Dua Tipe Ornamentasi Candi Perwara di Kompleks Candi Sewu

Ashar Murdihastomo

Abstract


Abstract

Sewu Temple, located in Prambanan, is one of the Buddhist temple complex that have lots of uniqueness. One of the uniqueness can be seen on Perwara Temple that have two ornamentations. But, many scholars never make the research about it. Therefore, in this article, I want to describe the background of the two ornamentations on perwara temple. The research is carried out by observation and literature study. From the research, I find out that the two ornamentations on perwara temple in Sewu Temple complex have relation with the religion conception.

Keywords: Buddha, Sewu Temple, perwara temple, ornamentation.

Abstrak

Candi Sewu, yang terletak di daerah Prambanan, merupakan salah satu kompleks percandian agama Buddha yang masih menyimpan banyak keunikan. Salah satu keunikannya adalah dua corak ornamentasi yang terdapat pada candi perwaranya. Keberadaan kedua ornamentasi ini belum pernah dibahas detail oleh peneliti mana pun. Oleh karena itu, pada kesempatan ini penulis berusaha untuk mengkaji dua corak ornamentasi itu dengan tujuan memberikan gambaran terkait dua corak ornamen tersebut serta mencoba untuk mengetahui latar belakang perbedaan tersebut. Penelitian dilakukan melalui pengamatan langsung dan analisis dengan bantuan studi pustaka. Berdasarkan hasil analisis diketahui bahwa kedua corak ornamentasi pada candi perwara tersebut terkait dengan konsep keagamaan.

Kata kunci: Buddha, Candi Sewu, candi perwara, ornamentasi.


Keywords


Buddha, Candi Sewu, candi perwara, ornamentasi

Full Text:

PDF

References


Akira, Hirakawa. 1990. A History of Indian Buddhism: From Sakyamuni to Early Mahayana. Hawaii: University of Hawaii Press.

Anom, I.G.N. 1992. “Candi Sewu: Sejarah dan Pemugarannya.” Klaten.

———. 1993. “Candi Sewu: Pemugaran Candi Perwara Deret I No. 20, Candi Apit No. 1, Candi Apit No. 8, Arca Dwarapala.” Klaten.

———. 1997. “Keterpaduan Teknis dan Aspek Keagamaan dalam Pendirian Candi Periode Jawa Tengah.” Universitas Gadjah Mada.

Arifin, Ferdi. 2015. “Representasi Simbol Candi Hindu dalam Kehidupan Manusia: Kajian Linguistik Antropologis.” Jurnal Penelitian Humaniora 16 (2): 12–20.

Beer, Robert. 2003. Tibetan Buddhism Symbols. Chicago and London: Serindia.

Danielou, Alain. 1964. Hindu Polytheism. London: Routledge and Kegan Pault, Ltd.

Dumarcay, Jacque. 2007. Candi Sewu dan Arsitektur Bangunan Agama Budha di Jawa Tengah. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Geldren, Robert Heine. 1972. Konsepsi tentang Negara dan Kedudukan Raja di Asia Tenggara. Jakarta: CV Rajawali.

Gosh, Bhajagovinda. 1992. “Concept of Prajna and Upaya.” Bulletin of Tibetology 28: 41–49.

Haan, B. de. 2009. “Candi A dan Candi B.” In Memuji Prambanan, edited by Roy. E Jordaan, 211–17. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Hikmawati, Andiyani. 2011. “Variasi dan Makna Penggambaran Tangan Hiasan Kala Pada Candi-Candi di Jawa Abad IX-XV Masehi.” Universitas Gadjah Mada.

Iskandar. 2009. Metodologi Penelitian Kualitatif. Jakarta: Gaung Persada Press.

Istari, T.M. Rita. 2015. Ragam Hias Candi-Candi di Jawa: Motif dan Maknanya. Yogyakarta: Kepel Press.

Kempers, A.J. Bernet. 1959. Ancient Indonesian Art. Massachusetts: Harvard University Press.

Klokke, Maria. J. 1993. The Tantri Relief on Ancient Javanese Candi. Leiden: KITLV.

Kramrisch, Stella. 1946. The Hindu Temple. Calcutta: University of Calcutta.

Kurihara, Toshie. 2010. “The Concept of Equality in the Lotus Sutra.” Journal of Orientall Studies, 38–54.

Kusen. 1993. “Purna Pugar Candi Sewu.” Klaten.

Kusumajaya, I Made. 1998. “Periodisasi dan Pentahapan Pembangunan Candi Induk Sewu Berdasarkan Data Teknis dan Arkeologis.” Universitas Gadjah Mada.

