Asosiasi Gundukan Tanah, Sungai, dan Menhir di Pusat Wilayah Adat Tanah Sekudung, Baratlaut Lembah Kerinci, Dataran Tinggi Jambi (Kajian Fenomenologi)

Hafiful Hadi Sunliensyar

Abstract


This article discusses about the associations of menhirs with landscape features(river and mounds) in Northwestern of Kerinci Valley. Customarily, this region is called as Tanah Sekudung with its  centre in three villages (dusuns) that is Dusun Siulak Gedang, Siulak Panjang dan Siulak Mukai. This research uses phenomenology approach by Tilley. Phenomenological approach stresses the experience and bodily sensory of observer/researcher. The experience is obtained through observation participant method. In this method, the experience and interaction between observer and menhir be a part which is described.As results in this research, it is known that menhirs erection on the mounds or higherlands and its distribution which similarly with direction of the main river flow related  with the legend of ancestors, cognitive space, cosmology and metaphora in Tanah Sekudung community. For example, river is refered to determinate of direction traditionally and also was became reference the migration of ancestors in the past.Therefore, menhirs as markers of migration paths, shape distribution similarly with directionof river flow.
Artikel ini membahas asosiasi menhir dengan fitur lanskap (sungai dan gundukan tanah) di bagian barat laut Lembah Kerinci. Secara adat, wilayah ini disebut pula sebagai Tanah Sekudung, dengan pusatnya berada di tiga dusun, yaitu Dusun Siulak Gedang, Siulak Panjang, dan Siulak Mukai. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologi yang dikemukakan oleh Tilley. Pendekatan fenomenologi menekankan pengalaman dan indra tubuh (bodily sensory) dari pengamat atau peneliti di lapangan. Pengalaman tersebut diperoleh dari pengumpulan data melalui metode observasi partisipan. Dalam hal ini, pengalaman dan interaksi antara peneliti dan menhir menjadi bagian yang akan dideskripsikan. Sebagai hasil penelitian, diketahui bahwa pendirian menhir di atas gundukan tanah dan distribusinya yang searah dengan arah aliran sungai utama terkait dengan legenda para leluhur, ruang kognitif, kosmologi, dan metafora yang dimiliki penduduk. Sebagai contoh, sungai yang dijadikan acuan dalam penentuan arah secara tradisional sekaligus dijadikan sebagai acuan perpindahan leluhur pada masa lalu. Oleh karena itu, menhir yang menjadi penanda lintasan migrasi leluhur membentuk arah distribusi yang sama dengan arah aliran sungai.

Keywords


Fenomenologi; Lanskap; Menhir; Kerinci

Full Text:

PDF

References


Ahimsa-Putra, Shri Heddy. 2012. “Fenomenologi Agama: Pendekatan Fenomenologi untuk Memahami Agama”. Walisongo 20 (2): 271-304

Bonatz, Dominik et al. 2006. “The Megalithic Complex of Highland Jambi: An Archaeological Perspective”. Bijdragen tot de Taal, Land-en Volkenkunde (BKI) 162 (4): 490-522

Bonatz, Dominik, 2012. “A Highland Perspective on the Archaeology and Settlement History of Sumatra”. Archipel 84: 35-81

Herdiansyah, Haris. 2010. Metode Penelitian Kualitatif untuk Ilmu-Ilmu Sosial. Jakarta: Salemba

Poedjopradjitno, S. 2012. “Morfotektonik dan Potensi Bencana Alam di Lembah Kerinci Sumatera Barat, Berdasarkan Analisis Potret Udara”. JSDG 22(2): 101-113

Simatupang, Defri Elias. 2018. “Mejan Tanpa Kepala di Kabupaten Pakpak Barat: Pendekatan Motivasi Religi terhadap Fenomena Pencurian Artefak Megalitik”. Berkala Arkeologi Sangkhakala 13 (26): 176-187

Sunliensyar, H.H. 2016. “Peranan Kesultanan Jambi dalam Penyelesaian Konflik di Kerinci Antara Wilayah Adat Semurup dan Siulak pada Abad ke-17-18 M”. in Kerincimu Kerinciku: Dataran Tinggi Jambi dalam Perspektif Arkeologi Edited by Nurhadi Rangkuti, 132-157. Yogyakarta: Ombak

Tilley, Christopher. 1994. A Phenomenology of Landscape: Places, Paths, and Monuments. United Kingdom: WBC Bookbinders

_________. 2004. “From Body to Place to Landscape: A Phenomenological Perspective”. In The Materiality of Stone: Exploration in Landscape Phenomenology edited byChristopher Tilley, 1-33. New York: Berg

__________. 2008. “Phenomenological Approaches to Landscape Archeology”. In Handbook of Landscape Archaeologyedited by B. David and J. Thomas, 271-276. Walnut Creek, California: Inc. Left Coast Press.

___________.2010.Interpreting Landscapes: Geologies, Topographies, Identities, Exploration in Landscape Phenomenology 3. Walnut Creek, California: Inc. Left Coast Press.

Tjoa-Bonatz, Mai Lin, 2012. “More than 3400 Years of Earthenware Traditions in Highland Jambi on Sumatra”. In Selected paper The 13th International Conferences of The European Association of Southeast Asian Archaeologist 2 edited by Mai Lin Tjoa-Bonatz et.al., 14-31. National University of Singapura: NUS press

Yondri, Lutfi. 2014. “Situs Bawahparit: Jejak Penguburan Masa Transisi”. Jurnal Lektur Keagamaan 12(2): 515-542

Nara Sumber: Abu Seman (70 tahun) dari Desa Koto Beringin, wawancara pada 08 Juli 2017, pukul 19.00--00.00 WIB




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/amt.v36i2.115-131
Article Metrics

Abstract views: 446 | PDF views: 138 | Total views: 584




Copyright (c) 2019 AMERTA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

AMERTA INDEXED BY:

Copyright of AMERTA (e-ISSN 2549-8908 p-ISSN 0215-1324). Powered by OJS. ©Designed by Mujab.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.