Prasasti Paṇai: kajian ulang tentang lokasi Kerajaan Paṇai

Lisda Meyanti

Abstract


The Paṇai Inscription was found in the temple complex in Padang Lawas. There is the word "Paṇai" written on the insciption. "Paṇai" is also written on the Tañjore Inscriptions and Nāgarakṛtāgama. The two written sources informed that in the past Chola and Majapahit kingdoms wanted to conquer several regions in Sumatra, including Paṇai. Both show that Paṇai was a potential and important area so that both kingdom wanted to conquer it. However, it is not known exactly where the location of Paṇai as referred to the two written sources yet. The research of this case has not been done much. Some researchers try to find the answer. Most researchers study it based on written sources from abroad. In this paper, through the Paṇai Inscription, the interpretation was made that the location was Padang Lawas. This can be seen from the contents of the inscriptions that wrote “Paṇai”and describe the natural conditions in accordance with the location of its discovery. This conclusion was obtained by conducting an in-depth study of the Paṇai Inscription using research methods commonly used in historical research, namely heuristics, criticism, interpretation, and historiography.

Prasasti Paṇai ditemukan di Kompleks Candi Padang Lawas. Dalam prasasti tersebut terdapat kata paṇai. Kata paṇai juga tertera pada Prasasti Tañjore dan kakawin Nāgarakṛtāgama. Kedua sumber tertulis tersebut menginformasikan bahwa pada masa lampau Kerajaan Chola dan Majapahit ingin menaklukkan beberapa daerah di wilayah Sumatra, termasuk Paṇai. Hal ini menunjukkan bahwa Paṇai merupakan daerah potensial dan penting sehingga kedua kerajaan tersebut ingin menaklukkannya. Namun, belum diketahui secara pasti di mana lokasi Paṇai seperti yang dimaksud dalam kedua sumber tertulis tersebut. Penelitian terhadap kasus ini juga belum banyak dilakukan. Beberapa peneliti berusaha untuk menemukan jawabannya. Kebanyakan peneliti mengkajinya berdasarkan sumber tertulis dari luar negeri, seperti catatan perjalanan. Dalam tulisan ini melalui Prasasti Paṇai dibangun interpretasi bahwa lokasi Paṇai yang dimaksud, baik oleh Prasasti Tañjore maupun kakawin Nāgarakṛtāgama adalah Padang Lawas. Hal ini terlihat dari isi prasasti yang menyebutkan kata paṇai dan menggambarkan keadaan alam yang sesuai dengan lokasi penemuannya. Kesimpulan ini diperoleh dengan melakukan kajian mendalam terhadap Prasasti Paṇai dengan menggunakan metode penelitian yang lazim digunakan dalam penelitian sejarah, yakni heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi.


Keywords


Paṇai; Padang Lawas; Biaro Bahal; Prasasti Paṇai

Full Text:

PDF

References


Bakker, S.J., J.W.M. 1972. Ilmu Prasasti. Jogjakarta: IKIP Sanata Dharma.

Boechari. 1977. "Epigrafi dan Sejarah Indonesia". Dalam Majalah Arkeologi I. Universitas Indonesia.

Bronson, Bennet, Basoeki, Machi Suhadi, dan Jan Wisseman. 1973. “Laporan Penelitian Arkeologi di Sumatera”. Laporan Penelitian. Jakarta: Lembaga Purbakala dan Peninggalan Nasional dan The University of Pennsylvania.

Coedes, George. 2010. Asia Tenggara Masa Hindu-Buddha. Jakarta: KPG, EFEO, Puslit Arkenas, Forum Jakarta-Paris.

de Casparis, J.G. 1975. Indonesian Palaeography: A History of Writing in Indonesia from the Beginning to c. A.D 1500. Leiden: E. J. Brill.

Djafar, Hasan. 1990. "Historiografi dalam Prasasti”. Dalam Majalah Arkeologi IV (1) hlm. 3—49. Jakarta: Fakultas Sastra Universitas Indonesia.

Griffiths, Arlo. 2014. "Inscriptions of Sumatra III: The Padang Lawas Corpus Studied Along with Inscriptions from Sorik Merapi (North Sumatra) and from Muara Takus (Riau)”. Dalam History of Padang Lawas II: Society of Padang Lawas (mid-9th —13th century CE, edited by Daniel Perret, 211—253. Paris: Association Archipel.

Guillot, Claude, Daniel Perret, Atika Suri Fanani, Marie-France Dupoizat, Untung Sunaryo, dan Heddy Surachman. 2008. Barus Seribu Tahun yang Lalu. Jakarta: KPG, EFEO, Puslitbangarkenas, Association Archipel, dan Forum Jakarta Paris.

Karashima, Noboru, dan Y. Subbarayalu. 2009. "Ancient and Medieval Tamil and Sanskrit Inscription Relating to Southeast Asia and China”. Dalam Nagapattinam to Suvawnadwipa: Reflections on the Cholas Naval Expeditions to Southeast Asia Edited by H. Kulke, K. Kesavapany and V. Sakhuja, 271—291. Singapore: Institute of Southeast Asian Studies.

