Jejak-Jejak Peradaban Hindu-Buddha Di Nusantara

Titi Surti Nastiti

Abstract


Peradaban Hindu-Buddha di Nusantara ditandai dengan munculnya kerajaan-kerajaan kuna di Indonesia pada abad ke-4-5 M. dan berakhir pada awal abad ke-16 M. Adapun maksud dan tujuan dari tulisan ini adalah untuk mengetahui peradaban Hindu-Buddha secara komperhensif di Nusantara, berdasarkan penelitian-penelitian yang pernah dilakukan oleh Pusat Arkeologi Nasional dan Balai-balai Arkeologi di seluruh Indonesia, sejauh yang dapat dijangkau oleh penulis. Metode yang dipakai lebih kepada pengumpulan data dari penelitian-penelitian yang pernah dilakukan oleh Pusat Arkeologi Nasional dan Balai-balai Arkeologinya, ditelaah, dan dibuat suatu ikhtisar yang menggambarkan jejak-jejak peradaban Hindu-Buddha di Nusantara. Hasil kajian memperlihatkan adanya berbagai aspek kehidupan masyarakat pada masa Hindu- Buddha yang mendukung maju-mundurnya suatu peradaban seperti aspek sosial, politik, ekonomi, agama, kesenian (sastra, arsitektur, arca), ilmu pengetahuan dan teknologi, serta aspek tata ruang tempat di mana masyarakat itu hidup.

 

Abstract. Traces of Hindu-Buddhist Civilization In The Indonesian Archipelago. The Hindu- Buddhist civilization in the Indonesian Archipelago was marked by the emergence of ancient kingdoms in Indonesia in 4th–5th Centuries CE up to early 16th Century CE. The aim and purpose of this article is to identify comprehensively the Hindu-Buddhist civilization in the Indonesian Archipelago based on researches carried out by the National Centre of Archaeology and its Archaeological Offices all over the archipelago, as far as the author can reach. The methods being used are collecting data from the researches to be studied, and making a recapitulation that shows traces of Hindu-Buddhist civilization in the Indonesian Archipelago. The results reveal various aspects of community life during the Hindu-Buddhist period that influenced the growth or fall of a civilization, such as aspects of social, political, economic, religion, art (literature/humanities, architecture, and iconography), knowledge and science, as well as the spatial organization where the communities lived.


Keywords


Peradaban, Peradaban Hindu-Buddha, Kerajaan-kerajaan kuna, Nusantara.

Full Text:

PDF

References


Ambarawati, Ayu. 2009. “Peradaban Hindu di Kabupaten Dompu, Nusa Tenggara Barat”, makalah dalam EHPA di Bali tangal 2-5 November 2009.

Arfian. 2009. “Lingkungan Vegetasi Situs Percandian Padang Lawas dan Tumbuhan Balaka”, makalah dalam EHPA di Bali tangal 2-5 November 2009.

Binford, L. 1972. An Archaeological Perspective. New York: Seminar Press.

Boner, Alice dan Sadasiva Rath Sarma. 1966.

Śilprakāsa. Leiden: E.J. Brill.

de Casparis, J.G. 1975. Indonesian Paleography. Leiden: E.J. Brill.

Badra, I Wayan. 2009. “Beberapa Tinggalan Arkeologi di Sepanjang Sungai Wos, Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar”, makalah dalam EHPA di Bali tangal 2-5 November 2009.

Bagus, A.A. Gde. 2009. “Komplek Candi Brahma di Situs Wasan Gianyar”, makalah dalam EHPA di Bali tangal 2-5 November 2009.

Djafar, Hasan. 2010a. Kompleks Percandian Batujaya. Rekonstruksi Sejarah Kebudayaan Daerah Pantai Utara Jawa Barat. Jakarta: Penerbit Kiblat Buku Utama.

---------. 2010b. “Prasasti Pasir Awi Lambang Kebuddhaan”. Jakarta: Program Studi Pendidikan Sejarah Fakultas Ilmu Pendidikan dan Pengetahuan Sosial Universitas Indraprasta – PGRI.

DT, Baskoro dan Sugeng Riyanto. 2008. “Pedusunan Masa Matarām Kuna di Liyangan Temanggung”

Eriawati, Yusmaini. 2009. “Sektor Sentonorejo III Situs Trowulan: Pemukiman Para Kaum Elit Kerabat Majapahit (Hasil Penelitian Tahun 2007-2009)”, makalah dalam EHPA di Bali tanggal 2-5 November 2009.

Eriawati Yusmaini et al. 2012. “Kawasan Bejijong – Situs Trowulan, Mojokerto. Permukinan Buddhis Pra Majapahit”, LPA Pusat Arkeologi Nasional.

Herwanto, Eko. 2009. “Pulau Maya dan Hubungannya dengan Segitiga Sumatera-Jawa-Kalimantan pada Masa Klasik”, makalah dalam EHPA di Bali tangal 2-5 November 2009.

Kern, H. 1917. “Het Sanskrit-inscriptie van Tuk Mas (Dakawu res. Kedu; ± 500 A.D.)”, Verspreide Geschriften, VII. s’Gravenhage, Martinus Nijhoff.

Kramrisch, Stella. 1946. The Hindu Temple.

Calcutta: University of Calcutta.

