Prospek Sumber Daya Arkeologi Prasejarah Pulau Rote Ndao dalam Konteks Pengembangan Kawasan Perbatasan

Nasruddin Nasruddin

Abstract


Abstract. The potential of cultural heritage especially prehistoric sites along the karst hills on Rote island has significant value in the context of understanding and knowledge about archeology in East Nusa Tenggara. Cave sites in Rote island were started to be inhabited since the late Pleistocene and early Holocene, based on the presence of human settlement traces found in the caves and niches. Another historical evidence was a bronze axe which showed that Rote Island was a strategic region on Paleometalic era. The fragments of potteries, flakes, animal bones, dan mollusc shells found in the area sprang some questions if this area was used only as a settlement or had any other purposes. The aim of this research is to reveal the archaeological resources owned by the island, along with its geological condition. The method applied in this study is using field observation (survey) followed by excavation on prehistory sites that represent Rote Ndao human settlements. Numerous lithic artifacts were gathered for reasearch data, such as flakes, pottery, and mollusc shell and bone deposits. These data about prehistoric karst in Rote Ndao island have important value to reveal the migration path, particularly its geographic position as the foremost island and borderline region between East Timor and Australia. 

Abstrak. Potensi warisan budaya terutama situs-situs prasejarah di sepanjang bukit-bukit karst di Pulau Rote memiliki nilai penting dalam konteks pemahaman dan pengetahuan arkeologi Nusa Tenggara Timur. Situs-situs gua karst di Pulau Rote, dimulai pada masa akhir Pleistosen dan awal Holosen dengan adanya jejak-jejak hunian manusia di gua dan ceruk. Bukti historis lainnya adanya temuan kapak perunggu yang menunjukkan bahwa Pulau Rote merupakan wilayah yang strategis pada era paleometalik. Ditemukannya berbagai jenis pecahan tembikar, serpih dan fragmen tulang fauna, sisa-sisa makanan moluska menimbulkan beberapa pertanyaan terhadap lokasi ini di masa lalu, apakah situs ini memiliki fungsi hunian semata, ataukah mempunyai fungsi lain. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap sumberdaya arkeologi beserta kondisi geologi yang dimiliki Pulau Rote. Metode yang digunakan yaitu melakukan observasi lapangan (survei) dan dilanjutkan dengan ekskavasi terhadap situs yang memiliki indikasi kuat sebagai hunian prasejarah Rote dan dianggap mewakili situs hunian prasejarah Rote Ndao. Dari penelitian ini diperoleh sejumlah data artefak litik berupa alat-alat serpih, tembikar dan deposit cangkang moluska dan tulang. Potensi data arkeologi (prasejarah karst) Pulau Rote Ndao memiliki nilai penting untuk mengungkap jalur migrasi, terutama posisi geografinya sebagai pulau terdepan dan wilayah perbatasan antara Timor Leste dan Australia.


Keywords


Prasejarah, Paleometalik, Wilayah perbatasan

Full Text:

PDF

References


Andre Z. Soh dan Maria N.D.K. 2008. “Rote Ndao Mutiara dari Selatan, Falsafah dan Pandangan Hidup Suku Rote Tentang Lontar.” Jakarta.: Kelopak, 1–6.

Anonim. 1996. “Bena Makna Sebuah Kosmis, Ekspedisi Flores 1996.” Arsitektur Hijau. Bandung Universitas Katolik Parahyangan 7–8.

Bellwood, Peter. 2007. Prehistory of the Indo-Malaysian Archipelago. Book. 3rd. Canberra: The Australian National University Press.

Dati, Nawasti. 2008. “Perladangan Dengan Sistem Tebas dan Bakar, Penyebab Kerusakan Hutan di Provinsi NTT,” no. Lomba Tulis YPHL. Kabar lndonesia: 11–15.

de Vos, John, S Sartono, S Hardjasasmita, and Paul Y Sondaar. 1982. “The Fauna from Trinil, Type Locality of Homo Erectus: A Reinterpretation.” Article. Geol. Mijnbouw. 61: 207–11.

Delinom R., & Jouannic C. 1987. “Terumbu Kuarter Terangkat dan Neotektonik Vertikal di Daerah Kupang dan Sekitarnya.” Pertemuan Ilmiah Tahunan XVI. Bandung: Ikatan Ahli Geologi Indonesia, 32–35.

Fagan, Brian M. 1978. “Archaeology: A Brief Introduction. Little,.” Boston-Toronto.: Brown and Company, 57–59.

Forestier, Hubert. 2007. Ribuan Gunung, Ribuan Alat Batu. Book. Edited by Truman Simanjuntak. Translated by Gustaf Sirait, Daniel Perret, and Ida Ida Budipranoto. Jakarta: Kepustakaan Populer Gramedia.

Hooijer, D.A. 1969. “The Stegodon from Timo.” In Proceedings Koninklijke Nederlandse Akademie van Wetenschappen, 203–4.

Jacob, T. 1967. “Some Problems Pertaining the Racial History of Indonesia Region, Utrech,” 55–57.

Jatmiko, Intan S. Fadhlan M., dan Simanjuntak. 2009. “Penelitian Gua-Gua Hunian pada Kala Holosen di Pulau Rote, Kab. Rote Ndao, Prov. Nusa Tenggara Timur (Tahap II).” Jakarta.

Kathryn A, Monk. 2000. Ekologi Nusa Tenggara Timur dan Maluku”. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.

Mahirta. 2003. “Human Occupation on Roti and Sawu Island, Nusa Tenggara Timur.” Australian National University.

Mayr, E. 1945. “Wallace Line in the Light of Recent Zoogeographic Studies.” Science and Scientists in Nederlands Indies. New York, 243–45.

Mundardjito. 1985. “Metode Penelitian Permukiman Arkeologi.” Inproceedings. In , 4. Pandenglang: Pusat Penelitian dan Pengembangan Arkeologi Nasional.

Rouse, Irving. 1971. “The Classification of Artifact in Archaeology”.” In Man’s Imprint from the Past, edited by James Deetz, 2nd Printi, 108–25. Boston: Little, Brown and Company.

Sartono S. 1979. “Stratigrafi Indonesia. Fak Teknik Geologi,.” In , 37–39. Bandung: Institut Teknologi Bandung.

----------.1982. “Stegodon Sumbaensis” A New pygmy species from the island of Sumba (East-Indonesia) dalam Berita Penelitian Arkeologi No. 8 Jakarta : Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, 5-.

Soejono, R.P. 2008. Sejarah Nasional Indonesia I. Edited by Marwati Djoened & Nugroho Notosusanto. Zaman Pras. Jakarta: Departemen Pendidikan & Kebudayaan P.N. Balai Pustaka.

----------. 1961. “Ikhtisar Hasil-Hasil Penyelidikan Prasejarah di Nusa Tenggara Timur Selama Masa 1956-1958.” In Medan Ilmu Pengetahuan, 32–40.

Subagus, Nies. A. 1991. “Kehadiran Manusia Penghuni Gua Oensik, Desa Camplong, Kecamatan Fatuleu, Nusa Tenggara Timur.” Universitas Indonesia Jakarta.

http://www.aiya.org.au/2015/12/ (diunduh: 22 Oktober 2016).




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/kpt.v25i2.101
Article Metrics

Abstract views: 345 | PDF views: 574 | Total views: 919




Copyright (c) 2017 KALPATARU

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

KALPATARU INDEXED BY:

 

 


Copyright of KALPATARU (e-ISSN 2550-0449 p-ISSN 0126-3099). Powered by OJS. ©Designed by Mujab.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.