Kévonian, Kéram. 2002. "Suatu Perjalanan di Laut Cina dalam Bahasa Armenia”. Dalam Lobu Tua Sejarah Awal Barus, hal. 28—103. Jakarta: EFEO, Puslit Arkenas, YOI, Association Archipel.

Koestoro, Lucas P., Repelita Wahyu Oetomo, Nenggih Susilowati, Ery Soedewo, Ketut Wiradnyana, dan Deni Sutrisna. 2001. Biaro Bahal Selayang Pandang. Medan: Maparasu.

Meenakshisundrarajan, A. 2009. "Rajendra Chola's Naval Expedition and the Chola Trade with Southeast and East Asia”. Dalam Nagapattinam to Suvawnadwipa: Reflections on the Cholas Naval Expeditions to Southeast Asia Edited by H. Kulke, K. Kesavapany and V. Sakhuja, 168—177. Singapore: Institute of Southeast Asian Studies.

Meyanti, Lisda. 2012. “Prasasti Paṇai“. Skripsi. Depok: Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.

Mulia, Rumbi. 1980. "The Ancient Kingdom of Paṇai and the Ruins of Padang Lawas (North Sumatra)”. Dalam Bulletin of the Research Center of Archaeology of Indonesia. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Oetomo, Repelita Wahyu. 2011. "Pemanfaatan dan Pengambangan Objek Arkeologi di Padang Lawas dan Padang Lawas Utara sebagaiKawasanWisataBudayaTerpadu”. Dalam Berkala Arkeologi "Sangkhakala" vol. XIV no. 27, hlm. 148—164. Medan: Balai Arkeologi Medan dan Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata.

Tim Penelitian. 1983. Survei Sumatera Utara. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Pigeaud, Theodore G.Th. 1960. Java in the 14th Century: A Study in Cultural History the Nāgara-Kĕrtāgama by Rakawi Prapañca of Majapahit, 1365 A. D. The Hague: Martinus Nijhoff.

Sakhuja, Vijay, dan Sangeeta Sakhuja. 2009. "Rajendra Chola I's Naval Expedition to Southest Asia: Nautical Perspective”. Dalam Nagapattinam to Suvawnadwipa: Reflections on the Cholas Naval Expeditions to Southeast Asia Edited by H. Kulke, K. Kesavapany and V. Sakhuja, 91—95. Singapore: Institute of Southeast Asian Studies.

Schnitger, F.M. 1964. Forgotten Kingdoms in Sumatra. Leiden: E. J. Brill.

Setianingsih, Rita Margaretha, dan Sri Hartini. 2002. Prasasti Koleksi Museum Negeri Provinsi Sumatera Utara. Medan: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Propinsi Sumatra Utara.

Setianingsih, Rita Margaretha, Ery Soedewo, Deni Sutrisna, dan Suruhen Purba. 2003. “Prasasti dan Bentuk Pertulisan Lain di Wilayah Kerja Balai Arkeologi Medan”. Dalam Berita Penelitian Arkeologi No. 10. Medan: Balai Arkeologi Medan.

Soedewo, Ery. 2006. "Arca Perunggu Garuda dan Boddhisatva Padmapani dari Padang Lawas". Dalam Berkala Arkeologi "Sangkhakala" No. 17, hlm. 26—34. Medan: Balai Arkeologi Medan dan Departemen Kebudayaan dan Pariwisata.

Susanti, Ninie. 1997. "Analisis Prasasti". Dalam Proceeding Pertemuan Ilmiah Arkeologi VII (I). hlm. 171—182. Jakarta: Pusat Penelitian Arkeologi Nasional.

Susanti, Ninie. 2009. "Rajendra Chola's Invasion and the Rise of Airlangga”. Dalam Nagapattinam to Suvawnadwipa: Reflections on the Cholas Naval Expeditions to Southeast Asia Edited by H. Kulke, K. Kesavapany, dan V. Sakhuja, 227—239. Singapore: Institute of Southeast Asian Studies.

Susetyo, Sukawati. 2010. “Kepurbakalaan Padang Lawas, Sumatera Utara: Tinjauan Gaya Bangunan, Seni Arca, dan Latar Keagamaan”. Tesis. Depok: Arkeologi Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya Universitas Indonesia.

Utomo, Bambang Budi, dan Nik Hassan Shuhaimi. 2009. Inskripsi Berbahasa Malayu Kuno di Asia Tenggara. Malaysia: Universiti Kebangsaan Malaysia.

Wilkinson, R.J.A. 1902. Malay English Dictionary. Singapore: Kelly & Walsh.

Zoetmulder, P.J. dan S.O. Robson. 1995. Kamus Jawa Kuna-Indonesia. Translated by Darusuprapta and Sumarti Suprayitna. 2 vols. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.




DOI: http://dx.doi.org/10.24832/amt.v37i1.27-38
Article Metrics

Abstract views: 73 | PDF views: 56 | Total views: 129




Copyright (c) 2019 AMERTA

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.

AMERTA INDEXED BY:

Copyright of AMERTA (e-ISSN 2549-8908 p-ISSN 0215-1324). Powered by OJS. ©Designed by Mujab.

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-ShareAlike 4.0 International License.