Situs Kesuben: Suatu Bukti Peradaban Hindu-Buddha di Pantai Utara Jawa Tengah.

Sukawati Susetyo

Abstract


Sejarah kuno Indonesia mencatat bahwa masa sejarah tertua di Jawa Tengah adalah Kerajaan Matarām Kuno (abad ke-8-10). Pada waktu yang sama di pantai timur Sumatera terdapat Kerajaan Sriwijaya. Di lain pihak, berita Cina menginformasikan bahwa kerajaan di Jawa sudah ada pada abad ke-5, yaitu Ho-ling (She-po). Penelitian mutakhir di pesisir pantai utara Jawa Barat dan timur Sumatera memberikan bukti adanya hubungan antara Indonesia dengan bangsa asing berupa artefak-artefak dari luar negeri, meskipun tidak didukung oleh data prasasti. Hal tersebut memberikan petunjuk untuk mencari bukti awal hubungan dengan bangsa lain di daerah pesisir pantai. Penelitian di pesisir pantai utara Jawa Tengah ini dilakukan dengan survei, ekskavasi, dan wawancara mendalam, metode penulisan menggunakan metode deskriptif komparatif. Penelitian ini berhasil menambahkan data baru berupa temuan candi di Desa Kesuben, Kecamatan Lebaksiu, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah.Temuan yang dihasilkan berupa struktur bangunan candi dari bata, antefiks-antefiks, dan arca batu. Hingga saat ini dari penelitian ini belum diketahui latar keagamaan Candi Kesuben karena belum ditemukan artefak yang mendukung.

 

Abstract. The Indonesian Ancient History has recorded that the oldest historical period in Central Java was the period of the Ancient Matarām Kingdom (8th – 10th centuries CE). At the same period there was the kingdom of Srivijaya on the east coast of Sumatera. On the other hand, according to Chinese chronicles, there had been a kingdom in Java in 5th century CE, namely Ho-ling (She-po). Recent investigations along the north coast of West Java and the east coast of Sumatera have yielded evidences of relations between Indonesia and foreign countries in forms of imported artifacts, although this is not supported by inscriptions. This indicates that evidences of international relations have to be searched in coastal areas because it was where the relations began. The research on the north coast of Central Java was carried out in forms of survey, excavation, and thorough interviews, and the writing method is descriptive-comparative. This research has provided new evidence in form of a candi (temple) at Kesuben Village in Lebaksiu District, Tegal Regency, Central Java. The finds include structure of candi made of bricks, antefixes, and stone statues. Unfortunately we have not been able to identify the religious background of the Candi Kesuben (Kesuben Temple) because there has not been any artifact that can support the identification.


Keywords


Situs Kesuben, Peradaban Hindu-Buddha, Pantai Utara Jawa Tengah.

Full Text:

PDF

References


Ayatrohaedi, dkk. 1978. Kamus Istilah Arkeologi. Jakarta: Proyek Penelitian Bahasa dan Sastra Indonesia dan Daerah.

Hardiati, Endang Sri. 2010. “Sisa-sisa Keindahan Pola Hias Percandian Bumiayu, Sumatera Selatan”, dalam Pentas Ilmu di Ranah Budaya Sembilan Windu Prof. Dr. Edi Sedyawati. Denpasar: Pustaka Larasan dan Tembi Rumah Budaya, hlm. 753-770.

Harkantiningsih, Naniek dkk, 1999. Metode Penelitian Arkeologi. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Kartoatmodjo, M.M. Soekarto. 1978. Laporan Penelitian Kabupaten Brebes. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Kempers, A.J. Bernet. 1959. Ancient Indonesian Art. Cambridge, Massachusetts: Harvard University Press.

Kramrisch, Stella. 1946. The Hindu Temple I. Calcutta: University of Calcutta. Meulen SJ, W.J. van der. 1988. Indonesia di Ambang Sejarah. Dalam Sutarjo Adisusilo JR (ed.). Yogyakarta: Penerbit Kanisius.

Munandar, Agus Aris. 1989. “Berbagai Bentuk Ragam Hias Pada Bangunan Hindu Buddha dan Awal Masuknya Islam di Jawa”, dalam Wacana. Depok: Fakultas Sastra Universitas Indonesia, hlm. 49-69.

