Karakteristik Situs Pesisir di Kecamatan Kumai, Kabupaten Kotawaringin Barat.

Sunarningsih Sunarningsih

Abstract


Kabupaten Kotawaringin Barat yang berada di Provinsi Kalimantan Tengah memiliki kawasan pesisir, tepatnya di sebelah selatan, yang berbatasan langsung dengan Laut Jawa. Posisi yang strategis tampaknya sangat berpengaruh terhadap perkembangan kebudayaan di daerah tersebut. Kesempatan untuk dapat berinteraksi dengan dunia luar menjadi sangat mungkin. Keberadaan situs arkeologi di pesisir menjadi sangat menarik untuk dikaji lebih lanjut. Tulisan ini ditujukan untuk mengetahui karakteristik situs tersebut. Metode penelitian bersifat deskriptif eksplanatif dengan penalaran induktif. Data arkeologi yang digunakan merupakan hasil survei arkeologi pada tahun 2014. Hasil survei menemukan adanya beberapa kelompok temuan yang berada di wilayah Desa Sebuai dan Desa Pendulangan, dengan keramik sebagai temuan terbanyak. Berdasarkan hasil analisis artefaktual dan lingkungan, sintesa dan interpretasi menunjukkan bahwa situs di pesisir tersebut, selain sebagai tempat hunian dari abad ke-13 - 14 hingga sekarang, juga memegang peranan penting dalam aktivitas perdagangan dengan daerah luar, serta mempunyai keterkaitan yang erat dengan situs arkeologi di daerah pedalaman.

 

Abstract. The regency of West Kotawaringin, which is located in Central Kalimantan province, has coastal areas, precisely in the south, which is directly adjacent to the Java Sea. Its strategic position seems very influential on the development of culture in this area. The opportunity to interact with the outside world becomes very possible. The existence of archaeological sites on the coast became very interesting to be studied further. This article discusses the characteristics of the sites. The method used in this article is inductive reasoning and an explanatory descriptive. Archaeological data were obtained from archaeological survey in 2014. It can be concluded that the coastal sites were not only served as dwelling places from 13 - 14 AD to present, but also played an important role in trading activities with abroad, as well as having strong links with archaeological sites in the hinterland.


Keywords


Situs pesisir, Keramik, Sungai Arut, Kotawaringin Barat.

Full Text:

PDF

References


Fadillah, Moh. Ali dkk. 1994. Laporan Penelitian Arkeologi Kotawaringin 1994. Laporan Penelitian. Jakarta: Pusat

Penelitian Arkeologi Nasional.

Harkantiningsih, M.Th. Naniek dan Vida Pervaya Rusianti Kusmartono. 1995/1996. “Survei Eksploratif Arkeologi di Provinsi Kalimantan Tengah”, Laporan Penelitian.

Banjarmasin: Balai Arkeologi Banjarmasin.

Hartatik. 2009. “Kontinuitas budaya di Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Barat”, Berita Penelitian Arkeologi Vol. 3 No. 1. Banjarmasin: Balai Arkeologi Banjarmasin.

Munandar, Agus Aris. 2011. Catuspatha Arkeologi Majapahit. Jakarta: Wedatama Widya Sastra.

Mundardjito. 2002. Pertimbangan Ekologis Penempatan Situs Masa Hindu-Buda di Daerah Yogyakarta. Jakarta: Wedatama

Widya Sastra dan École française d’Extrȇme-Orient.

Nasruddin. 1993/1994. “Laporan Penelitian Arkeologi Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah”. Bagian Proyek

Penelitian Purbakala Banjarmasin.

Ras, Johannes Jacobus. 1968. Hikajat Bandjar A studying in Malay Historiography. Leiden: KITLV

Renfrew, Colin dan Paul Bahn. 2012. Archaeology: Theories, Methods and Practice. London: Thames & Hudson.

Riana, I Ketut. 2009. Kakawin Dēśa Warņnana Uthawi Nāgara Kŗtāgama Masa Keemasan Majapahit. Jakarta: Buku Kompas

Singarimbun, Masri dan Sofian Effendi (ed.).

Metode Penelitian Survai. Jakarta: LP3ES.

Tim Penelitian. 2014. “Survei Potensi Arkeologi di Daerah Aliran Sungai Arut dan Identifikasi Temuan Keramik di Rumah Mangkubumi dan Astana Alnursari, Kabupaten Kotawaringin

Barat, Provinsi Kalimantan Tengah”. Banjarmasin: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Kotawaringin Barat dan Balai Arkeologi Banjarmasin.

Tim Penyusun Kamus. 1995. Kamus Besar Bahasa Indonesia, Edisi kedua. Jakarta: Balai Pustaka.

Van Mellis, Dennis. 2010. The Ketlledrums of Insular Southeast Asia. Thesis. Leiden: Leiden University.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/kpt.v24i2.38
Article Metrics

Abstract views: 187 | PDF views: 266 | Total views: 453




Copyright (c) 2017 KALPATARU

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

KALPATARU INDEXED BY:

 

 


Copyright of KALPATARU (e-ISSN 2550-0449 p-ISSN 0126-3099). Powered by OJS. ©Designed by Mujab.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.