Magetsari, Nurhadi. 1982. “Pemujaan Tathagata di Jawa Pada Abad Ke IX.” Universitas Indonesia.

Michell, George. 1977. The Hindu Temple: An Introduction to Its Meaning and Forms. Chicago: The University of Chicago Press.

Munandar, Agus Aris. 2018. Antarala Arkeologi Hindu-Buddha. Jakarta: Wedatama Widyasastra.

Murdihastomo, Ashar. 2011. “Latar Belakang Penggambaran dan Peletakan Relief Tokoh Pengiring pada Candi Perwara Kompleks Candi Sewu.” Universitas Gadjah Mada.

Mustafa, Hasan. 2000. Teknik Sampling. Jakarta: Erlangga.

O’Brien, Kathleen Patricia. 1988. “Candi Jago Shrine and Mandala: Symbolism of Its Narratives.” Review of Indonesian and Malaysia Affairs XX: 1–61.

P.H., Rahardian; Saliya, Yuswadi; Astrina, Indri; Mariana, Dewi; Martinus, Andreas; Andika, Galih; W, Nathanael. 2018. Eksistensi Candi sebagai Karya Agung Arsitektur Indonesia Di Asia Tenggara. Yogyakarta: PT Kanisius.

Peng, Jia. 2013. “An Exploration of Tibetan Tantric Buddhism and Its Art: A Potential Resource for Contemporary Spiritual and Art Practice.” University College London.

Purnomo, Sumarto Aji. 1998. “Candi Kalasan dan Candi Sewu: Studi Berdasarkan Perbandingan Arsitekturnya.” Universitas Gadjah Mada.

Renard, Philip. 2017. “Non-Dualism: Eastern Enlightenment in the World of Western Enlightenment.” 2017. https://www.stillnessspeaks.com/wp-content/uploads/2017/06-Chp1-pdf.pdf.

Roesmanto, Totok. 2010. Kearsitekturan Candi Borobudur. Magelang: Balai Konservasi Peninggalan Borobudur.

Santiko, Hariani. 1987. “Hubungan Seni dan Religi Khususna dalam Agama Hindu Di India Dan Jawa.” In Diskusi Ilmiah Arkeologi II. Jakarta.

Sedyawati, Edi; Santiko Hariani; Djafar, Hasan; Ratnaesih, Maulana; Ramelan, Wiwin Djuwita Sudjana; Ashari, Chaidir. 2013. Candi Indonesia: Seri Jawa. Edited by Wiwin Djuwita Sudjana Ramelan. Jakarta: Direktorat Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Soekmono. 1974. “Candi: Fungsi dan Pengertiannya.” Universitas Indonesia.

Vajracharya, Gautama V. 2014. “Kirtimukha, The Serpentine Motif, and Garuda: The Story of a Lion That Turned into a Big Bird.” Artibus Asiae LXXIV, No.: 311.

Ward, Wiliam E. 1952. “The Lotus Symbol: Its Meaning in Buddhist Art and Phylosophy.” The Journal of Aesthetics and Art Criticism 11 (Oriental Art and Aesthetics): 135–46.

Wibowo, Cahyo. 1996. “Latar Belakang Tata Letak Candi Perwara Budha di Daerah Prambanan.” Universitas Gadjah Mada.

Wilkins, Wiliam Joseph. 1913. Hindu Mythology, Vedic and Puranic. Calcutta: Thacker, Spink & Co.

Sumber Gambar

http://asalreview.com/postingan-jalan-jalan-candi-sewu/, diakses pada 27 Agustus 2018, pukul 15.24 WIB

https://explorewisata.com/2017/11/candi-pawon-si-candi-mungil-nan-eksotis.html, diakses pada 27 Agustus 2018, pukul 15.15 WIB

https://id.m.wikipedia.org/wiki/Berkas:Candi_Plaosan_Kidul.jpg, diakses pada 27 Agustus 2018, pukul 15.09 WIB

https://lijiun.wordpress.com/2013/08/29/candi-pawon-candi-mendut/, diakses pada 27 Agustus 2018, pukul 15.05 WIB

ttps://www.tembi.net/2016/11/24/sebagian-dari-candi-sewu-telah-selesai-dipugar/, diakses pada 27 Agustus 2018, pukul 15.17 WIB




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/kpt.v27i2.462
Article Metrics

Abstract views: 119 | PDF views: 76 | Total views: 195




Copyright (c) 2019 KALPATARU

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

KALPATARU INDEXED BY:

 

   

 


Copyright of KALPATARU (e-ISSN 2550-0449 p-ISSN 0126-3099). Powered by OJS. ©Designed by Mujab.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.