ARKEOLOGI, PUBLIK DAN MEDIA SOSIAL DI MALUKU

Marlon NR Ririmasse

Abstract


Media sosial telah menjadi wahana yang bertautan dengan hampir seluruh aspek kehidupan manusia saat ini. Mulai dari ranah teknologi informasi hingga segmen kebudayaan. Termasuk dalam disiplin arkeologi. Sudah lebih dari dua dekade, media sosial tidak saja menjadi ruang informal perjumpaan dan pertukaran gagasan, namun telah menjelma menjadi motor efektif yang turut menggerakkan dinamika akademis disiplin arkeologi. Termasuk menjadi agen bagi interaksi arkeologi dan masyarakat. Media sosial berperan sebgai salah satu ruang paling efektif dalam meluaskan pengetahuan arkeologi bagi publik. Termasuk di Maluku. Makalah ini mencoba mengamati hubungan disiplin arkeologi dan media sosial bagi perluasan pengetahuan arkeologi dan sejarah budaya untuk masyarakat di Maluku. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka. Hasil studi menemukan bahwa media sosial telah menjadi salah satu agen utama dalam publikasi pengetahuan arkeologi di Maluku dan prospektif untuk terus dikembangkan ke depan.

               

Kata kunci: Arkeologi, Publik, Media Sosial, Maluku


Keywords


Arkeologi, Publik, Media Sosial, Maluku

Full Text:

PDF PDF

References


Boast, R. and Biehl, P. 2011 'Archaeological knowledge production and dissemination in the digital age' in E.C. Kansa, S.W. Kansa and E. Watrall (eds) Archaeology 2.0: New approaches to communication and collaboration,Los Angeles: Cotsen Institute of Archaeology Press. 119–55.

Clack, T. & Brittain, M. (2007). Archaeology and the media. Walnut Creek: Left Coast Press.

Cleere, Henry. 1984. World cultural resource management: problems and perspectives in Cleere, Henry. 1984. Approaches to the Archaeological Heritage: A Comparative Study of World Cultural Resource Management System. Cambridge: Cambridge University Press. 128

Henson, D. 2013 'Digital media and public engagement in archaeology: an opinion piece', Archäologische Informationen 36, 13–20.

Holtorf, C. 2007. Archaeology is a brand: the meaningof archaeology in contemporary popular culture. Oxford:

Archaeopress.

Jameson Jr, John, H., (2000)Public interpretation, education and outreach: the growing predominance in american archaeology in McManamon, Francis and Hatton, Alf. 2000. Cultural Resource Management in Contemporary Society: Perspective on Managing and Presenting the Past. London: Routledge. 288

Lape, P.V. 2000a. Contact and Conflict in the Banda Islands, Eastern Indonesia, 11th to 17th Centuries. Unpublished PhD thesis, Brown University, Rhode Island. 10-40

Morrison, M 2014. Social Media and Professional Archaeology in Retrospect http://mickmorrison.com/2014/10/13/social-media-and-archaeology-reflections-from-a-jaded-professional/

Moser, S. 2001. Archaeological representation: thevisual conventions for constructing knowledge about the past. In Hodder, I. (ed.). Archaeological theory today. Cambridge: Polity Press.

O’Connor, S., Spriggs, M. Veth, P. 2005. “The Aru Island in Perspective” The Archaeology of the Aru Island. Edited by O’Connor, Sue et.al Canberra: Pandanus Books.

Piccini, A. 2010. The stuff of dreams: archaeology, audience and becoming material. In Koerner, S. & Russell, I. (eds.). Unquiet pasts (pp. 305 - 326). Farnham: Ashgate.

Piccini, A. & Henson, D. 2006. Survey of heritage television viewing 2005 -2006. York: Council for British Archaeology.

Ririmasse, M. 2005. Jejak dan Prospek Penelitian Arkeologi di Maluku. Kapata Arkeologi Volume 1 No. 1. Ambon: Balai Arkeologi Ambon.35-55

Ririmasse, M. 2014. Pengetahuan Arkeologi sebagai Muatan Lokal: Penerapannya di Maluku Kapata Arkeologi Volume 1 No. 1. Ambon: Balai Arkeologi Ambon.13-22

Ririmasse, M. 2015. Abad Baru Purbakala: Memilih Arah Menentukan Peran Penelitian Arkeologi di Maluku. Kapata Arkeologi. Vol. 11 No. 2 Ambon: Balai Arkeologi Maluku. 75-86

Shanks, M. & Tilley, C. 1992.. Re-Constructing archaeology: theory and practice. London: Routledge.

Spriggs, M. 1998. Research questions in Maluku archaeology. dalam Cakalele 9: 49-62.

Tanudirjo, D.A. 2003 Warisan Budaya Untuk Semua: Arah Kebijakan Pengelola Warisan Budaya Indonesia di Masa Mendatang. Makalah disampaikan pada Kongres Kebudayaan V, Bukittinggi, 2003

Tanudirjo, D.A 2000 Reposisi arkeologi dalam era global. Buletin Cagar Budaya, vol. 1 no. 2, Juli 2000 (suplemen). Hlm. 11-26) CRM sebagai manajemen konflik. Artefak no.19 Februari 1998.

Tanudirjo, D.A. 1996. Arkeologi pasca-modernisme untuk direnungkan. Makalah disampaikan dalam pertemuan Ilmiah Arkelogi VII di Cipanas, 1996




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/kpt.v27i1.329
Article Metrics

Abstract views: 66 | PDF views: 35 | Total views: 134




Copyright (c) 2018 KALPATARU

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

KALPATARU INDEXED BY:

 

 


Copyright of KALPATARU (e-ISSN 2550-0449 p-ISSN 0126-3099). Powered by OJS. ©Designed by Mujab.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.