MOTIF HIAS PADA ARSITEKTUR BANGUNAN PENINGGALAN ZENDING DI PULAU ROON DAN WASIOR, KABUPATEN TELUK WONDAMA, PROVINSI PAPUA BARAT

Marlin Tolla

Abstract


Abstrak. Misionaris yang bergabung dalam perkumpulan Zending Ultrecht untuk Misi Kristen Protestan (UZV) melakukan pengenalan agama Kristen Protestan di daerah Mansinam dan daerah sekitar unik yang diaplikasikan pada bagian tertentu pada bangunan yang ada. Tulisan ini bertujuan mengekplorasi  dan mengetahui makna dari arsitektur bangunan, dalam hal ini motif hias yang diterapkan pada bangunan yang didirikan oleh zending dalam misi kristiani yang dilakukan di daerah Roon dan Wasior. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif  dengan menggunakan data etnografi yang diperoleh melalui studi pustaka. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini menunjukkan bahwa bangunan peninggalan yang ada di kedua daerah ini menggunakan bahan yang sesuai dengan iklim setempat, sedangkan motif yang diterapkan sangat kuat dipengaruhi oleh budaya adat Saireri. Adopsi budaya lokal pada motif bangunan dimotivasi oleh nilai luhur yang terkandung dalam motif tersebut yang selanjutnya diaplikasikan pada bangunan sebagai pengingat untuk tetap dipedomani oleh masyarakat pada masa lalu.

Kata Kunci: Zending, Motif hias, Pekabaran Injil, Roon dan Wasior

 

 

Abstract. Ultrecht Protestant Mission Union (UZV), also known as Zending Ultrecht, is group of missionaries of Dutch government who did evangelism in Mansinam and its surrounding areas in Cenderawasih Bay. Architectures built for the mission can be found in this area, including in Roon and Wasior. This paper aims to explore the history of Christianity in Roon and Wasior areas reflected in materials used for the construction as well as the architecture ornaments. The descriptive method and literature-based ethnography study were applied in this study to explain the meaning of the ornaments and the influence of local cultures to the colonial legacy. The results shows that the local culture, Saireri, strongly influenced the variety of ornaments used in the architectures. Another factor is adaptation with local climate that can be seen from its building materials. The use of local culture was to serve as life guidance by the community.

Keywords: Zending, decorative ornaments, Christianity, Roon and Wasior


Keywords


Zending, Motif hias, Pekabaran Injil, Roon dan Wasior

Full Text:

PDF

References


End, Th & Weitjens, J. Van den. 1996. Ragi Carita 2: Sejarah Gereja Di Indonesia. 1860-an- Sekarang. Jakarta: Gunung Mulia.

———. 1999. Harta Dalam Bejana Sejarah Gereja. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Flassy, Don A.L. 2007. Refleksi Seni Rupa Di Tanah Papua. Jakarta: Balai Pustaka.

Gouda, Francis. 1995. Dutch Culture Overseas; Colonial Practice in the Netherlands Indies 1900-1942. Amsterdam: Amsterdam University Press.

Handonoto. 2012. Arsitektur Dan Kota-Kota Di Jawa Pada Masa Kolonial. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Holtzapple M.T & Reece, DanW. 2011. Concepts In Engineering (Pengantar Dasar Teknologi). Kencana: Prenada Media Group.

Kamma, F.C. 1976. Ajaib Di Mata Kita (Dit Wonderlijke Werk),Jilid I. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

———. 1981. Ajaib Di Mata Kita. Seri Gereja, Agama Dan Kebudayaan Indonesia. Nomor 7. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

———. 1994. Ajaib Di Mata Kita (Dit Wonderlijke Werk), Jilid III. Jakarta: BPK Gunung Mulia.

Kostof, Spiro. 1995. History of Architecture: Settings and Rituals. Oxford University Press.

Kusno, Abidin. 2012. Rethinking the Nation. The SAGE Handbook of Architectural Theory. Edited by Hilde Heynen C.Greig Crysler, Stephen Caims. SAGE.

Onim, J. F. 2006. Islam & Kristen Di Tanah Papua. Bandung: Jurnal Info Media.

Prie, Mitu M. 2012. Ini Tong Pu Hidup. Jakarta: Gramedia.

Rumainum, F.J.S. 1966. Sepuluh Tahun G.K.I. Sesudah Seratus Satu Tahun Zending Di Irian Barat. Gereja Kristen Indonesia.

Soedharto, Bondan. 1996. Sejarah Perjuangan Rakyat Irian Jaya.

Tim Peneliti. 2009. “Penelitian Arkeologi Kolonial Di Pulau Mansinam.”

Tim Penyusun. 2010. Kabupaten Teluk Wondama Dalam Angka 2010.

Tolla. 2010. “Peninggalan Kolononial Belanda Di Kabupaten Merauke.”

———. 2011. “Peninggalan Kolonial Di Kabupaten Teluk Wondama.”

Wamea, Decky. 2010. Peranan Zending Dalam Pendidikan 1855 – 1962, Tinjauan Awal Upaya Pengembangan SDM Di Irian Jaya. Manokwari: Sasako Papua Publisher Papua Institute.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/kpt.v27i2.456
Article Metrics

Abstract views: 78 | PDF views: 68 | Total views: 146




Copyright (c) 2019 KALPATARU

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

KALPATARU INDEXED BY:

 

 


Copyright of KALPATARU (e-ISSN 2550-0449 p-ISSN 0126-3099). Powered by OJS. ©Designed by Mujab.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.