Prasasti Tlaŋ (904 m.): Desa Perdikan untuk Tempat Penyeberangan Masa Matarām Kuna

Titi Surti Nastiti

Abstract


Abstrak. Prasasti Tlaŋ yang dikeluarkan oleh Śrī Mahārāja Rakai Watukura Dyah Balitung Śrī Dharmmodaya Mahāśambhu pada tanggal 6 parogelap bulan Posya tahun 825 Śaka (11 Januari 903M.) menyebutkan nama desa tempat penyeberangan di tepi Bengawan Solo, yaitu Desa Paparahuan. Untuk pembiayaannya, Desa Tlaŋ, Desa Mahe/Mahai, dan Desa Paparahuan dijadikan desa perdikan. Tulisan ini bertujuan untuk membaca ulang Prasasti Tlaŋ dan mengidentifikasi Prasasti Wonoboyo serta mengidentifikasi desa-desa yang disebutkan dalam prasasti. Adapun metode yang dipakai dalam makalah ini adalah metode deskriptif analitis dan metode komparatif. Dari hasil penelitian dapat diidentifikasi dua desa, yaitu Desa Teleng dan Desa Paparahuan. Sementara Desa Mahe/Mahai masih belum dapat diidentifikasi dimana lokasinya. Sebagai kesimpulan dapat disebutkan bahwa selain dapat mengidentifikasi dua desa yang disebutkan dalam Prasasti Tlaŋ I dan Tlaŋ II, juga dapat mengidentifikasi Prasasti Wonoboyo sebagai Prasasti Tlaŋ III.

Abstract. Tlaŋ inscription, issued by Śrī Mahārāja Rakai Watukura Dyah Balitung Śrī Dharmmodaya Mahāśambhu on the sixth day of the dark half of the month of Posya in 825 Śaka (11th January 904 A.D.), mentions the name of village that served as a river crossing place on the banks of the Solo River, i.e. Paparahuan village. To finance it, the Tlaŋ village, the Mahe/Mahai village, and Paparahuan village, become free hold. This paper aims to re-read the inscription of Tlaŋ as well as identifying Wonoboyo inscription and the villages which were mentioned in the inscription. The methods used in this paper are descriptive analytical method and the comparative method. As a result of this study, two villages can be identified, i.e the Tlaŋ village and Paparahuan village, while the location of Mahe/Mahai village still cannot be identified. As a conclusion may be mentioned that in addition to identifying the two villages mentioned in the inscription Tlaŋ I and Tlaŋ II, the study can also identify the Wonoboyo Inscription as Tlaŋ III inscription.


Keywords


Prasasti Tlaŋ, Prasasti Wonoboyo, Bengawan Solo, Tempat penyeberangan

Full Text:

PDF

References


Bappeda Wonogiri. 2007. “Wonogiri dalam Angka Tahun 2007”. Wonogiri: Bappeda Wonogiri. Boechari. 1985/1986. Prasasti Koleksi Museum Nasional, Volume 1. Jakarta: Proyek Pengembangan Museum Nasional.

Brandes, J.L.A. 1913. “Oud-Javaansche Oorkonde, nagelaten transcripties van wijlen Dr. J.L.A.

Brandes, uitgegeven door N.J. Krom”, Verhandelingen van het Koninklijk Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen 60. Batavia: Albrecht & Co, ‘s-Gravenhage, Martinus Nijhoff.

Cohen Stuart, A.B. 1875. Kawi Oorkonden in Facsimile, met inleiding en transcriptie. Leiden: E.J. Brill.

Damais, Louis-Charles. 1955. “Études Javanaises: IV. Discussion de la date des Inscription”. Bulletin de l’École Française de Extrême Orient 17(1): 7-290.

Nastiti, Titi Surti. 2003. Pasar di Jawa. Masa Mataram Kuna Abad VIII-XI Masehi. Jakarta: Pustaka Jaya.

Nastiti, Titi Surti, Yusmaini Eriawati, Fadhlan S. Intan, Arfian. 2008. “Penelitian Matarām Kuna: Situs Perdagangan di DAS Bengawan Solo Berdasarkan Isi Prasasti Tlaŋ Abad ke-10 M.”, Laporan Penelitian Arkeologi. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Sarkar, Himansu Bhusan. 1971. Corpus of the Inscriptions of Java (Corpus Inscriptionum Javanicum)(up to 928) Vol. II. Calcutta: Firma K.L. Mukhopadhay.

Stutterheim, W.F. 1927. ”Een Belangrijke Oorkonde uit de Kěḍoe”, Tijdschrift voor Indische Taal-, Land- en Volkenkunde 67: 172--215.

----------. 1934. “Een Vrij Overzetveer te Wanagiri (M.N.) in 903 A.D.”, Tijdschrift voor Indische Taal-, Land- en Volkenkunde 74:269--95.

----------. 1940. “De Inscriptie van Randoesari, I”, Inscripties van Nederland-Indie, alf 1:3-28.

Suhadi, Machi dan M.M. Sukarto, 1986. “Laporan Penelitian Epigrafi Jawa Tengah”, Berita Penelitian Arkeologi No. 37. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Sumadio, Bambang et al. (ed.). 2008. “Jaman Kuna”. Dalam Marwati Djoened Poesponegoro dan Noegroho Notosusant (Editor umum) Sejarah Nasional Indonesia II. Jakarta: PN Balai Pustaka.

Zoetmulder, P.J. 1983. Kalangwan. Sastra Jawa Kuno Selayang Pandang. Jakarta: Penerbit Djambatan.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/kpt.v24i1.53
Article Metrics

Abstract views: 209 | PDF views: 247 | Total views: 456




Copyright (c) 2017 KALPATARU

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

KALPATARU INDEXED BY:

 

 


Copyright of KALPATARU (e-ISSN 2550-0449 p-ISSN 0126-3099). Powered by OJS. ©Designed by Mujab.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.