Model Spatial Analysis untuk Penilaian Bangunan Cagar Budaya di Kota Gresik

Andi Putranto

Abstract


Gresik is one of the old cities in Java that has experienced a period of appearing and developing for a long time. In Gresik, there are many archaeological remains in the form of old buildings, especially from the colonial period, which are scattered in several regions in the city of Gresik. The assessment of cultural heritage, especially of the types of buildings so far has been carried out, especially in the framework of preservation and cultural resource management,but not much is known about the mechanism. Therefore, in this study a valuation model is proposed using a tiered quantitative analysis method derived from spatial analysis methods with a weighting factor. In this study proposed building ratings are building class D = Poor, building class C = Moderate, building class B = Good, and building class A = Excellent.

 

Gresik merupakan.salah satu kota lama di Pulau Jawa yang telah mengalami masa muncul dan berkembang dalam kurun waktu yang cukup lama. Di Gresik banyak dijumpai tinggalan arkeologis berupa bangunan tua, khususnya dari periode kolonial yang tersebar di beberapa kawasan di Kota Gresik .  Penilaian cagar budaya, khususnya jenis bangunan, selama ini telah dilakukan terutama dalam rangka penyusunan rekomendasi untuk penetapan dan kepentingan terkait dengan  pelestarian, tetapi belum banyak diketahui bagaimana mekanismenya Oleh karena itu, di dalam penelitian ini diajukan  model penilaian dengan menggunakan metode analisis kuantitatif berjenjang dengan faktor pembobot. Metode ini merupakan implementasi dari metode spatial analisis dalam kajian GIS (Geographic Information System).  Dalam penelitian ini diajukan peringkat bangunan, yaitu kelas bangunan D = Kurang, kelas bangunan C = Cukup, kelas bangunan B = Baik, dan kelas bangunan A = Istimewa


Keywords


Gresik; bangunan tua; spatial analysis; GIS; kuantitatif

Full Text:

PDF

References


Anonim. 2014. Undang Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Direktorat Jenderal Kebudayaan, Balai Konservasi Borobudur.

Anonim. 2016.Kajian Teknis Fasad Bangunan Cagar Budaya di Wilayah Bedilan dan Pekelingan. Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Gresik.

Esri Press Team. 2018. How To Perform Spatial Analysis.https://www.esri.com

Grementieri, Fabio. 2003. “The Preservation of Nineteenth and Twentieth Century Heritage”. Identification and Documentation of Modern Heritage. UNESCO World Heritage Papers 5. France: UNESCO World Heritage Centre.

Handinoto. 1994. “Indische Empire Style: Gaya Arsitektur Tempo Doeloe yang Sekarang Sudah Mulai Punah”. Dalam Majalah Dimensi Arsitektur,Volume 20. Desember 1994. hlm. 1--14 diunduh 14/10/2018 dari http://http://fportfolio.petra.ac.id/user_files/81-005/IESTYLE.pdf

Kalman, Harold. 1980. The Evaluation of Historic Buildings. Ottawa: Minister of The Environment.

Muramatsu, Shin dan Yasushi Zenno. 2003. “How to Evaluate, Conserve, and Revitalize Modern Architecture in Asia”. Identification and Documentation of Modern Heritage. UNESCO World Heritage Papers 5. France: UNESCO World Heritage Centre.

Putranto, Andi. 2015. “Integrasi Foto Udara dan Sistem Informasi Geografis (SIG) untuk Evaluasi Penentuan Letak Bangunan Candi di Wilayah Prambanan, Klaten, Jawa Tengah dan DIY”. Tesis. Yogyakarta: Fakultas Geografi UGM.

Putranto, Andi; Sektiadi; Dwi Pradnyawan; dan Retno Handini. 2015. “Model Penilaian Kriteria Bangunan Cagar Budaya Berbasis Analisis Kuantitatif Berjenjang dengan Faktor Pembobot: Kajian Bangunan Cagar Budaya di Kota Solo”. Laporan Penelitian. Jakarta: Kemdikbud-BPP Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Putranto, Andi dan Dwi Pradnyawan. 2017. “Penilaian Bangunan Tua di Kota Lasem Berdasarkan Metode Analisis Kuantitatif Berjenjang dengan Faktor Pembobot”. Laporan Penelitian. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Budaya UGM.

Rizky, Cahya dan Antariksa. 2009. “Pelestarian Kampung Kemasan Kota Lama Gresik”. diunduh 4/6/2018 dari http://www.academia.edu/7024267/Pelestarian_Kampung_Kemasan_Kota_Lama_Gresik

Suharyadi dan Aktiva Primananda. 2005. “Pemodelan Spasial Tingkat Kerawanan Kecelakaan Lalu Lintas di Surabaya Pusat dengan Memanfaatkan Foto Udara”. Pertemuan Tahunan MAPIN XIV. Surabaya: Institut Teknologi Sepuluh Nopember.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/amt.v36i2.132-144
Article Metrics

Abstract views: 81 | PDF views: 56 | Total views: 137




Copyright (c) 2019 AMERTA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

AMERTA INDEXED BY:

Copyright of AMERTA (e-ISSN 2549-8908 p-ISSN 0215-1324). Powered by OJS. ©Designed by Mujab.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.