Studi Kewilayahan dalam Penelitian Peradaban Śriwijaya

Eka Asih Putrina Taim

Abstract


Abstrak. Kerajaan Śriwijaya memiliki peradaban yang tersebar di seluruh wilayah yang berada di bawah kekuasaannya, tidak hanya di Sumatra bagian selatan, tetapi di seluruh wilayah Nusantara bahkan di wilayah Asia Tenggara. Hasil studi arkeologi mengenai peradaban Śriwijaya masih bersifat spatial, belum dapat menggambarkan posisi dan fungsi antara satu situs Śriwijaya dengan situs Śriwijaya lain, baik dalam lingkup nasional maupun internasional. Studi atau penelitian Śriwijaya diperlukan secara integritas dalam suatu kawasan untuk mendapatkan hasil secara holistik, tidak terpisah-pisah oleh batasan wilayah, baik secara administratif maupun kewilayahan geografis. Dalam makalah ini akan dicoba untuk membahas mengenai penelitian berorientasi kawasan yang tidak dipisah-pisah baik secara geografis, administratif, maupun wilayah kerja.


Abstract. Territorial Studies in Śrivijaya Civilization Research. The Great of Śrivijaya Kingdom must had a great civilization as well as its greatness. The civilization spread to the entire region under his control, not only in southern Sumatra, but also in all parts of the archipelago and even in Southeast Asia. Yet the archaeological study of the Śrivijaya civilization is still spatial, not able to describe the common thread between the position and function between one of Śrivijaya site to others, either nationally and regionally and internationally. Integrity in Śrivijaya study or research is necessary to get a holistic result, not separated by a region boundary either in administrative or territorial geographical. in this paper will try to discuss about the research orientated area that is not fragmented by separation either geographical, administrative, or work areas.


Keywords


Peradaban, Penelitian Śriwijaya, Integritas Kawasan.

Full Text:

PDF

References


Amelia. 2012. Laporan Penelitian Arkeologi Klasik di Pantai Utara Jawa Tengah, Laporan Hasil Penelitian, Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (tidak terbit).

Bradford, Malcolm Lee. 2008. “Śrivijaya: Dominion of Trade and Buddhism”. Makalah yang dipresentasikan pada The International Conference of Śrivijaya Civilization: The Awakening of a Maritime Kingdom. Palembang 16-19 July 2008.

Boechari. 1979. “An Old-Malay Inscription of Śriwijaya at Palas Pasemah (South Lampung), dalam Pra Seminar Penelitian Śriwijaya, hal. 27-28. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi dan Peninggalan Nasional.

Coedes, George. 1964. Les E’state hindouise et d’Indonesie, Edition Bouccard Paris Asia dalam Seri Terjemahan Arkeologi No.10. Tenggara Masa Hindu–Buddha, Daniel Perret ed., Jakarta: Gramedia 2010

EFEO. 2002. 25 Tahun Kerja Sama Pusat Penelitian Arkeologi dan É’cole francais d’Extreme-Orient. Kumpulan Makalah Seminar: “Dimensi Budaya dalam Membangun Persatuan BangsaBangsa di Asia Tenggara”, Palembang

Groneveldt. 1960. Historical Notes on Indonesian and Malaya, Jakarta: Bhatara

Kartakusuma, Richadiana. 1993. “Dapunta Hiyam Shri Jayanasa: Kajian atas Makna dari Prasasti Telaga Batu”. Kalpataru 13: hal. 17-32. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Munoz, Paul Michel. 2006. Early Kingdoms of the Indonesian Archipelago and the Malay Peninsula. Singapore: Maainland Press.

Noonsuk, Wannasarn. 2013. Tambralinga and Nakhon Si Thammarat: Early Kingdoms on the Isthmus of Southeast Asia, Nakhon Si Thammmarat Rajabbat University, Nakhon Si Thammarat Thailand

Poerbatjaraka, R.Ng. 1952. Riwajat Indonesia, I. Djakarta: Pembangunan.

Pigeaud., T. G. Th., 1960. Java in The Fourteen Century: A Study in Cultural History I, Java text in transcription. The Hague

SPAFA Report . 1978. Final Report on Srivijaya Studies, SEAMEO, Jakarta

Taim, Eka Asih Putrina. 1996. “Potensi Peninggalan Arkeologi di Pantai Timur Provinsi Jambi”, Siddhayatra Jurnal Arkeologi No.1, hal. 23-38. Palembang: Balai Arkeologi Palembang

Taim, Eka Asih Putrina. 2008. Laporan Penelitian Arkeologi di Situs Candi Simangambat, Mandailing Natal, Tapanuli Selatan, Sumatera Utara. Jakarta: Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (tidak terbit)

Taim, Eka Asih Putrina. 2010. Laporan Penelitian Arkeologi di Situs Padang Candi. Laporan Hasil Penelitian. Kerjasama antara Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Pemda Provinsi Riau (tidak terbit).

Utomo, Bambang Budi. 2007. Prasasti-Prasasti Sumatra (Sumatra’s Inscriptions), South Sumatra Chapter. Jakarta: Indonesian National Research and Development Center for Archaeology

Utomo, Bambang Budi, ed. 2008. Kapal Karam abad ke-10 di Laut Jawa Utara Cirebon, Jakarta: PANNAS BMKT

Wolters O.W. 1967. Early Indonesian Commerce: a Study of The Origin of Srivijaya. New York: Cornell University Press, Ithaca




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/kpt.v22i2.127
Article Metrics

Abstract views: 215 | PDF views: 1632 | Total views: 1847




Copyright (c) 2017 KALPATARU

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

KALPATARU INDEXED BY:

 

   

 


Copyright of KALPATARU (e-ISSN 2550-0449 p-ISSN 0126-3099). Powered by OJS. ©Designed by Mujab.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.