----------. 2005. Istana Dewa Pulau Dewata Makna Puri Bali Abad ke-14-19. Depok: Komunitas Bambu.

Poesponegoro, Marwati Djoened dan Nugroho Notosusanto. 1993. Sejarah Nasional Indonesia II. Jakarta: Balai Pustaka.

Samingoen, Sampurno. 1983. “Tinjauan Seni Bangunan Purbakala”, dalam Seminar Arkeologi. Jakarta: Departemen

Pendidikan dan Kebudayaan, Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, hlm. 11-34.

Santiko, Hariani. 1996. “Seni Bangunan Sakral Masa Hindu-Buddha di Indonesia (Abad VIII-XV M) Analisis Arsitektur

dan Makna Simbolik”, dalam Jurnal Arkeologi Indonesia No. 2. Depok: Fakultas Sastra Universitas Indonesia, hlm. 136-156.

----------. 2014. “Candi Borobudur Ditemukan Kembali”. Dalam Marsis Sutopo (ed.), 200 Tahun Penemuan Candi Borobudur.

Magelang: Balai Konservasi Borobudur, hlm.18-23.

Satari, Sri Soejatmi. 1973. Laporan Penelitian Pantai Utara Jawa Tengah. LaporanHasil Penelitian. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Soekmono, R. 1973. Sejarah Kebudayaan Indonesia Jilid 2. Yogyakarta: Kanisius.

----------. 1978. Candi Borobudur Pusaka Budaya

Umat Manusia. Jakarta: Pustaka Jaya.

Susanto, R.M. 1998/1999. “Beberapa Bentuk Penjaga Candi”, dalam Berkala Arkeologi Sangkhakala No III. Medan:

Balai Arkeologi Medan, hlm. 15–28.

Susetyo, Sukawati, dkk. 2010. Awal Peradaban Hindu-Buddha di Jawa Tengah: Penelitian Arkeologi di Situs Pedagangan dan Sekitarnya, Kabupaten Tegal, Provinsi Jawa tengah. Laporan

Peneltian. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.

Susetyo, Sukawati, dkk. 2011. Pola Hias Pada Arsitektur Candi Prambanan dan Sekitarnya. Laporan Peneltian. Jakarta:

Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.

Tim Penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional. 2005. Perkembangan Hindu-Buddha di Jawa Tengah Abad ke-8-9 M: Studi Kasus Candi Kedulan. Laporan Penelitian. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.

Tim Penelitian Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.

Penelitian Pengaruh Kebudayaan India di Daerah Sekitar Borobudur, Kabupaten Magelang. Laporan Penelitan. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.

Tim Penelitian Pusat Arkeologi Nasional. 2014.

Penelitian Awal Sejarah di Pantai Utara Jawa Tengah di Kabupaten Semarang dan Kabupaten Batang, Provinsi Jawa

Tengah. Laporan Penelitian. Jakarta: Pusat Arkeologi Nasional.

Tjahjono, Baskoro Daru dan Harry Widianto. 2007. Pemanfaatan dan Evaluasi Pelaksanaan Program Pengembangan

Budaya (Situs Semedo dan Candi Bulus). Laporan Penelitian. Yogyakarta: Balai Arkeologi Yogyakarta dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Tegal.

Yusuf, Yusirozi. 1994. Bentuk-Bentuk Antefiks dan Sistem Penempatannya pada Kaki Candi Gugusan Prambanan. Skripsi.

Depok: Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Zoetmulder, P.J. dan S.O. Robson. 1995. Kamus Jawa Kuno Indonesia I (A-O). Penerjemah Darusuprapto dan Sumarti

Suprayitna. Jakarta: Gramedia.

Sumber online:

https://www.google.co.id/maps/@-6.8705707,109.1172396,13z, diunduh 20 Agustus 2015.

http://www.koran-sindo.com, diunduh 26 Maret 2015.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/kpt.v24i2.37
Article Metrics

Abstract views: 224 | PDF views: 398 | Total views: 622




Copyright (c) 2017 KALPATARU

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

KALPATARU INDEXED BY:

 

 


Copyright of KALPATARU (e-ISSN 2550-0449 p-ISSN 0126-3099). Powered by OJS. ©Designed by Mujab.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.