Krom, N.J. 1931. Hindoe-Javaansche Geschiedenis. Tweede herziene druk. ‘s-Gravenhage, Martinus Nijhoff.

Lelono, T.M. Hari et al. 2009. “Kecenderungan Penelitian Arkeologi Masa Hindu- Buddha di Balai Arkeologi Yogyakarta Tahun 2005-2009”, makalah dalam EHPA di Bali tangal 2-5 November 2009.

van Lohuizen-de Leeuw, J.E. 1976. “Studies in South Asian Culture”, dalam Gösta Liebert Iconographic Dictionary of the

Indian Religion, Volume V. Leiden; E.J. Brill.

Moens, J.L. “Was Pūrṇawarman van Tāruma een Saura”, TBG 80:78-109.

Nastiti, Titi Surti et al. 2007. “Matarām Kuna sebagai Pusat Peradaban: Suatu Kajian Pemukiman”, Laporan Penelitian Arkeologi. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.

---------. 2008. “Identifikasi Desa-desa Perdikan dan Jalur Transportasi Bengawan Solo Abad X di DAS Bengawan Solo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah”, Laporan Penelitian Arkeologi. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.

---------. 2010. “Peradaban Hindu-Buddha di Nusantara”, Arkeologi Indonesia dalam Lintasan Zaman. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.

---------. 2011. “Pemukiman Masa Matarām Kuna di Kabupaten Jombang, Provinsi Jawa Timur”, Laporan Penelitian Arkeologi. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.

---------. 2012. “Penelitian Arkeologi Masa Klasik di Kabupaten Jombang”. Jakarta- Jombang: Pusat Arkeologi Nasional bekerjasama denganPemerintah Daerah Kabupaten Jombang.

---------. 2013. “Distribusi Wilayah Kekuasaan Adityawarman Abad 14-15 Masehi di Kecamatan Rao, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat”, LPA Puslitbang Arkenas.

Poesponegoro, Marwati Djoened dan Nugroho Notosusanto (ed.). 2008. Sejarah Nasional Indonesia II. Jakarta: Balai Pustaka. Edisi Pemutakhiran.

Riyanto, Sugeng. 2014. “Kampung Kuno Liyangan. Hasil Penelitian Tahap demi Tahap”, Mozaik Kebudayaan Indonesia. Belum terbit.

Santiko, Hariani. 1989. “Waprakeswara: Tempat Bersaji Pemeluk Agama Weda?”, Amerta, No. 11: 1-8.

Schnitger, F.M. 1937. The Archaeology of Hindoo Sumatra. Leiden: E.J. Brill.

Sjoberg, Gideon. 1965. The Preindustrial City: Past and Present. New York: Free Press.

Siregar, Sondang M. 2009. “Pola Persebaran Situs-situs Hindu/Buddha di Kawasan Danau Ranau”, makalah dalam EHPA di Bali tangal 2-5 November 2009.

Soedewo, Ery. 2009. “Persebaran Peradaban Hindu-Buddha di Sumatera Bagian Utara. Suatu Tinjauan Arkeolinguistik Jejak Peradaban Hindu-Buddha dalam Kebudayaan Batak”, makalah dalam EHPA di Bali tangal 2-5 November 2009.

Soekatno, Endang Sri Hardiati et al. 2008. “Penelitian Ikonografi Masa Kadiri- Singhasari di Wilayah Kabupaten Kediri dan Malang, Provinsi Jawa Timur”, Laporan Penelitian Arkeologi. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.

Soekmono, R. 1994. Pengantar Sejarah Kebudayaan Indonesia 2. Yogyakarta: Penerbit Kanisius. Cetakan kesepuluh.

Suleiman, Satyawati. 1986. “Local Genius pada Masa Klasik”, dalam Ayatrohaédi (ed.) Kepribadian Budaya Bangsa (Local Genius):152- 85. Jakarta: Pustaka Jaya.

Sulistyarto, Priyatno Hadi et al. 2009. “Penelitian dan Pengembangan Bidang Kajian Arkeologi Maritim di Balai Arkeologi Yogyakarta”, makalah dalam EHPA di Bali tanggal 2-5 November 2009.

Susetyo, Sukawati et al. “Perkembangan Agama Hindu-Budha di Jawa Tengah Abad Ke 8-10 Masehi. Studi Kasus Candi Kedulan”, Laporan Penelitian Arkeologi. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.

---------. 2009. “Kala Makara Candi Simangambat. Tinjauan Gaya Seni dan Teknologi”, makalah dalam EHPA di Bali tangal 2-5 November 2009.

Taim, Eka Asih Putrina et al. 2006. “Pola Perdagangan di DAS Barumun, Propinsi Sumatera Utara”, Laporan Penelitian Arkeologi. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.

---------. 2008. “Permukiman Kompleks Candi Muaro Jambi, Provinsi Jambi”, LPA Puslitbang Arkenas.

---------. 2009. “Candi Simangambat, Candi Hindu di Sumatera Utara, makalah dalam EHPA di Bali tangal 2-5 November 2009.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/kpt.v23i1.49
Article Metrics

Abstract views: 487 | PDF views: 4832 | Total views: 5319




Copyright (c) 2017 KALPATARU

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

KALPATARU INDEXED BY:

 

   

 


Copyright of KALPATARU (e-ISSN 2550-0449 p-ISSN 0126-3099). Powered by OJS. ©Designed by Mujab.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.