green, Stanton W. 1990. “Approaching archaeological space: an introduction to the volume” dalam Interpreting Space: GIS And Archaeology (ed. Kathleen MS Allea, Stanton W. Green), pp. 1-8. London-New York-Philadelphia: Taylor and Francis.

Manguin, Piere-Yves, Soeroso, Muriel Charras. 2006. “Bab 3 – Daerah Dataran Rendah dan Daerah Pesisir: Periode Klasik”, dalam Menyelusuri Sungai, Merunut Waktu: Penelitian Arkeologi di Sumatera Selatan. Jakarta: Puslibang Arkeologi Nasional.

Notohadiprawiro, Tejoyuwono. 2006. “Pemanfaatan Lahan Basah: Kontroversi yang Tidak Ada Habisnya” Repro: Jurnal Ilmu Tanah.

Rangkuti, Nurhadi. 1996. “Aplikasi Sistem Informasi Geografis Dalam Penelitian Arkeologi Skala Wilayah”, dalam Jurnal Penelitian Arkeologi No. 04 II/1996, Yogyakarta:Balai Arkeologi, hal. 63-68.

---------. 2008. “Arkeologi Lahan Basah di Sumatera Bagian Selatan”, dalam Arkeologi Lahan Basah di Sumatera dan Kalimantan (ed. Sutikno) hal. 1-21. Palembang: Balai Arkeologi.

---------. 2011. “Laporan Penelitian Arkeologi: Pola Hidup Komuniti Pra Śrīwijaya di Situs Sentang, Kecamatan Bayunglincir, Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatera Selatan”. Palembang: Balai Arkeologi.

---------. 2012a. “Śrīwijaya Sebelum Prasasti Kedukan Bukit”, dalam Isu-Isu Pentarikhan Tapak Artifak Budaya (ed. Nik Hassan Shuhaimi, Nik Abdul Rahman, Asyaari Muhammad, Zuliskandar Ramli). Bangi: ATMA Universiti Kebangsaan Malaysia.

---------. 2012b. “Kubur Tempayan Pra Śrīwijaya di Dataran Rendah Jambi dan Sumatera”, dalam Prosiding Seminar Antarabangsa Arkeologi, Sejarah dan Budaya di Alam Melayu 15-16 Oktober 2012 (ed. Nik Hassan Shuhaimi, Nik Abdul Rahman, Zuliskandar Ramli, Mohd Samsudin). Bangi: ATMA Universiti Kebangsaan Malaysia.

---------. 2013. “Permukiman Lahan Basah (Wetland) di Jambi”, dalam Prosiding Seminar Antarabangsa Ke-2 Arkeologi, Sejarah dan Budaya di Alam Melayu, 26-27 November 2013 (ed. Nik Hassan Shuhaimi, Nik Abdul Rahman, Zuliskandar Ramli, Mohd Samsudin, Moh Tarmizi Hasrah). Bangi: ATMA Universiti Kebangsaan Malaysia.

Rudito, Bambang. 2006. “Pengembangan Pola Hidup Masyarakat di Muara Jambi”, dalam Seminar Melayu Kuno “Titik Temu” Jejak Peradaban di Tepi Batanghari. Jambi 16 Desember 2006.

Sartono. 1979. “Pusat-Pusat Kerajaan Śrīwijaya Berdasarkan Interpretasi Paleogeografi”, dalam Pra Seminar Penelitian Śrīwijaya, Jakarta 7-8 Desember 1978. Jakarta: Pusat Penelitian Purbakala dan Peninggalan Nasional.

Scholz, Ulrich. 1986. “Persediaan Tanah di Sumatera Selatan dan Potensinya Untuk Kepentingan Pertanian”, dalam Geografi Pedesaan Masalah Pengembangan Pangan (ed. Jurgen H Hohnholz). Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Soeroso. 2002. “Pesisir Timur Sumatera Selatan Masa Proto Sejarah: Kajian Permukiman Skala Makro”, dalam Pertemuan Ilmiah Arkeologi IX, Kediri 23-27 Juli 2002.

Soejono, R.P. 2008. Sistem-Sistem Penguburan pada Akhir Masa Prasejarah di Bali. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.

Budisantosa,TriMarhaeniS.2002.“Pemukiman Pra-Śrīwijaya di Kawasan Karangagung Tengah: Sebuah Kajian Awal” dalam Jurnal Arkeologi Siddhayatra 7(2): hal. 65-89. Palembang: Balai Arkeologi Palembang.

Budisantosa, Tri Marhaeni S. 2005. “Permukiman Pra-Śrīwijaya di Pantai Timur Sumatera: Kawasan Karang Agung Tengah Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan”. Berita Penelitian Arkeologi No.13. Palembang; Balai Arkeologi Palembang.

Vink, A.P.A. 1983. Landscape Archaeology and Land Use. London-New York: Longman.

Wibisono, Sonny Chr. 2011. “Tembikar Memadu Tanah, Air, Api: Tembikar Awal dari Asia Tenggara”, dalam Tembikar dan Padi: Asia Tenggara dalam Perspektif Arkeologi (katalog pameran), Palembang: Balai Arkeologi.

Willey, Gordon R. 1953. Prehistoric Settlement Pattern in the Viru Valley, Peru. V.S




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/kpt.v23i2.56
Article Metrics

Abstract views: 226 | PDF views: 332 | Total views: 558




Copyright (c) KALPATARU

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

KALPATARU INDEXED BY:

 

 


Copyright of KALPATARU (e-ISSN 2550-0449 p-ISSN 0126-3099). Powered by OJS. ©Designed by Mujab.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.